Bartomeu pun beralasan, pandemi Covid-19 dan isu ekonomi membuat dirinya masih harus menyelesaikan masalah di Barcelona.
"Kami mengundurkan diri dengan belum berhasil mengeksekusi penyesuaian kondisi ekonomi yang dibutuhkan klub."
"Saya harap dalam beberapa hari ke depan pemotongan gaji pemain bisa disepakati karena kalau tidak, Barcelona bisa menghadapi konsekuensi yang tidak bagus untuk masa depan klub."
"Saya pikir kami cukup berhasil dalam beberapa tahun terakhir ini. Barcelona menjadi tolok ukur klub di dunia."
"Kami mempromosikan tim perempuan. La Masia terus menjadi sumber kebanggaan dan tolok ukur akademi sepak bola di dunia. Barcelona sangat sukses dalam berbagai cabang olahraga."
"Kami mengoleksi total 149 gelar juara dari semua olahraga profesional sejak tahun 2010."
"Sekarang kami ingin membuka lembaran baru. Yang saya inginkan hanya terus menyayangi klub ini. Barcelona akan mendapatkan dukungan penuh dari saya di masa depan."
"Ketika mengambil mandat ini, kami menginginkan Barcelona menjadi klub paling global dan kami telah melakukan itu. Terima kasih kepada seluruh anggota klub, fans, pemain, staf, dan rekan kerja saya di dewan direksi klub."
Bartomeu tidak lupa berharap posisi Ronald Koeman sebagai pelatih tidak diganggu gugat menyusul pengunduran dirinya ini.
"Keputusan untuk merekrut Ronald Koeman harus dibuat oleh dewan direksi dan kami sangat bahagia dengan keputusan ini. Kami berharap waktu akan menambah nilai dari aset kami ini," sebutnya.
Posisi Koeman memang jadi terancam mengingat calon-calon Presiden Barcelona yang baru lebih dikaitkan dengan nama lain seperti kembalinya Pep Guardiola atau Xavi Hernandez.
Status Koeman pun tidak aman karena performa tim kurang memuaskan dengan terakhir kalah di kandang sendiri dalam El Clasico melawan Real Madrid.
Koeman sudah terancam dipecat sejak awal
Meski baru saja menduduki kursi kepelatihan Barcelona, ternyata Ronald Koeman sudah mendapat ancaman pemecatan.
Ancaman pemecatan tersebut datang dari salah satu kandidat calon Presiden Barcelona, Victor Font.
Seperti diketahui, Barcelona akan melakukan pemilihan presiden klub baru pada pertengahan tahun 2021 nanti.
Baca: Juventus dan Barcelona Satu Grup di Liga Champions: Akhirnya, Duel Ronaldo vs Messi Terjadi Lagi
Ternyata, Victor Font punya janji kampanye untuk Barcelona dan salah satunya akan memecat Ronald Koeman terlepas bagaimana performa klub pada musim 2020-2021.
"Bahkan jika Koeman memiliki musim yang hebat, saya tidak akan mengubah rencana saya," ujar Victor Font seperti dikutip dari Daily Mail.
"Jika saya menjadi presiden, Koeman tidak akan menjadi pelatih Barca pada musim 2021-22," tutur Victor Font menambahkan.
Sebagai gantinya, Victor Font akan menjadikan legenda klub, Xavi Hernandez sebagai pelatih Barcelona berikutnya.