TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin sekte seks NXIVM (baca Nexium) Keith Raniere (60) dijatuhi hukuman 120 tahun penjara setelah sidang dramatis yang mendengarkan kesaksian 15 korbannya.
Sebelumnya, Raniere dihukum maksimal penjara seumur hidup setelah terbukti melakukan perdagangan seks anak, persekongkolan, dan konspirasi kerja paksa, pada Juni 2019.
Sebagai pendiri NXIVM, pengadilan telah mendengar bagaimana aliran sesat itu, kelompok membuat wanita dalam diet kelaparan, mencap mereka dengan inisialnya, dan memerintahkan mereka untuk berhubungan tak pantas dengannya.
Sejumlah artis Hollywood menjadi anggota sekte seks ini.
Bahkan ada di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam sidang, setelah Raniere menyatakan tidak bersalah dan tidak menyesali, pada sidang Selasa (27/10/2020), Hakim Nicholas Garaufis menjatuhkan hukuman 120 tahun yang berarti dia akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara.
Hukumannya ditunda karena begitu banyak orang yang datang untuk hadir dalam sidang.
Dikutip Daily Mail, Selasa (27/10/2020), India Oxenberg, putri aktris Dinasti Catherine Oxenberg, adalah salah satu dari mereka yang bersaksi.
Baca: MENGAKU sebagai Reinkarnasi Yesus Kristus, Pemimpin Sekte Ini Ditangkap Polisi Satuan Khusus
India mengatakan Raniere memperlakukannya seperti eksperimen sains manusia, memanggilnya "putri kecil" dan pemangsa seksual.
Dia menyesal terlibat menjadi anggota sekte NXIVM dan menyatakan hal yang mengerikan.
"Akum mungkin harus menghabiskan sisa hidupku dengan inisial Keith Raneire yang membakarku," kata India.
Di tubuhnya, India memang memiliki cap inisial huruf "K" yang ditempel dengan cara dibakar seperti menempel cap pada seekor sapi.
Hakim Garaufis menyebut Rainere sebagai sosok kejam dan gigih dalam kejahatannya yang sangat mengerikan.
Baca: Sekte Agama Cahaya Baru Ilahi Jadi Dugaan di Balik Kuburan Massal di Panama
Rainere menargetkan khusus gadis-gadis berusia muda.
"Baginya, korban pemberani adalah pembohong. Tuan Raniere tetap bergeming. Karena itu dia gagal menunjukkan penyesalan," ujar Hakim Garaufis.
Hakim menjatuhkan hukuman yang luar biasa tinggi di pengadilan federal di Brooklyn setelah mendengar pernyataan sedih dari para korban.
Para saksi ini adalah korban konspirasi perdagangan seks yang mengakibatkan hukuman Raniere tahun lalu, bersama dengan pernyataan yang tidak menyesal dari terdakwa sendiri.
"Saya yakin saya tidak bersalah atas tuduhan itu. Memang benar saya tidak menyesali kejahatan yang saya tidak percaya saya lakukan sama sekali," kata Raniere.
Karena aturan jarak sosial, lebih sedikit orang yang diizinkan berada di ruang sidang dibanding sidang tahun lalu.
Tahun lalu, Raniere juga menjalani sidang yang sama.