PM Thailand Prayuth Chan-Ocha Diberi Waktu 3 Hari untuk Mundur dari Jabatannya

Demonstrasi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, dan bahkan sudah mulai menyebar ke bagian lain Thailand.


zoom-inlihat foto
raja-thailandok006.jpg
AFP VIA GETTY IMAGES
Seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi memakai rantai dan riasan selama demonstrasi di persimpangan jalan di Bangkok pada 15 Oktober. (AFP VIA GETTY IMAGES)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengunjuk rasa Thailand memberikan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha waktu tiga hari untuk mengundurkan diri dan memenuhi tuntutan utama lainnya termasuk mereformasi monarki.

Ribuan pengunjuk rasa pada Rabu (21/10/2020) malam menerobos barikade polisi dan kawat berduri untuk berbaris menuju kantor resmi Prayuth.

Mereka berkumpul di dekat gedung Government House.

Segera setelah itu, perdana menteri mengatakan bahwa pemerintahnya siap untuk mencabut aturan darurat melarang pertemuan besar di ibu kota jika protes dapat berlangsung dengan damai.

"Kami mengajukan surat agar Prayuth mengundurkan diri, yang merupakan salah satu dari tiga tuntutan kami," kata Free Youth, salah satu organisasi protes utama, dalam sebuah posting Facebook pada Rabu malam seperti dilansir oleh South China Morning Post.

“Jika dalam tiga hari pemerintah tidak memberikan jawaban, rakyat akan kembali dengan tuntutan lebih tinggi dari sebelumnya.”

Baca: Terkuak Perilaku Raja Thailand yang Bikin Mahasiswa Tuntut Reformasi Monarki: Anjing Jadi Marsekal

Pengunjuk rasa pro-demokrasi berkumpul di persimpangan jalan utama selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 21 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berkumpul di persimpangan jalan utama selama unjuk rasa anti-pemerintah di Bangkok pada 21 Oktober 2020. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP) (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Prayuth sendiri telah berjuang untuk membendung gelombang demonstrasi jalanan yang terus meningkat.

Pemerintah tidak menunjukkan tanda-tanda akan memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa, yang akan menjungkirbalikkan elit royalis yang telah mempertahankan kekuasaan di sebagian besar wilayahThailand.

Namun, di sisi lain mereka juga berusaha untuk menghindari pertumpahan darah yang dapat lebih mengguncang perekonomian.

"Saya akan mengambil langkah pertama untuk meredakan situasi ini," kata Prayuth dalam pidatonya di depan negara pada hari Rabu.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved