Bayi Baru Lahir Dibuang oleh Siswi SMA di Depan Panti Asuhan, Ada Buku Catatan di dalam Tas

Siswi SMA melahirkan anaknya di toilet, bayinya dibuang di depan Pantai Asuhan Giri Asih, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-bayi.jpg
hehits.co.nz
Ilustrasi Bayi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Siswi SMA berinisial RP (17) diduga membuang bayinya di depan Pantai Asuhan Giri Asih, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Bayi tersebut diduga merupakan anak dari hasil hubungan gelapnya dengan yang kekasih.

PR (16), pacar RP, juga masih duduk di bangku SMA.

Sebelumnya, penemuan bayi dibuang tersebut bermula dari ditemukannya buku catatan di dalam tas bayi.

Saat dibuka, buku catatan tersebut berisi puisi dan NIK.

“Di dalam tas ada buku catatan yang di dalamnya ada puisi dan NIK. Dari NIK ini akhirnya membuahkan petunjuk untuk pengungkapan kasus,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana, Bali, AKP Yogie Pratama, pada Kamis (29/10/2020).

Dari buku catatan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga polisi mengamankan RP di rumahnya.

"Kami lakukan pemeriksaan (dia) mengakui pembuangan bayi," ujarnya.

Kronologi

Mulanya, bayi tersebut ditemukan oleh anak panti asuhan Giri Asih.

Anak panti itu melihat kepala bayi berada di bawah, dan kakinya berada di atas atau terlihat.

Baca: Diam-Diam Melahirkan, Seorang Gadis Sekolah Sembunyikan Bayi di Freezer Kulkas

Baca: Seorang Ibu Nekat Jual Bayi yang Baru Lahir Rp 4,7 Juta untuk Biaya Tiga Anak Pertamanya

Nah, saat melihat kaki bayi anak panti asuhan itu pun berteriak.

Dalam buku catatan itu, ada catatan, ada puisi tulisan tangan dan NIK.

Dari NIK itu akhirnya mendapat alamat pelaku.

Kemudian, didapati alamat orangtua dari pelaku perempuan.

Orangtua dari pelaku perempuan memiliki tiga anak, satu anak perempuan berada di Denpasar dan ada dua lagi, salah satunya ialah ibu bayi yang masih kelas tiga SMA.

“Karena melihat wajahnya pucat. Maka kami lakukan pemeriksaan dengan membawa anak yang paling kecil (ibu bayi) ke bidan. Dari bidan itu kemudian ada tanda-tanda usai melahirkan. Akhirnya kami lakukan pemeriksaan dan mengakui pembuangan bayi,” ucapnya.

Melahirkan di toilet

Satreskrim Polres Jembrana tetap mengedepankan unsur penegakan hukum, dengan mengedepankan UU Perlindungan Anak dalam kasus pembuangan bayi.

Meskipun, dalam dakwaan, kedua orangtua disangkakan pasal 305 dan 308 KUHP menyangkut meninggalkan anak untuk ditemukan orang lain, melepaskan dari tanggung jawab dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.





Halaman
12




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved