Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Herniasi otak merupakan istilah yang digunakan saat bergesernya sebagian jaringan otak dari posisi normal.
Kondisi tersebut mengakibatkan jariangan otak bergeser melewati celah di tulang tengkorak, baik celah terbentuk secara alami maupun akibat operasi di kepala.
Kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam jiwa.
Oleh karena itu harus segera mendapatkan penanganan medis.
Herniasi otak dapat dibagi menjadi beberapa tipe berikut:
Subfalcine
Pada tipe herniasi otak yang paling umum ini, jaringan otak bergeser ke bawah falx cerebri, yakni membran yang ada di
tengah otak.
Jaring tersebut kemudian terdorong ke sisi sebelahnya.
Transtentorial herniation
Tipe ini dibagi menjadi dua jenis lagi yang meliputi Descending transtentorial atau uncal herniation dan Ascending transtentorial herniation.
Pada descending transtentorial, uncus atau bagian dari lobus temporal otak bergeser ke bawah, yakni ke area posterior fossa.
Tipe ini merupakan jenis herniasi otak kedua yang paling umum terjadi setelah subfalcine.
Kemudian pada jenis Ascending transtentorial herniation, cerebellum atau otak kecil dan batang otak bergeser ke atas
melewati membran tentorium cerebelli.
Cerebellar tonsillar herniation
Suatu bagian otak bernama cerebella tonsil bergeser ke bawah melalui foramen magnum, yakni celah di tengkorak dimana sumsum tulang belakang terhubung ke otak. (1)
Baca: Kernikterus
Baca: Kebotakan
Penyebab #
Herniasi otak disebabkan oleh pembengkakan otak.
Pembengkakan tersebut menekan dan menggeser jaringan otak dari posisi
normalnya.
Herniasi otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:
- Cedera kepala.
- Perdarahan di otak.
- Stroke.
- Tumor otak.
- Abses (kumpulan nanah) di otak, akibat infeksi bakteri atau
- jamur.
- Hidrosefalus (penumpukan cairan dalam otak).
- Prosedur bedah otak.
- Kelainan pada struktur otak yang disebut malformasi Chiari.
- Penyakit pembuluh darah, seperti aneurisma otak. (2)
Gejala #
Herniasi otak adalah kondisi yang sangat berbahaya bila tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala penyakit ini, di antaranya:
- Pingsan.
- Pusing.
- Sakit kepala.
- Sulit berkonsentrasi.
- Tekanan darah tinggi.
- Tubuh terasa lemah.
- Denyut nadi tidak beraturan.
- Kejang.
- Kehilangan refleks tubuh.
- Hilangnya refleks batang otak, seperti respons pupil terhadap
- cahaya dan kedipan mata.
- Henti jantung.
- Henti napas. (3)
Baca: Abses Otak
Baca: Kanker Otak
Pengobatan #
Herniasi otak termasuk kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis secepat mungkin.
Karena itu, penderita harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Secara medis, penanganan herniasi otak umumnya meliputi:
- Pemasangan selang penyedot (drain) untuk mengeluarkan cairan serebrospinal yang berlebih di otak.
- Pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan pada otak, seperti manitol, cairan saline, maupun diuretik.
- Pemasangan alat bantu napas. Tujuannya adalah meningkatkan laju napas penderita, sehingga menurunkan jumlah karbondioksida dalam darahnya.
- Pengambilan sampel darah atau bekuan darah juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan di kepala dan memicu herniasi otak.
- Pengangkatan sebagian komponen tulang tengkorak guna memberikan ruang yang lebih besar untuk otak yang membengkak.
Herniasi otak dapat dicegah dengan segera menangani kondisi peningkatan tekanan di dalam kepala.
Untuk mengetahui kondisi ini, Anda perlu menjalani pemeriksaan medis.
Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan medical check-up secara berkala, terutama bila merasakan gejala yang mencurigakan. (4)
(TribunnewsWiki.com/Restu)
| Nama Penyakit | Herniasi Otak |
|---|
| Jenis Penyakit | Penyakit Otak |
|---|
| Gejala atau Ciri | Pembengkakan Otak |
|---|
Sumber :
1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com