Rusia Kecam Penggunaan 'Pejuang Suriah dan Libya' dalam Konflik Nagorno-Karabakh

Sebagai informasi, ada dua sumber dari Suriah yang menyebut Turki mengirimkan para kombatan Suriah untuk mendukung Azerbaijan.


zoom-inlihat foto
armenia-azerbaijan-12358.jpg
Handout / Armenian Foreign Ministry / AFP
FOTO: Sebuah foto dari Kementerian Luar Negeri Armenia pada 28 September 2020 ini menunjukkan petugas medis membantu seorang pria, yang terluka dalam bentrokan di wilayah Nagorno Karabakh yang memisahkan diri dari Azerbaijan.


Sebagai informasi, ada dua sumber dari Suriah yang menyebut Turki mengirimkan para kombatan Suriah untuk mendukung Azerbaijan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam ada penggunaan tentara Suriah dan Libya dalam konflik di Nagorno-Karabakh.

Kecaman ini datang setelah ada sumber yang menyebut Turki mengirim pasukan dari Suriah untuk membantu Azerbaijan melawan Armenia yang bertempur selama empat hari terakhir.

Bagi Rusia, ini merupakan tindakan yang ilegal.

Negara pimpinan Vladimir Putin ini meminta kepada negara-negara yang terlibat dalam konflik untuk berhenti memakai 'tentara bayaran' hingga 'teroris luar negeri'.

Sebagai informasi, ada dua sumber dari Suriah yang menyebut Turki mengirimkan para kombatan Suriah untuk mendukung Azerbaijan.

Adapun sumber ini telah dibantah oleh Turki dan Azerbaijan, dilansir Reuters, Kamis (1/10/2020).

Baca: Konflik Nagorno-Karabakh: Turki Kirim 4.000 Pejuang dari Suriah Demi Bantu Azerbaijan Lawan Armenia

FOTO: Tangkapan layar video yang dirilis oleh web resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada 28 September 2020, diduga menunjukkan pasukan Azeri sedang melakukan operasi tempur selama bentrokan melawan tentara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh.
FOTO: Tangkapan layar video yang dirilis oleh web resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada 28 September 2020, diduga menunjukkan pasukan Azeri sedang melakukan operasi tempur selama bentrokan melawan tentara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh. (Handout / Azerbaijani Defence Ministry / AFP)

Baca: Dewan Keamanan PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Tempuh Genjatan Senjata

Respons Internasional

Konflik yang terjadi antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh mendapat respons dari sejumlah negara di dunia.

Diberitakan TribunnewsWiki.com sebelumnya, komentar internasional ini datang dari berbagai pihak yang sebagian besar menginginkan agar terjadinya perdamaian antar-kedua negara yang merupakan musuh bebuyutan di Pegunungan Kaukus ini.

Respons pertama datang dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Ia mangatakan "sangat prihatin" atas konflik kedua negara tersebut.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved