TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 mendapatkan atensi negara-negara di dunia, terlebih masyarakat dari berbagai jenis profesinya.
Di India, seorang astrolog membagikan prediksinya untuk Pilpres AS 2020.
Prediksinya kemudian diunggah oleh seorang pengusaha asal India bernama Anand p.
Pimpinan perusahaan multinasional Mahindra Group ini mengunggah foto yang menunjukkan Donald Trump-lah yang akan memenangkan pemilu.
Meski tidak menyebutkan siapa sang astrolog tersebut, prediksi Trump yang bakal menang dilihat dari posisi matahari saat ini dan melihat tanda lahir Trump.
Baca: Update Pilpres AS 2020: Masih Ada 50.000 Surat Suara di Georgia yang Belum Dihitung
Baca: 5 Rekomendasi Smartphone Dengan Kamera Selfie 32MP, Harga Mulai Rp 4 jutaan
Sementara Mahindra sendiri mengatakan Pilpres AS adalah pertarungan 'hidup dan mati' kedua kandidat.
Unggahan Mahindra di akun Twitternya pun sontak mendapat banyak atensi.
Hampir 7000 orang memberikan apresiasi 'like' dan ratusan melakukan 'retweet' unggahannya.
Para pengguna Twitter turut membalas dengan membagikan prediksi astrolog lainnya yang mengatakan bahwa Trump akan menang.
Sebagai informasi, kegiatan berkonsultasi dengan astrolog dalam membuat keputusan cukup populer di India.
Update Pilpres AS 2020
Suara krusial penentu kemenangan bagi Joe Biden telah di depan mata.
Pasalnya, angka sementara saat ini bagi Biden telah tembus 264.
Sementara petahana Donald Trump baru meraih 214 suara.
Kandidat terpilih harus mencapai perolehan angka melalui Electoral College setidaknya 270 angka untuk memenangkan pemilihan.
Biden membutuhkan 6 angka lagi untuk merebut kursi Presiden AS, melansir AP, Kamis (5/11/2020).
Baca: Belum Dijual di Indonesia, Ini Perkiraan Harga iPhone 12 Jika Masuk Tanah Air
Baca: Joe Biden Di Atas Angin, Warga Desa Asal Kakek Cawapres Kamala Harris di India Beri Dukungan Moral
Bahkan, PM India Narendra Modi pun dilaporkan pernah melakukan hal serupa, sebagaimana dilansir BBC, Kamis (5/11/2020).
Baliho Cawapres Kamala Harris Dipasang di Desa India
Sebuah desa di India tepatnhya, di kampung kakek Calon Wakil Presiden Kamala Harris memberikan dukungan moral untuk pasangan Biden-Harris.
Thulasendrapuram, yang terletak sekitar 320 km (200 mil) di selatan Chennai, India merupakan tempat kelahiran kakek Kamala Harris dari pihak ibu.
Penduduk desa terlihat antusias melihat pasangan Biden-Harris unggul sementara atas Donald Trump - Mike Pence.
"Mulai kemarin kami antusias dan tak sabar menunggu hasil akhir," kata Abirami, seorang warga sekitar.
"Saat ini kami mendengar ada kabar baik. Kami menunggu momen itu itu merayakan kemenangannya," lanjutnya, dilansir Reuters, Senin (5/11/2020).
Pasangan Joe Biden - Kamala Harris berada di atas angin setelah diproyeksikan akan memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020.
Baca: Update Pilpres AS 2020: Video Viral Penasihat Spiritual Donald Trump Sebut Ada Persekongkolan Iblis
Baca: 4 Drama Korea Terbaru Bulan November yang Tayang di Viu, Who Are You hingga Birthcare Center
Sebagai informasi, banyak warga desa yang mengikuti perkembangan berita Pilpres AS.
Mayoritas dari mereka mencari tahu informasi melalui berita dari ponsel genggam,
Desa yang berada di hamparan sawah yang subur tersebut juga banyak memasang poster Kamala Harris.
Doa-doa pun dipanjatkan di Kuil Hindu setempat.
Seperti diketahui, Biden-Harris memimpin perhitungan sementara.
Baca: Kisah Heroik Warga Muslim Selamatkan Korban Aksi Teror di Wina, Sempat Dituduh Terlibat Penyerangan
Baca: Legenda Sepak Bola Diego Maradona Sukses Jalani Operasi Pasca Diagnosa Alami Pembekuan Darah di Otak
Namun mereka perlu merebut satu negara bagian antara Arizona, Georgia, Nevada, dan North Carolina.
Namun, sejumlah pengamat menyebut Biden mampu mengusir Trump dari Gedung Putih.
Doa Umat Beragama
Sejumlah umat beragama di New York melakukan doa bersama untuk bersolidaritas atas hasil pemilihan umum, pada Rabu (5/11/2020).
Meski belum ada hasil akhir pemilihan, mereka berkumpul di luar Gereja Manhattan's Greenwich Village.
Baca: Pengendara Memasang Atribut TNI/Polri pada Nomor Polisi, Apa Bisa Diberi Sanksi?
Baca
Baca: Tertinggal dari Joe Biden, Trump Ajukan Tuntutan Hukum untuk Hentikan Penghitungan Suara di Georgia
Umat beragama dari Islam, Kristen, Yahudi, Buddha berkumpul dan memanjatkan doa dengan cara masing-masing.
Sejumlah perwakilan terlihat menyanyikan lagu, sementara lainnya melihat ke langit lepas sembari memanjatkan doa.
"Kami di sini bersatu dan (berdoa) bersama-sama agar demokrasi kita adil dan penuh kasih, entah apapun hasil pemilihan ini," kata Pendeta Jacqui Lewis, pendeta Middle Collegiate Church.
"Kami pernah melakukan sebelumnya," lanjut Lewis di luar bangunan Gereja Memorial Judson, dekat Washington Square Park, dilansir Associated Press, Kamis (5/11/2020).
Pendeta Derrick McQueen, perwakilan St. James Presbyterian Church dari Harlem berdoa sambil memainkan drum djembe dan meminta rekan-rekannya untuk merenungkan hasil pemilu.
"Kita berdiri di sini di tebing momen bersejarah ini, tidak peduli apapun hasilnya, kami masih percaya pada kekuatan rakyat,” kata McQueen.
"“Kami adalah rakyat, dan kami memiliki kekuatan. Jadi pertanyaan yang saya ajukan kepada Anda hari ini adalah, 'Janji apa yang Anda pegang hari ini?' ”
Sembari mengelilingi dedaunan kuning yang dibentuk lingkaran, para peserta menuliskan kata-kata aspiratif tentang 'perdamaian', 'kebebasan', 'kesetaraan', dan 'cinta'.
Baca: Masyarakat Papua Tak Percaya Covid-19, Petugas Diancam dan Dilempari Batu
Baca: Viral Warung Makan Gratis untuk Masyarakat yang Membutuhkan, Pengunjung Bisa Bayar Seikhlasnya
'Saya datang ke sini karena Tuhan kami tidak ada di Washington D.C", kata Keen Berger, 78, anggota Judson Memorial.
"Ada yang lebih besar daripada hasil ini, yakni harapan dan doa kita semua", lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan agama Islam yaitu Imam Khalid Latif dari Islamic Center New York University memimpin doa untuk peserta.
Kemudian disusul doa dari Pendeta Chris Long.
Sebagai informasi, kegiatan ini pertama kali diadakan empat tahun lalu setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden.
Baca: Pengunjung Umbul Ponggok Membludak hingga 900 Pengunjung, Petugas Positif Covid-19
Baca: 6 Penyakit Ini Lebih Banyak Menjangkit Perempuan daripada Laki-Laki
Koalisi antar-umat beragama ini dilakukan tidak hanya untuk pemilu, tetapi atas ketidakadilan rasial dan masalah pandemi Covid-19 yang kasusnya melonjak di seluruh AS.
Beranggotakan 20 orang, kelompok ini juga menayangkan kegiatannya secara daring / online melalui Zoom dan media sosial bagi mereka yang ingin menyaksikan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)