TRIBUNNEWSWIKI.COM - Negara Rusia dituduh telah mengeluarkan berita bohong setelah mendiskreditkan pengembangan vaksin virus corona oleh para ilmuwan d Universitas Oxford.
Dalam sebuah artikel di Daily Star, Jumat (16/10/2020) muncul hoax di Rusia yang mengklaim vaksin Covid-19 akan mengubah orang menjadi monyet.
Sejumlah gambar dan video yang berkaitan dengan hoax tersebut diketahui telah beredar di media sosial.
Informasi 'konyol' ini menyebut bahwa vaksin yang juga digunakan untuk simpanse ini akan turut mengubah manusia menjadi monyet.
Tak hanya itu, klaim ini juga menyebut bahwa setiap vaksin yang dikembangkan di Inggris adalah berbahaya.
Baca: Selain Hilangkan Centang Biru, Begini Cara Baca Chat di Whatsapp Tanpa Ketahuan Sedang Online
Baca: Demo Anti-Pemerintah Tak Kunjung Reda Meski Telah 6 Tahun Berlalu, Ini Tuntutan Rakyat Thailand
Informasi palsu ini masif beredar di sejumlah televisi di Rusia, termasuk program TV Rusia, Vesti News, yang setara dengan BBC Newsnight.
Sebuah gambar yang telah direkayasa menunjukkan Perdana Menteri Boris Johnson berjalan di Downing Street layaknya 'Yeti', sesosok legenda monster di Pegunungan Himalaya, dengan caption 'Saya suka vaksin hebat ini'
Klaim gelap ini diperkirakan telah disebarkan di sejumlah negara bagian di Rusia.
Ini terjadi di tengah usaha Rusia meluncurkan vaksin Sputnik V.
Berbicara kepada program BBC Radio Four, Profesor Infeksi Pediatrik dan Imunitas dari Universitas Oxford, Profesor Pollard menyebut: "Pada konteks ini, setiap informasi yang tidak benar akan kami lihat sebagai kemungkinan intervensi di masa depan dalam usaha mengatasi pandemi"
Baca: Bawa Karikatur Nabi Muhammad ke Kelas, Guru di Paris Dibunuh dan Dipenggal, Pelaku Ditembak Mati
Baca: Pemuda 18 Tahun Perkosa Gadis di Bawah Umur, Dicekoki Miras hingga Diancam Akan Dipukuli
"Jenis vaksin yang kami miliki sangat mirip dengan sejumlah vaksin lain, termasuk vaksin dari Rusia, yang semuanya menggunakan 'Virus Common Cold' dari manusia ataupun dari simpanse"
"Bagi tubuh kita, virus itu terlihat sama"
"Kami sebenarnya tidak melibatkan simpanse sama sekali dalam proses pembuatan vaksin. Ini tentang virus, bukan hewan yang bisa menginfeksi kita"
Dia menambahkan, "Tubuh kita tidak akan merespons (apakah virus ini) dari simpanse atau manusia"
"Ia hanya merespons protein yang masuk untuk membuat kekebalan tubuh", tukasnya.
Baca: Bisa Hadirkan Hal Negatif, Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Mendekorasi Dapur Menurut Feng Shui
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)