Hari Ini dalam Sejarah 16 Oktober 1964: China Ledakkan Bom Atom Pertamanya

Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara kelima yang memiliki senjata nuklir


zoom-inlihat foto
china-bom-atom.jpg
Ctbto dan Wikimedia Commons
Awan jamur ledakan bom atom China pada 16 Oktober 1964

Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara kelima yang memiliki senjata nuklir




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Republik Rakyat Tiongkok berhasil meledakkan bom atom pertamanya pada 16 Oktober 1964.

Pada hari itu China menyatakan hanya akan menggunakan senjata nuklir untuk pertahanan dan menjaga keamanan nasional.

Ketika Republik Rakyat Tiongkok berdiri, Uni Soviet setuju memberikan bantuan teknologi kepada China untuk mengembangkan industri nuklir.

Namun, pada tahun 1959 Uni Soviet menolak memberikan informasi relevan seperti yang dijanjikan, dan justru menarik semua teknisi dan penasihatnya dari China.

Mao Zedong akhirnya meminta para ilmuwan China untuk berdikari dalam mengembangkan senjata nuklir.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 16 Oktober: Nyonya Defisit, Marie Antoinette, Dieksekusi di Tengah Revolusi

Citra satelit tempat uji nuklir di Lop Nur
Citra satelit tempat uji nuklir di Lop Nur (Wikimedia Commons)

  • Tekanan dari AS


China mengembangkan senjata nuklir untuk menanggapi tekanan dari Amerika Serikat (AS).

Pada Juli 1950, awal Perang Korea, Presiden Harry Truman meminta 10 pesawat B-29 berkonfigurasi nuklir dikirim ke Pasifik.

AS melakukannya untuk menekan China agar tidak ikut campur selama Perang Korea.

Dua tahun kemudian, Presiden Dwight Eisenhower mengisyaratkan dirinya mengizinkan penggunaan senjata nuklir terhadap China apabila tidak ada kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata dalam Perang Korea.

Pada tahun 1954 Jenderal Curtis mendukung penggunaan senjata nuklir terhadap China jika negara itu terus berperang di Korea.

Tidak hanya itu, pada Januari 1955 Laksamana Angkatan Laut AS Arthur Radford juga mendukung penggunaan senjata nuklir untuk melawan China apabila negara pimpinan Mao Zedong itu menyerbu Korea Selatan.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 15 Oktober 1917: Mata-Mata dan Penari Striptis, Mata Hari, Dieksekusi

  • Soviet membantu


China mulai mengembangkan senjata nuklir pada musim dingin tahun 1954.

Dengan bantuan Uni Soviet, penelitian nuklir dimulai di Institut Fisika dan Energi Atom di Beijing.

China kemudian membangun pabrik pengayaan uranium untuk menghasilkan uranium yang bisa digunakan untuk membuat senjata senjata nuklir.

Pada 15 Oktober 1957 Uni Soviet dan China menandatangani perjanjian mengenai teknologi pertahanan.

Dalam perjanjian itu Soviet bersedia memasok "sampel bom atom" dan data teknis sehingga Beijing bisa membuat bom nuklir.

Pada tahun 1955-1959 ada sekitar ilmuwan nuklir dan insiyur China yang pergi ke Soviet.

Selain itu, ada pula ratusan ahli nuklir Soviet yang pergi ke China untuk bekerja di industri nuklir mereka.

Namun, pada tahun 1959 hubungan Soviet dan China memanas dan menyebabkan Soviet menghentikan semua bantuannya kepada China.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Oktober 1912: Presiden AS Theodore Roosevelt Ditembak Orang Tak Waras

  • Uji nuklir


Mao Zedong akhirnya meminta para ilmuwan China untuk berdikari dalam mengembangkan senjata nuklir.

Proyek uji nuklir China dinamai 59-6, menggunakan nama bulan dan tahun dimulainya proyek (Juni 1959).

Operasi 59-6 dijalankan di tempat uji coba yang berada Lop Nur, Gurun Gobi, Provinsi Xinjiang.

Bom nuklir berkekuatan 22 kiloton dipasang di atas menara baja dan diledakkan pada 16 Oktober 1964.

Itu adalah tes nuklir pertama dari 45 tes nuklir yang semuanya dijalankan di Lop Nur.

Ada 23 tes nuklir yang atmosferik dan 22 lainnya di bawah tanah. Kekuatan bom bervariasi dari 1 kiloton hingga 4 megaton.[4]

AS tidak terkejut dengan uji nuklir ini karena intelijen mereka sudah tahu bahwa China mengembangkan senjatan nuklir sejak tahun 1950-an.

China saat itu resmi menjadi negara kelima yang memiliki senjata nuklir, yakni setelah AS, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis.

Keberhasilan uji coba nuklir ini membuat ketegangan antara Soviet dan China meningkat.

Uji coba tersebut kemungkinan mendorong Soviet untuk berusaha lebih keras dalam menghentikan penyebaran senjata nuklir.

Pada tahun 1968 Soviet dan AS menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Chuck Yeager Jadi Manusia Pertama yang Terbang Melebihi Kecepatan Suara

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa China meledakkan bom nuklir pertamanya
Pada 16 Oktober 1964
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved