TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia kini tengah bersiap memasuki resesi ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020.
Menurut Sri Mulyani, pada kuartal ini ekonomi Indonesia bakal mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen.
Hingga akhir tahun, keseluruhan pertumbuhan ekonomi menurutnya akan berada pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen, seperti diberitakan Kompas.com.
Karenanya, pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV menurut Sri Mulyani juga akan negatif.
Kemungkinan-kemungkinan itulah yang membuka lebar pintu resesi ekonomi di Indonesia.
Kendati demikian, Anda tetap bisa melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi resesi.
Berikut ini 4 tips yang bisa Anda lakukan untuk bersiap dalam menghadapi ancaman resesi.
1. Berhemat
Baca: Indonesia Diambang Resesi, Menkeu Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9 Persen
Hemat bukan berarti pelit.
Hemat keuangan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum tahu pasti kapan berakhir sangat penting untuk menghadapi kondisi perekonomian yang bisa jadi lebih seret dari saat ini.
Oleh sebab itu, beberapa pos keuangan yang tidak penting-penting amat perlu ditunda terlebih dahulu dan fokus pada kebutuhan-kebutuhan pokok.
Memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri juga penting, misalnya untuk kebutuhan makan sehari-hari bisa dimasak sendiri.
“Dengan begitu, yang namanya pesan makanan lewat aplikasi online juga wajib dikurangi sedikit demi sedikit biar tidak menguras uang. Kunci penghematan adalah mengendalikan keinginan dan mengutamakan kebutuhan,” jelas Paramita.
2. Persiapkan Dana Darurat
Baca: Jika Indonesia Alami Resesi Ekonomi, Apa Dampak yang Akan Terjadi pada Masyarakat?
Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Ada banyak peristiwa tak terduga di masa depan yang tak seorang pun mampu melihat dan menghindarinya secara pasti, seperti sakit, kecelakaan, PHK, kematian, kebanjiran, dan peristiwa lain yang sifatnya mendadak.
Dihadapkan pada ketidpastian perekonomian karena pergerakan ekonomi nasional yang lesu, menyiapkan dana darurat itu sangat penting.
Dana darurat yang sebaiknya likuid ini penting untuk mengantisipasi pengeluaran yang tak terduga tersebut.
“Rumus ideal dana darurat adalah jumlah pengeluaran bulanan dikalikan jumlah bulan yang diantisipasi yang biasanya minimal 6 bulan,” jelas dia.