Secara total, Pemprov DKI Jakarta sudah mencatat 70.184 kasus.
Dari jumlah tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 55.350 atau 78,9 persen.
Jumlah kematian mencapai 1.679 orang atau 2,4 persen, jauh di bawah tingkat kematian Covid-19 nasional sebesar 3,8 persen.
Dalam hal jumlah tes PCR, sudah 70.047 orang diperiksa di Jakarta selama sepekan ke belakang.
Baca: Virus Corona Terus Bermutasi dan Diduga Semakin Mudah Menular, Vaksin Mungkin Harus Disesuaikan
Baca: Pondok Pesantren di Kebumen dan Purwokerto Jadi Klaster Covid-19 Baru di Jawa Tengah
Jumlah ini nyaris mencapai 7 kali lipat standar minimal WHO untuk Jakarta yakni 10.645 orang per pekan.
Rasio temuan kasus positif/positivity rate DKI Jakarta masih 10,9 persen selama sepekan terakhir, dua kali lipat di atas ambang aman WHO sebesar 5 persen.
Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.
Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.
Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Rindi Nuris V)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tertinggi, 1.372 Orang Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang September"