Fibrosis Paru

Fibrosis Paru merupakan penyakit paru-paru yang ditandai dengan munculnya jaringan parut, sehingga penderitanya mengalami gangguan pernapasan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-atelektasis.jpg
Kompas.com
ILUSTRASI keadaan paru-paru yang tidak sempurna

Fibrosis Paru merupakan penyakit paru-paru yang ditandai dengan munculnya jaringan parut, sehingga penderitanya mengalami gangguan pernapasan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fibrosis paru merupakan keadaan yang menyebabkan paru-paru mempunyai jaringan parut dan menjadi kaku.

Hal Ini membuat Anda sulit untuk bernapas dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Pada akhirnya, penderita Fibrosis paru akan mengalami gagal napas, gagal jantung, atau komplikasi lainnya.

Para peneliti saat ini percaya bahwa kombinasi paparan iritan paru-paru seperti bahan kimia tertentu, merokok, dan infeksi, bersama dengan faktor genetik dan aktivitas sistem kekebalan tubuh, memiliki peran penting dalam fibrosis paru.

Namun dalam sebagian besar kasus, penyebab penyakit ini tidak dapat ditemukan.

Kondisi ini disebut juga dengan fibrosis paru idiopatik.

Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh fibrosis paru tidak dapat diperbaiki.

Meski demikian, obat-obatan dan terapi, dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Bagi beberapa orang, transplantasi paru-paru mungkin merupakan pengobatan yang tepat. (1)

Baca: Bintitan

Baca: Cegukan

  • Penyebab


Fibrosis paru disebabkan oleh jaringan parut yang terbentuk di dalam paru-paru.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu terbentuknya jaringan parut tersebut, di antaranya:

Lingkungan pekerjaan

Partikel kimia berbahaya, seperti serat asbes, serbuk batu bara, dan debu logam, berisiko merusak organ paru jika paparannya berlangsung dalam jangka waktu lama.

Partikel kimia tersebut dapat ditemukan di area pertambangan, pertanian, dan konstruksi bangunan.

Penyakit tertentu

Fibrosis paru dapat berkembang dari beberapa penyakit, seperti pneumonia, rheumatoid arthritis, skleroderma, dan sarkoidosis.

Obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan dapat merusak jaringan paru-paru, seperti obat kemoterapi (methotrexate dan cyclophosphamide), obat penyakit jantung (amiodarone), antibiotik (nitrofurantoin dan ethambutol), serta obat antiperadangan (rituximab dan sulfasalazine).

Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi yang umumnya diberikan untuk mengobati kanker berisiko merusak paru-paru, terutama bila dilakukan dalam jangka waktu lama.

Gejala kerusakan paru-paru dapat terlihat dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun sejak penderita terpapar radiasi.

Selain beberapa penyebab di atas, ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena fibrosis paru, yaitu:

Usia dan jenis kelamin

Sebagian besar penderita fibrosis paru adalah orang yang berusia antara 40-70 tahun.

Meskipun demikian, kondisi ini juga dapat dialami oleh bayi dan anak-anak.

Fibrosis paru juga lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.

Kebiasaan merokok

Risiko perokok aktif atau orang yang pernah merokok untuk terkena fibrosis paru lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah merokok sama sekali.

Faktor keturunan

Fibrosis paru dapat diturunkan dalam keluarga.

Pada beberapa kasus, penderita fibrosis paru diketahui memiliki anggota keluarga yang juga menderita penyakit ini. (2)

  • Gejala


Dalam kondisi tertentu, seorang pengidap Fibrosis Paru mungkin tak akan mengalami gejala yang parah.

Bahkan untuk beberapa waktu, ada penderita yang tidak mengalami gejala apapun.

Sesak napas biasanya merupakan gejala pertama yang terjadi.

Tanda dan gejala yang ditimbulkan fibrosis paru adalah:

  • Napas yang pendek atau sesak (dispnea)
  • Batuk kering dan menahun
  • Mudah merasa lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Pegal pada otot dan sendi
  • Pelebaran dan pembulatan ujung jari tangan atau kaki (clubbing finger)

Perjalanan penyakit fibrosis paru dan beratnya gejala dapat bervariasi pada setiap individu.

Beberapa orang dalam waktu singkat dapat mengalami rasa sakit, dan sifatnya berat.

Sementara itu, orang lainnya memilki gejala dengan tingkat sedang, yang memburuk secara perlahan, selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. (3)

Baca: Efusi Pleura

Baca: Penyakit Croup

  • Pengobatan


Belum ada pengobatan  yang tersedia untuk menyembuhkan fibrosis paru.

Jaringan paru-paru tidak dapat kembali lagi menjadi normal, tetapi dokter dapat memberikan pengobatan untuk membantu memperbaiki pernapasan dan memperlambat perkembangan penyakit.

Beberapa pengobatan ini dapat menjadi pilihan dalam perawatan fibrosis paru.

  • Oksigen tambahan
  • Prednison, untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan
  • Azathioprine atau mycophenolate, untuk menekan sistem kekebalan tubuh anda
  • Pirfenidone atau nintedanib, yaitu obat antifibrotik yang berfungsi menghalangi pembentukan jaringan parut di paru-paru

Dokter akan menyarankan penderita Fibrosis Paru untuk melakukan rehabilitasi paru-paru.

Pengobatan ini melibatkan  program latihan, pendidikan, dan dukungan untuk membantu penderita belajar cara bernapas lebih mudah.

Selain itu dokter juga akan menyarankan perubahan gaya hidup.

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan yaitu:

  • Tidak merokok dan menjauhi perokok aktif, untuk menghindari paparan asapnya. Hal ini dapat memperlambat perkembangannya dan membuat pernapasan lebih baik.
  • Mengonsumsi makan dengan gizi seimbang
  • Berolahraga dengan bimbingan dan pengawasan dokter
  • Beristirahat dengan cukup, dan menghindari stres berlebih
  • Transplantasi paru-paru mungkin dapat disarankan untuk individu berusia di bawah 65 tahun, dengan penyakit yang berat. (4)

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Penyakit Fibrosis Paru
Jenis Penyakit Penyakit Paru-paru
Gejala atau Ciri sulit bernapas, tubuh menjadi kaku
   


Sumber :


1. www.alodokter.com
2. www.sehatq.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved