“Torang tunggu komu di mkssr kota daeng kota para demonstran.”
Istilah Kota Para Demonstran ini dikemukakan Sari, saat memberi caption bagi foto unggahan yang menggambarkan pengurus Ikatan Keluarga Mahassiswa Bangkep (Banggai Kepualauan) Makassar, tahun 2019 lalu.
Laiknya aktivis millennial, Sari Labuna juga aktiv di kegiatan kerelawanan sosial, dan lingkungan hidup.
Baca: Beda Pandangan soal UU Cipta Kerja, Ferdinand Hutahaean Putuskan Mundur dari Partai Demokrat
Baca: Viral Anak Sultan Ikut Demo Tolak Omnibus Law, Helm Belasan Juta Jadi Sorotan Warganet
Dari beberapa unggahan forto dan video di akun media sosialnya, Sari juga aktif sebagai pengiat lingkungan hidup di Komunitas Siri' Na Pacce.
Beberapa kolase foto juga menggambarkan Sari, aktif di Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan ACT.
Aktivis luar kampus, untuk membela kepentingan orang banyak terasah saat aktif di KPK dan Gerakan Rakyat Makassar (Gerak).
Sejak awal tahun lalu, dia mulai aktif menolak RUU Cipta Kerja.
Dia juga menggalang jaringan aktivis membela buruh dan pekerja untuk aksi di DPRD.
Bersama FPBN, SP DANAMON, FSB KAMIPARHO, SPN, GSBN, SP ANGGING MAMMIRI, GRD, LBH MAKASSAR, FNK, KPR, KPA, SRIKANDI, KPK, LMND, PPI, KSM, SP PPI, dan FPPI, usai Lebaran Idul Adha, Kamis (16/07/2020) di depan DPRD Sulawesi Selatan.
Bersama rekan-rekan aktivis mahasiswa kesehatan, wanita musa dan energik ini juga turun ke jalan, meminta Polda Sulsel mengusut insiden kebakaran di kantior dinas kesehatan Sulsel, Tamalanrea.
“Hasil investigasi kami, ruangan Kadis, pembangunan sosial dan kesejahteraan (PSDK) dan keuangan dan data, menururnya mencurigakan.”
(TribunnewsWiki.com/Restu, Tribun-timur.com)
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ditahan Gegara 'Keranda' Puan Maharani, Sari Labuna: Makassar Itu Negeri Para Demonstran