Pertarungan di Pilpres Amerika 2020 Makin Sengit, Trump: Jika Suara Tipis, Biden Curang

Hasil perhituangan suara sengit, Trump tak mau kalah dengan sebut Joe Biden lakukan kecurangan dalam pemilu.


zoom-inlihat foto
trump-kalah-005.jpg
SAUL LOEB / AFP
Ekspresi Donald Trump ketika mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia, 3 November 2020. Amerika yang terpecah akan pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Selasa di tengah pandemi terburuk dalam satu abad dan krisis ekonomi untuk memutuskan apakah akan memberi Presiden Donald Trump empat tahun lagi atau kirim Demokrat Joe Biden ke Gedung Putih. Jumlah pemungutan suara awal yang memecahkan rekor - lebih dari 100 juta - telah diberikan dalam pemilihan yang membuat negara itu gelisah dan sedang diawasi dengan ketat di ibu kota di seluruh dunia. Biden sementara mengungguli Trump dalam perhitungan sementara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Donald Trump terus menggembar-geborkan dirinya akan menuduh lawannya, Joe Biden, melakukan kecurangan jika selisih suara tipis.

Ia mengutarakan hal tersebut berminggu-minggu sebelum pemilu berlangsung.

Tak hanya itu, ia pun sudah mengklaim kemenangan saat surat suara belum sepenuhnya selesai dihitung.

"Kami sudah bersiap-siap untuk memenangkan pemilihan ini. Terus terang, kami sudah memenangkan pemilihan ini," kata Trump dalam pidato di Gedung Putih.

Melihat hasil Joe Biden lebih unggul, Trump pun menyebut adanya kecurangan pemilu tanpa memberikan bukti apapun.

"Ini penipuan besar-besaran di negara kita. Kita ingin hukum digunakan secara tepat. Jadi, kita akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kita ingin semua pemungutan suara dihentikan,"

Para pendukung Demokrat dan bahkan beberapa pendukung sang presiden segera merespons. Saingan Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan pemilu belum berakhir "sampai setiap surat suara dihitung". "Kami berada di jalur untuk menang," tegasnya.

Manajer kampanye Biden, Jen O'Malley Dillon, menyebut pernyataan Trump "keterlaluan, belum pernah terjadi, dan tidak benar".

"Itu keterlaluan karena jelas-jelas merupakan upaya untuk merampas hak-hak demokrasi warga Amerika," katanya.

Baca: Donald Trump Tertinggal Jauh, Joe Biden Hanya Butuh 6 Suara Lagi untuk Bisa Jadi Presiden Amerika

Baca: Joe Biden Hanya Butuh 6 Suara Lagi, Siap Melenggang ke Gedung Putih

"Ini pertama kalinya terjadi karena belum pernah dalam sejarah kita seorang presiden Amerika Serikat berusaha untuk melucuti suara rakyat Amerika dalam pemilihan nasional,"

Alexandria Ocasio-Cortez dari Partai Demokrat, yang memenangkan pemilihan kembali untuk kursinya di Kongres, mengecam klaim Trump sebagai "tidak sah, berbahaya, dan otoriter". "

Hitung suara. Hormati hasilnya," ujarnya dalam sebuah cuitan di Twitter. Bahkan beberapa pendukung partai Trump sendiri, Partai Republik, menyuarakan kekhawatiran.

Salah satunya mantan Senator Republik dari Pennsylvania, Rick Santorum.

Santorum berkata ia "sangat terganggu" dengan komentar Trump. "Menggunakan kata penipuan ... menurut saya itu salah," ujarnya di CNN.

Dan Ben Shapiro, komentator berhaluan konservatif dan kritikus Trump, dalam sebuah twit menyebut komentar Trump "sangat tidak bertanggung jawab".

Setelah Trump berbicara, Wakil Presiden Mike Pence mencoba menghaluskan ucapannya, menolak untuk mendeklarasikan kemenangan dan menegaskan bahwa semua suara yang diberikan secara sah akan dihitung.

Akan tetapi kerusakan sudah terlanjur terjadi, kata wartawan BBC di Amerika Utara, Anthony Zurcher.

"Terlepas Trump pada akhirnya menang atau kalah, ia telah mempermasalahkan pemilihan ini, karena ia mempertanyakan mesin demokrasi Amerika itu sendiri," kata Zurcher.

Presiden AS Donald Trump mengangkat tinjunya saat ia dan Ibu Negara AS Melania Trump, menurut spekulasi ini Melania asli, naik Air Force One untuk meninggalkan Bandara Internasional Nashville setelah debat presiden terakhir di Nashville, Tennessee, 22 Oktober 2020. (MANDEL NGAN / AFP)
Presiden AS Donald Trump mengangkat tinjunya saat ia dan Ibu Negara AS Melania Trump, menurut spekulasi ini Melania asli, naik Air Force One untuk meninggalkan Bandara Internasional Nashville setelah debat presiden terakhir di Nashville, Tennessee, 22 Oktober 2020. (MANDEL NGAN / AFP) (MANDEL NGAN / AFP)

Pandemi virus corona menyebabkan lonjakan dalam jumlah pemilih AS yang memilih untuk memberikan suara mereka lebih awal lewat pos, yang memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghitung surat suara.

Di beberapa negara bagian, penghitungan surat suara mungkin perlu waktu berhari-hari.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved