TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemeran Ada Apa Dengan Cinta, Nicholas Saputra, tengah menjadi sorotan warganet di media sosial.
Aksi keren Nicholas Saputra di Bali mendapat banyak pujian dari warganet.
Pasalnya, beredar video singkat Nicholas Saputra menghadang sepeda motor yang dikendarai oleh seorang turis.
Dengan tenang, Nicholas Saputra berdiri tegap di tengah trotoar menghadang motor yang dikendarai oleh wisatawan asing tersebut.
Alasannya yakni karena turis asing tersebut mengendarai motor di atas trotoar yang diperuntukkan untuk pengguna jalan.
Aksi Nicholas Saputra itu kemudian menjadi viral di sosial media.
Nicholas Saputra pun membenarkan video yang beredar itu Saat melakukan siaran langsung Instagram bersama @thewatchco.
"Yeah, that was me (Ya Itu Aku)," kata Nicholas Saputra sambil tertawa, pada Minggu (11/10/2020).
Baca: Di Balik Nama Dian Sastrowardoyo, Ternyata Lawan Main Nicholas Saputra Ini Cucu Tokoh Sumpah Pemuda
Baca: Lutfi Agizal Ajak Kolaborasi, Dinar Candy Spontan Tolak: Dislike Banyak Aduh Maaf Ya
"Itu sudah lama sebenarnya, kayaknya sudah tiga tahun yang lalu deh kejadiannya," ungkap Nicholas Saputra.
Dalam video tersebut, terlihat sepasang wisatawan asing melanggar lalu lintas dengan berkendara motor di jalur pedestrian.
Melihat kejadian tersebut, Nicholas Saputra berhenti tepat di jalur wisatawan tersebut.
Dia terlihat menegur mereka.
Kegigihan Nicholas Saputra mempertahankan jalur pejalan kaki itu membuat turis asing itu menyerah dan turun ke jalan seperti seharusnya.
Setelah itu, Nicholas Saputra pun terlihat tersenyum dan melanjutkan berjalan di trotoar.
Video pendek dirinya itu pun viral di media sosial dan mendapat banyak apresiasi dari warganet.
Pesan Nicholas Saputra dalam film Semesta
Melalui film berjudul Semesta yang diproduserinya, Aktor Nicholas Saputra ingin menyampaikan pesan mengenai alam.
Ia mengatakan ingin film itu bisa menjadi jembatan agar orang-orang membuka ruang diskusi mengenai lingkungan hidup.
Untuk sebuah pergerakan mengenai lingkungah hidup, Nicholas Saputra tidak berharap banyak.
Sebab, kata Nicholas Saputra, berbicara soal edukasi dan pergerakan harus melalui jenjang waktu yang panjang, bukan selesai menonton langsung hatinya tergerak.