Selain cantik dan seksi, hakim Vivian Polania Franco tak segan-segan berpose vulgar bahkan sampai berfoto telanjang.
Dan foto-fotonya dia upload di akun Instagram miliknya, @vivianpolaniaf.
Hakim Vivian sudah memiliki 90.600 pengikut di Instagram.
Namun, ia kini dalam proses penyelidikan petugas di Bogota, Kolombia.
Dilaporkan Daily Star, Selasa (29/9/2020), hakim Vivian dalam penyelidikan bukan karena mengupload foto-foto vulgarnya di media sosial.
Ia dipersoalkan karena foto seksinya dipakai sebagai endorse sebuah produk pakaian.
Dia dijuluki "hakim serba bisa" setelah mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa lekuk tubuhnya yang membuat iri membuatnya mendapatkan tawaran promosinya dari perusahaan desainer.
Diakui sebagai Hakim Tegas
Meski foto-foto seksinya jadi bahan kontroversial, namun sebagai hakim, Vivian dikenal tegas dan adil.
Ia sudah lama malang melintang, selama 14 tahun berkecimpung di dunia hukum.
Sebelum jadi hakim, dia adalah pengacara, spesialis hukum konstitusi, kandidat untuk gelar Magister Hukum dengan Penekanan pada Hak Asasi Manusia.
Posisi resminya saat ini adalah Hakim Kriminal Kota Pertama dengan fungsi pengawasan jaminan rawat jalan di Cucuta.
Mereka yang melihatnya untuk pertama kali, tidak percaya bahwa Vivian adalah hakim karena cara berpakaiannya serta 35 tato yang dia miliki di sekujur tubuhnya.
Tetapi mereka yang sudah mengenalnya tahu bahwa ketika dia memakai jubah hitam dan memegang palu kayu di tangannya, dia tegas dalam menerapkan keadilan.
Untuk alasan ini, baik jaksa maupun mereka yang ditangkap ketika mereka berada di hadapannya, tahu bahwa keputusan yang dia buat sesuai dengan hukum dan dia tidak takut untuk mengirim penjahat berbahaya ke penjara.
Vivian juga pernah menjadi asisten beberapa hakim di Bogota, di mana dia berkata bahwa dia telah belajar banyak dari mereka semua.
Tetapi ketika kehidupan profesionalnya meningkat, ayahnya didiagnosis mengidap kanker, jadi dia harus menyerahkan segalanya, untuk mendedikasikan waktunya untuk ayahnya.
Setelah episode malang ini, Vivian kembali ke Cabang Kehakiman, tetapi kali ini di ruang disiplin Dewan Sektional Kehakiman Bogota, menjadi seorang penasihat.
Setelah beberapa bulan bekerja di kantor itu, mereka meneleponnya dan memberi tahu dia bahwa di Cucuta ada lowongan untuk hakim.
Dia terkejut dengan tawaran itu, tetapi tanpa berpikir dua kali, ia melamar ke sana.