Geger Penemuan Tumpukan Tulang-Belulang dan Abu Manusia di Situs Bekas Pembantaian Nazi

Adalah Dawid Kobialka, seorang arkeolog yang menemukan sekaligus memeriksa bukti-bukti tersebut.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-tumpukan-tulang-belulang-manusia-23.jpg
Unsplash - Travis Grossen @tgrossen
Terlihat abu manusia dan tulang yang sudah hangus berada di lokasi genosida, yang disebut 'Death Valley atau 'Lembah Kematian' di dekat Chojnice, Polandia, FOTO: Ilustrasi tumpukan tulang belulang manusia


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penemuan tumpukan tulang dan abu manusia menggegerkan sejumlah warga di Polandia.

Pasalnya, lokasi penemuan tersebut diduga berada di situs bekas pembantaian orang-orang Yahudi oleh Pasukan Nazi, sebuah partai penguasa era Adolf Hitler di Jerman.

Terlihat abu manusia dan tulang yang sudah hangus berada di lokasi genosida, yang disebut 'Death Valley atau 'Lembah Kematian' di dekat Chojnice, Polandia.

Adalah Dawid Kobialka, seorang arkeolog yang menemukan sekaligus memeriksa bukti-bukti tersebut.

Ia menemukan sisa-sisa keberadaan manusia yang persis satu atau dua centimeter dekatnya di bawah dekat Chojnice.

Baca: BLT Karyawan Gelombang II Cair Pekan Depan, Disalurkan kepada 12,4 Juta Pekerja

Tumpukan tulang dan abu di Death Valley
Tumpukan tulang dan abu di Death Valley (Pen News / Daily Star)

Baca: Gubernur yang Tidak Mematuhi Surat Edaran Upah Minimum Bisa Diberi Sanksi

Dirinya meyakini di tempat tersebut ada 1000 orang yang dibunuh oleh pasukan Nazi selama Perang Dunia Kedua.

Saking terkenalnya tempat tersebut, masyarakat sekitar menjulukinya dengan nama Lembah Kematian.

"Tujuan utama kami adalah menemukan sisa-sisa material yang berkaitan dengan eksekusi di Lembang Kematian sejak Perang Dunia Kedua", kata Dawid Kobialka dilansir oleh Daily Star, Rabu (28/10/2020).

"Kami meneliti dengan metode arkeologi standar, seperti: penelitian arsip, penelitian non-invasif, survei detektor logam, pencarian saksi, dan uji ekskavasi." tambahnya.

"Semua data yang diperoleh membuat kami yakin tempat tersebut adalah bekas eksekusi sekaligus kuburan mayat korban yang dibakar untuk menghilangkan bukti kejahatan", ujarnya.

Baca: Rutin Minum 3 Minuman Ini Tiap Pagi Hari Bisa Menghilangkan Perut Buncit

Saksi mata bernama Kazimierz Janikowski membantu memimpin Dr Kobialka ke situs Death Valley
Saksi mata bernama Kazimierz Janikowski membantu memimpin Dr Kobialka ke situs Death Valley (Pen News / Daily Star)

Baca: Ini 8 Kebiasaan Minum yang Sehat untuk Membantu Menurunkan Berat Badan

Dr Kobialka mengklaim penemuannya sesuai dengan laporan saksi tentang mayat yang dibakar setelah pembantaian.

Ia mengatakan pernah berjumpa dengan seorang saksi bernama Kazimierz Janikowski yang membawanya ke situs tersebut.

Pada tahun 1945, Kazimierz masih kecil dan berkata bahwa dirinya pernah mengujungi Death Valley dan menemukan sisa-sisa manusia yang terbakar.

Itulah yang membuat Kazimierz mengajak Dr Kobialka ke daerah itu dan menunjukkan "tempatnya sekitar 40m" dari tempat arkeolog menemukan sisa-sisa manusia.

Dr Kobialka berkata: "Para korban dibunuh dari jarak dekat dan kemudian mayatnya dilempar ke perapian untuk dikremasi."

Baca: Viral Video Penumpang Padati Bandara Internasional Hasanuddin Tanpa Protokol Kesehatan

Baca: BUMN PT Rajawali Nusantara Buka Lowongan bagi Lulusan S1, Ini Syarat & Cara Daftarnya

Penemuan sisa-sisa manusia di situs tersebut menguak penemuan artefak lainnya yang terkait dengan pembantaian tersebut.

Hal ini ditandai juga dari banyaknya tanda-tanda bekas pembakaran.

Dr Kobialka berkata: "Kami menemukan bukti material dari kejahatan tersebut, misalnya peluru dan peluru dari pistol Walther PPK dan P08 Parabellum Jerman.

“Kami menemukan barang-barang pribadi korban seperti kancing, pisau saku, koin, dan lainnya. Kami juga menemukan anting-anting dan potongan bros.

"Sebagian besar artefak memiliki tanda yang membuktikan bahwa mereka telah terbakar api bersuhu tinggi. Beberapa artefak yang terbuat dari aluminium benar-benar dilebur."

Baca: Viral Video Penumpang Padati Bandara Internasional Hasanuddin Tanpa Protokol Kesehatan

Baca: Relawan Jokowi Diangkat Jadi Komisaris BUMN, Ombudsman: Misi BUMN Berubah Jadi Politik Balas Budi

Pembantaian 1945 adalah salah satu dari dua pembantaian yang terjadi di Death Valley, yang lainnya terjadi pada tahun 1939, dengan menargetkan para intelektual dan pemimpin masyarakat Polandia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved