Jenderal Gatot Diajak Makan di Singapura, Ternyata Dipertemukan dengan Setnov: Merasa Dijebak

Gatot mengungkapkan suatu sore ia pernah "dijebak" temannya untuk melakukan pertemuan dengan Setnov di Singapura.


zoom-inlihat foto
mantan-panglima-tni-gatot-nurmantyo.jpg
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat itu (kedua kiri) menyaksikan secara langsung Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2017. Gatot memberi klarifikasi isu soal alasan dicopotnya sebagai Panglima TNI dan pertemuannya dengan Setnov.


"Karena kita sama-sama tahu begitu beliau (Jokowi) jadi presiden kan beliau hanya didukung sama rakyat. Di DPR beliau tidak punya partai," kata Gatot dalam Wawancara Khusus yang diunggah di kanal Youtube tvOneNews pada Kamis (24/9/2020).

Perintah Nobar Film G30S/PKI

Berdasarkan catatan Tribunnews, setelah dilantik menjadi Panglima TNI oleh Jokowi, Gatot mengeluarkan surat telegram Panglima TNI NR ST/1192/2017 tanggal 18 September 2017.

Surat telegram itu berisi perintah kepada jajaran TNI untuk menyelenggarakan kegiatan nonton bareng film Pengkhianatan G 30 S/PKI bersama keluarga dan masyarakat.

Setelah mengeluarkan perintah itu, Gatot mengungkapkan seorang sahabatnya yang merupakan politisi senior di PDIP memperingatinya untuk berhenti melakukannya. 

"Saya sudah memerintahkan. Sahabat tersebut ketemu sama saya. Pak Gatot, hentikan kalau tidak saya tidak bisa menjamin, bisa dicopot. Itu sahabat saya mengingatkan seperti itu. Peringatan sahabat itulah yang meyakinkan saya, itu harus terus," kata Gatot. 

Baca: Beda Pandangan dengan Gatot Nurmantyo, Aa Gym Justru Anjurkan Ibadah di Rumah Saat Covid-19 Meluas

Terkait perintah tersebut, Gatot mengungkapkan ketika itu sebagai Panglima TNI ia tidak minta izin dari Presiden atau Menko Polhukam.

Menurutnya itu karena ia tidak perlu meminta izin dan perintah itu tidak melanggar hukum. 

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo berpose sebelum menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).(KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo berpose sebelum menjadi narasumber di acara Satu Meja The Forum di studio satu Kompas TV, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).(KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES) (Kompas.com)

"Apakah itu melanggar? Tidak. Buktinya presiden juga ikut nonton di Bogor," kata Gatot.

Gatot kemudian mengungkapkan alasannya mengeluarkan perintah tersebut. 

Isu Neokomunisme

Berdasarkan pengamatannya, Gatot mengindikasikan adanya kebangkitan komunisme atau yang ia sebut sebagai neokomunisme. 

Puncaknya, menurutnya terjadi pada tahun 2008 di mana ketika materi pelajaran sejarah terkait G 30 S PKI dihapus dari semua sekolah. 

Selain itu, kata Gatot, menurut survei 90 persen pemuda Indonesia tidak meyakini adanya Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan buktinya, kata Gatot, seorang jenderal TNI yang pada saat itu menjadi stafnya menceritakan tentang anaknya yang kuliah di Universitas Indonesia tidak tahu siapa DN Aidit yang merupakan tokoh PKI. 

Perintah tersebut, kata Gatot, utamanya bagi prajuritnya karena banyak prajuritnya yang berusia muda.

Baca: Gatot Nurmantyo

Ia yang ketika itu menjadi Panglima TNI tidak ingin ada prajuritnya yang tidak mengetahui sejarah kelam tentang PKI. 

"Pelajaran sejarah paling gampang ya dengan menyetel film. Kalau saya buat buku, siapa yang mau baca? Sehingga saya hanya mengingatkan bahwa Indonesia pernah ada sejarah kelam tahun1948. Hanya 13 hari tanggal 28 (18) sampai dengan 30 September 1948 tapi yang meninggal 1.920-an. Jangan sampai peristiwa kelam ini terjadi lagi," kata Gatot. 

Mengklarifikasi polemik pernyataan terkait pencopotannya yang tengah ramai saat ini, Gatot kemudian menegaskan jika ia tidak dicopot sebagai Panglima TNI karena perintah menonton film tersebut. 

Meski begitu, ia membuka kemungkinan hal tersebut bisa saja terjadi. 





Halaman
123
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved