TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang menantu perempuan terpaksa ditahan karena membunuh ibu mertuanya sendiri.
Gara-garanya, sang ibu mertua menyalahkan menantunya setelah diketahui hamil dan yang menghamilinya adalah ayah mertuanya sendiri alias suami dari ibu yang dibunuh itu.
Pembunuhan mengerikan yang terjadi akhir Oktober 2020 membuat geger India.
Seorang wanita berusia 29 tahun tanpa ampun membunuh ibu mertuanya yang berusia 52 tahun karena kesalahpahaman dan konflik tidak dapat diselesaikan.
Menurut media lokal, tersangka adalah menantu perempuan Nikita Agrawal (29), dari kota Beawar, negara bagian Rajasthan, India.
Baca: Baru Nikah, Wanita Ini Bunuh Ibu Kandung, Ibu Mertua, Lalu Suami: Semua karena Utang Judi
Petugas polisi mengatakan pembunuhan itu berasal dari perseteruan yang meningkat antara Nikita dan ibu mertuanya karena dia curiga bahwa kehamilan empat bulan di dalam rahimnya adalah hasil dari perselingkuhan dengan ayah mertuanya.
Nikita diketahui telah menikah dengan Dipak, putra korban, Rekha Agrawal, pada 16 Januari 2020.
Dipak saat ini menjalankan perusahaan penggalian granit di kota Gota, di negara bagian Gurajat dan tinggal di perumahan Royal Homes Flat, dikutip eva.vn, (31/10/2020).
Dalam pengaduannya, Dipak mengatakan bahwa segera setelah pernikahan, istri dan ibu mertuanya sering bertengkar karena masalah kecil.
Baca: Gara-gara Cekcok Enggan Melayat, Pria Ini Tikam Istri dan Ibu Mertua, Langsung Tewas Bersimbah Darah
Pada 24 Oktober 2020, ayah Dipak dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif Covid-19.
Pada 27 Oktober 2020, saat Dipak keluar rumah untuk berangkat ke kantor, hanya istri dan ibu mertuanya saja yang ada di rumah.
Keduanya bertengkar sengit, bahkan berkelahi.
Sekitar pukul 20.00, 27 Oktober, Dipak menerima telepon dari ayahnya yang mengabarkan bahwa teman-temannya sedang menyaksikan perkelahian antara Nikita dan Rekha.
Para tetangga memperingatkan bahwa mereka akan memanggil polisi, sehingga Dipak harus segera pulang.
Dipak menelepon istrinya sedikitnya lima kali dalam perjalanan pulang, tapi tidak pernah dijawab.
Kemudian, dia menelepon nomor ibunya dan melihat istrinya mengangkat telepon, mengatakan bahwa ibu mertuanya memukulnya dan memutus panggilan tersebut.
Dipak berkali-kali mencoba menelepon istrinya dan ibunya namun tak ada lagi sambungan.
Baca: Ditolak Calon Mertua karena Miskin dan Bukan PNS, Wanita Ini Akhirnya Pamer Kekayaan dan Mobil Mewah
Sekitar pukul 20.20, Dipak tiba dan bergegas menuju pintu apartemen lantai satu.
Ia berkali-kali mengetuk sambil memanggil istrinya atau ibunya.
Dari dalam, Nikita menjawab dia terkunci di kamarnya.
Dipak meminta tolong tetangga apartemennya untuk melihat dari jendela tentang situasi di dalam apartemennya.
Namun tirai jendela menghalangi pandangannya.
Khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk, Pak Dipak menggunakan tangga untuk memanjat melalui jendela dapur dan berhasil masuk ke dalam rumah.
Setelah masuk ke dalam rumah, Dipak memeriksa seluruh ruangan.
Alangkah terkejutnya melihat ibunya sudah tewas, tergeletak di genangan darah di lantai.
Wajah, kepala, dada dan perut Rekha juga terbakar sebagian.
Di dekat tubuh Rekha, Dipak menemukan sebatang besi yang diyakini sebagai senjata yang digunakan Nikita untuk membunuh ibunya.
Dipak segera mencari istrinya dan menemukannya sedang duduk di kamar tidurnya, bersikeras bahwa dia tidak membunuh ibu mertuanya dan tidak tahu siapa yang membunuh.
Polisi dan petugas medis datang dan memastikan bahwa Rekha telah meninggal.
Jenazahnya dibawa untuk diautopsi.
Dipak juga mengajukan pengaduan terhadap Nikita atas pembunuhan ibu mertuanya.
Selama penyelidikan awal, polisi mengatakan Nikita telah mengamuk kepada ibu mertuanya, dan menggunakan batang besi untuk memukul kepala, wajah, dan panggul Rekha.
Tak berhenti sampai di situ, usai memukuli Rekha hingga tewas, Nikita berusaha menutupi kejahatannya dengan cara menyalakan api untuk membakar tubuh Rekha.
Penyebab konflik ini konon karena Rekha mencurigai Nikita selingkuh dan sedang mengandung ayah mertuanya.
Saat ini Nikita masih dalam tahanan menunggu penyelidikan dan persidangan.
(tribunnewswiki/com/hr)