FPI, GNPF, PA 212 dan Puluhan Ormas Akan Gelar Aksi Besar Tolak UU Cipta Kerja 13 Oktober 2020

Aksi tolak UU Cipta Kerja akan kembali dilakukan, kini giliran FPI, GNPF, PA 212 dan puluhan Ormas yang akan menolak UU Cipta kerja pada 13 Oktober.


zoom-inlihat foto
ribuan-massa-dari-front-pembela-islam-fpi-konvoi.jpg
(Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Ribuan massa dari Front Pembela Islam (FPI), konvoi melintasi jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2013). Konvoi dengan tema Putihkan Jakarta ini sebagai perayaan ulang tahun FPI yang ke 15 | Aksi tolak UU Cipta Kerja akan kembali dilakukan pada 13 Oktober 2020.


Aksi tolak UU Cipta Kerja akan kembali dilakukan, kini giliran FPI, GNPF, PA 212 dan puluhan Ormas yang akan menolak UU Cipta kerja pada 13 Oktober.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi tolak UU Cipta Kerja dikabarkan akan berlanjut.

Kali ini, aksi tolak UU Cipta Kerja dilakukan oleh gabungan aliansi yang mayoritas berbasis agama.

Dalam sebuah poster yang diunggah akun Twitter @HRSCenter, aksi tolak UU Cipta Kerja akan dilakukan pada Selasa (13/10/2020).

Aksi tolak UU Cipta Kerja akan dilakukan serempak di seluruh Indonesia pada 13 Oktober mendatang.

Aksi unjuk rasa dimotori oleh Ormas Front Pembela Islam, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, PA212 dan puluhan ormas lainnya.

Gabungan aliansi menamakan diri sebagai Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI).

Sementara, di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Istana Negara mulai pukul 13.00.

Menyoroti kebijakan UU Cipta Kerja, sebelumnya FPI, GNPF Ulama, PA 212, dan HRS Center menggelar jumpa pers.

Baca: Sebut Jokowi Angkat Isu Tak Relevan, WALHI Curiga Presiden Belum Baca Draf UU Cipta Kerja

Baca: FPI Motori Aliansi Nasional Anti Komunis akan Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Istana Negara

"Mengamati perkembangan politik, hukum, yang semakin menjauh dari cita-cita nasional sebagaimana yang tercantum dalam mukadimah UUD 1945," ujar Slamet Maarif mewakili aliansi, dikutip dari Wartakotalive.com.

"Kebijakan penyelengaraan negara telah mendegradasi prinsip kedaulatan rakyat dan paham negara kesejahteraan dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis," imbuhnya











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved