Sebenarnya Manchester United sempat unggul melalui gol penalti Bruno Fernandes pada menit ke-2.
Namun buruknya pertahanan yang dipimpin oleh kapten Harry Maguire membuat Manchester United secara beruntun dijebol oleh Tanguy Ndombele (4'), Son Heung-Min (7', 37'), Harry Kane (30', 79'-pen), dan Serge Aurier (51').
Penyerang Tottenham, Harry Kane melepaskan jumlah tembakan (7) dan tembakan tepat sasaran (3) lebih banyak dibandingkan kombinasi seluruh pemain Manchester United (5 & 2).
Adapun tandemnya, Son Heung-Min menciptakan peluang (5) lebih banyak daripada gabungan semua pemain Manchester United (4).
Mengutip situs resmi Premier League, Tottenham Hotspur yang kini dilatih Jose Mourinho memang tampil lebih mendominasi atas Manchester United.
Baca: Manchester United Ternyata PHP dan Pelit Membeli Pemain Baru, Solskjaer Minta Maaf ke Suporter
Spurs memimpin penguasaan bola dengan 61,9 persen ketika berlaga melawan The Red Devils.
Dari segi peluang, The Lilywhites juga memiliki 22 yang 8 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer hanya mempunyai 5 kesempatan dengan 2 menuju ke gawang.
Skor 6-1 untuk Tottenham Hotspur tetap tidak berubah hingga wasit Anthony Taylor meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Manchester United mengulang memori kelam 1996 dan 2011 ketika kemasukan enam gol dalam sebuah laga Liga Inggris.
The Red Devils diremukkan Southampton pada 1996 dan ditekuk rival satu kota, Manchester City pada 2011.
Hasil buruk ini membuat Manchester United terjerembab di posisi 16 klasemen sementara Liga Inggris dengan poin 3 dari tiga laga dilakoni.
Baca: Juventus dan Barcelona Satu Grup di Liga Champions: Akhirnya, Duel Ronaldo vs Messi Terjadi Lagi
Ternyata, nasib nahas juga dialami oleh sesama tim Nort-West yang juga rival abadi Manchester United, siapa lagi kalau bukan Liverpool.
Liverpool yang berstatus juara bertahan liga juga hancur lebur di markas Aston Villa, Stadion Villa Park, dengan skor 7-2 dalam pertandingan Liga Inggris, Minggu (4/10/2020).
Mengutip dari situs resmi Premier League, uniknya Liverpool sebenarnya tampil lebih mendominasi.
Liverpool memimpin penguasaan bola dengan 69,1 persen !
Dari segi peluang, The Reds memiliki 14 yang 8 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun Aston Villa mempunyai 18 kesempatan dengan 11 menuju ke gawang.
Aston Villa menutup pertandingan dengan kemenangan 7-2 atas Liverpool.