Komando Gabungan Wilayah Pertahanan

Hadi Tjahjanto mengungkapkan lahirnya Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) merupakan representasi konsep interoperabilitas TNI.


zoom-inlihat foto
letjen-purn-agus-widjojo.jpg
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo berbincang dengan redaksi Tribunnews secara virtual di Kantor Lemhanas, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Hadi Tjahjanto mengungkapkan lahirnya Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) merupakan representasi konsep interoperabilitas TNI.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan lahirnya Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) merupakan representasi konsep interoperabilitas TNI.

Selain itu, kata Hadi, Kogabwilhan juga mengedepankan kemampuan Tri Matra terpadu untuk menghadapi berbagai spektrum ancaman saat ini dan masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Hadi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-1 Kogabwilhan yang jatuh pada 27 September.

"Satu tahun berkiprah, tingkatkan terus kesiapan untuk melaksanakan tugas sebagai ujung tombak TNI di mandala operasi. Dirgahayu Kogabwilhan," kata Hadi dalam akun Instagram resmi Puspen TNI, @puspentni, pada Senin (28/9/2020).

Baca: Bekerja Ekstra Keras, Penggali Kubur Jenazah Covid-19 TPU Pondok Ranggon: Baru 2020 Capeknya Terasa

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 28 September 1924: Pertama Kalinya Manusia Mengelilingi Bumi dengan Pesawat

  • Sejarah Pembentukan


Pada saat memimpin upacara peresmian Kogabwilhan TNI I, II, III, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/9/2019) Hadi menjelaskan Kogabwilhan merupakan representasi konsep kemampuan interoperabilitas TNI yang saat ini menjadi kebijakan prioritas bagi pimpinan TNI.

“Ancaman dan tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia di masa mendatang akan terus berevolusi, sehingga membutuhkan keterpaduan kekuatan matra (darat, laut dan udara) dalam merespon ancaman tersebut,” kata Hadi.

Menurut Hadi kehadiran ancaman tersebut perlu diantisipasi dan dicermati dalam menyusun pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan, dan gelar kekuatan TNI di masa mendatang, sehingga dapat bersifat adaptif.

“Sebagai Kotamaops TNI, Kogabwilhan bertugas sebagai penindak awal apabila terjadi konflik di wilayahnya baik untuk Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan sebagai kekuatan penangkal bila terjadi ancaman dari luar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI,” kata Hadi.

Pembentukan Kogabwilhan, kata Hadi, secara prinsip diarahkan untuk mencapai kesiapsiagaan dalam penanganan krisis di wilayah Indonesia dengan membagi teritorial Indonesia ke dalam tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) TN dalam rangka mengantisipasi terjadinya ancaman yang dapat mengganggu kepentingan nasional.

Baca: Seorang Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun Gara-gara Wajah Mirip Ayah Kandung

Ia menyampaikan bahwa pembentukan Kogabwilhan merupakan salah satu upaya pembangunan kekuatan TNI sebagai daya tangkal (deterrence effect) terhadap berbagai potensi ancaman.

”Pembentukan Kogabwilhan ini ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 27 tahun 2019 tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Komando Resort Militer dari Tipe B menjadi Tipe A,” kata Hadi.

  • Pejabat


Panglima Kogabwilhan I

1. Laksamana Madya TNI Yudo Margono (2019 - 2020)
2. Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan (2020 - sekarang)

Panglima Kogabwilhan II

1. Marsekal Madya TNI Fadjar Prasetyo (2019 - 2020)
2. Marsekal Madya TNI Imran Baidirus (2020 - sekarang)

Panglima Kogabwilhan III

1. Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito (2019 - sekarang)

  • Wilayah Operasi


Hadi mengatakan keberadaan Kogabwilhan tentu telah diselaraskan dengan program pembangunan Pemerintah terkait dengan 35 Wilayah Pengembangan Strategis, membangun dari pinggiran serta menghadirkan negara untuk melindungi seluruh warga negara di seluruh wilayah NKRI.

Hadi juga mengatakan pembangunan sarana dan prasarana Kogabwilhan I, II, dan III termasuk ke dalam pemenuhan alutsista TNI yang dilaksanakan dalam lima tahun dan mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) III periode 2020-2024.

Hal itu disampaikannya ketika melaksanakan Rapat Kerja (Raker) dengan jajaran Komisi I DPR RI, dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, bertempat di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2019).

“Pembangunan kekuatan TNI dilaksanakan dengan melakukan validasi organisasi sesuai Perpres Nomor 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI dan Pemenuhan Personel TNI,” ujarnya.

Wilayah Operasi Kogabwilhan I

Wilayah darat mencakup Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat dan Banten).

Wilayah laut mencakup perairan di sekitar Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Wilayah udara mencakup wilayah di atas Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI, Jawa Barat, Banten dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Wilayah Operasi Kogabwilhan II

Wilayah darat mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Wilayah laut mencakup perairan di sekitar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan ALKI-2 serta ALKI-3a beserta perairan sekitarnya.

Wilayah udara mencakup wilayah di atas Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan ALKI-2 serta ALKI-3a beserta perairan sekitarnya.

Wilayah Operasi Kogabwilhan III

Wilayah darat mencakup Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Wilayah laut mencakup perairan di sekitar Maluku, Maluku Utara, Papua dan ALKI-3b dan 3c beserta perairan sekitarnya.

Wilayah udara mencakup wilayah di atas Maluku, Maluku Utara, Papua dan ALKI-3b dan 3c beserta perairan sekitarnya.

  • Markas


Hadi mengatakan kedudukan Markas Kogabwilhan (Makogabwilhan) telah mempertimbangkan aspek komando dan kendali, strategi dan infrastruktur yang sudah ada saat ini.

Atas dasar pertimbangan tersebut, kata Hadi, maka ditetapkan kedudukan Makogabwilhan I berada di Riau, Makogabwilhan II di Kalimantan Timur dan Makogabwilhan III berada di Papua.

Markas Kogabwilhan I

Hadi menerima sertifikat lahan seluas 200 ribu meter persegi yang akan digunakan sebagai Markas Kogabwilhan I dari Plt Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (30/12/2019).

Lahan tersebut berlokasi di Dompak, Kecamatan Bukit Lestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono kemudian meresmikan Markas Komando Kogabwilhan I yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada Senin (4/5/2020).

Peresmian Markas Komando (Mako) Kogabwilhan tersebut dilaksanakan melalui video conference, dimana Yudo berada di Jakarta sedangkan Kaskogabwilhan Mayjen TNI Richard Tampubolon berada di Tanjung Pinang.

Yudo mengatakan peresmian Gedung Sudirman Mako Kogabwilhan I di Tanjung Pinang dapat diwujudkan karena adanya partisipasi dan dukungan dari seluruh unsur terkait.

Gedung Sudirman yang dijadikan Markas Komando Kogabwilhan I tersebut, kata Yudo, sebelumnya merupakan Mess Kartika milik TNI AD.

Peresmian Markas Komando Kogabwilhan I Tanjung Pinang tersebut, kata Yudo, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2019, di mana dalam Keputusan Presiden tersebut menyatakan bahwa Markas Komando Kogabwilhan-I berkedudukan di Tanjung Pinang.

Markas Kogabwilhan II

Sebelumnya Makas Kogabwilhan II direncanakan dibanung di Balikpapan Kalimantan Timur.

Namun Markas Utama Kogabwilhan II saat ini terletak di Amborawang Darat, Wilayah Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dan sedang dalam tahap pembangunan.

Rencananya pembangunan Markas tersebut ditargetkan rampung tahun 2023 mendatang.

Markas Kogabwilhan III

Semula direncanakan Markas Kogabwilhan III berlokasi di Biak, Papua.

Namun, rencana tersebut belum ajeg karena ada beberapa opsi lokasi.

Opsi lokasi yang muncul antara lain, kata Hadi, adalah di Waropen Papua.

Kemudian pada Rabu (19/2/2020) Hadi menerima hibah lahan seluas 78 hektar di Mimika Papua dari pemegang hak tanah ulayat Suku Komoro Philipus Monaweyauw untuk pembangunan markas tersebut.

Acara penyerahan tersebut disaksikan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Forkompimda dan para tokoh adat Mimika di Jalan Poros SP V Kampung Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (19/2/2020).

  • Kiprah


Kogabwilhan I

Panglima Kogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menjelaskan Kogabwilhan I telah dihadapkan dengan berbagai Tugas Operasi Militer maupun Operasi Bantuan Kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Yudo saat meresmikan secara virtual Markas Komando Kogabwilhan-I yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (4/5/2020).

Operasi tersebut di antaranya Operasi Siaga Tempur Laut berupa pengusiran kapal ikan asing yang berada di Laut Natuna dan Operasi Kemanusiaan Penanganan Covid-19 dengan membawahi empat Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgapad) yaitu di Natuna, Pulau Sebaru, Pulau Galang dan Wisma Atlet Kemayoran.

Kogabwilhan II

Sepanjang kiprahnya Kogabwilhan II dilibatkan dalam penanganan covid 19 di wilayah Jawa Timur di antaranya dengan mendirikan rumah sakit lapangan.

Selain itu Kogabwilhan II juga dilibatka dalam penanganan konflik di Poso.

Saat terjadi bencana alam di Masamba Luwu Utara Kogabwilhan II juga membagikan 4000 paket sembako.

Kemudian dalam menyambut HUT Ke-1, Kogabwilhan II menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berupa bagi-bagi paket sembako di sejumlah panti asuhan di Balikpapan Kalimantan Timur.

Kogabwilhan III

Kogabwilhan III tercatat ikut terlibat dalam penanganan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.

Sejumlah personel Kogabwilhan III menjenguk dua korban penembakan KKSB Papua di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Kuala Kencana dan RSUD Kabupaten Mimika pada Selasa (15/9/2020).

Tidak hanya itu Kogabwilhan III juga menanggung seluruh biaya pengobatan dua korban hingga sembuh. (Tribunnews.com, Gita Irawan)



Diresmikan 27 September 2019
Negara Indonesia
Lembaga Tentara Nasional Indonesia
Fungsi Komando Utama Operasi (Kotama Ops)
Dibawah Kendali Panglima TNI








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved