Dijanjikan Jadi Agen Properti hingga Ditawari Mess, Dua Wanita ini Malah Dijual Sebagai PSK

2 wanita di Tangerang ini ditipu masuk ke praktik prostitusi, sebelumnya ditawari menjadi agen properti.


zoom-inlihat foto
pacaran-3-bulan-siswa-s.jpg
tribunnews
Ilustrasi prostitusi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dua wanita berinisial 'AR' dan 'WP' kedapatan sedang menjajakan diri di sebuah hotel di bilangan Serpong.

Keduanya diciduk Tim Pengawasan dan Pengendalian Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat diperiksa, keduanya mengaku sedang menunggu lelaki yang telah memesan mereka melalui aplikasi online.

Namun bukan karena niat mereka sendiri, AR dan WP mengaku ditipu setelah ditawari bekerja sebagai agen properti.

Hartina Hajar, Kasi Perlindungan Hak Perempuan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB), menjelaskan, keduanya mengaku tertipu datang ke Tangsel setelah ditawari bekerja di bidang properti.

Janji tinggal janji, keduanya justru dipekerjakan sebagai wanita panggilan.

Bekerja sejak pandemi Covid-19

AR dan WP mengaku mulai menjadi pekerja seks komersial (PSK) sejak lima bulan lalu, kala pandemi Covid-19 tengah mengganas.

"Mereka ditawari kerja di agen properti dan disediakan mess di salah satu penginapan di serpong tetapi mereka tidak dipekerjakan di properti melainkan di pekerjakan sebagai wanita panggilan," ujar Hartina saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Baca: Kepergok Mesum di Kamar Mandi, Wanita Ini Mendadak Kesurupan saat Sang Pria Betulkan Celana

Baca: PSK Tewas Layani 6 Pelanggan Sekaligus dalam Sehari, Sempat Diingatkan Suami Malah Minta Cerai

Selama lima bulan, kedua wanita malang itu menjajakan tubuhnya kepada berbagai macam pria yang memesan.

Setiap hari, mereka bisa kencan dengan dua pria sekaligus.

Selama lima bulan di masa pandemi Covid-19 ini, AR mengaku telah mendapat 20 pelanggan.

"AR mengaku selama lima bulan dia sudah mendapatkan sekitar 20 pelanggan. Sedangkan WP mendapatkan orderan satu sampai dua orang sehari," ujarnya.

Hartina tengah mendalami apakah ada unsur TPPO pad kasus AR dan WP.

"Diduga terindikasi terlibat TPPO, dia hanya sebagai korban," ujarnya.

PSK bawa kabur motor pelanggan karena kesal tak dibayar

Pekerja seks komersial (PSK) diciduk oleh aparat kepolisian setelah membawa kabur sepeda motor milik pelanggannya di Palembang.

Pasalnya, PSK berinisial Her (30) kesal tak dibayar sesuai kesepakatan oleh si pelanggan.

Tarif bookingan Her yang dihargai Rp 800.000 itu tak direspons pria yang mengajaknya berkencan.

Padahal pria tersebut sudah berkali-kali mengajaknya hubungan badan di kos sewa.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved