TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tren balap lari liar yang dilakukan oleh beberapa pemuda marak dilakukan di beberapa kota.
Setelah aksi balap lari di Jakarta viral di media sosial, beberapa pemuda di kota lain pun ikut melakukan aksi balap lari tersebut.
Tak terkecuali Kota Semarang, Jawa Tengah.
Balap lari liar tersebut pun diketahui kini mulai menjamur di beberapa ruas jalan di Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemudian menyoroti fenomena balap lari liar yang baru-baru ini menjadi tren di kalangan anak muda.
Meski belum diketahui secara pasti tujuannya, tapi fenomena tersebut kian menjamur di berbagai kota dan banyak dilakukan oleh kalangan pemuda.
Duel lari itu digelar malam hari dan diikuti oleh para pemuda yang beradu cepat tanpa menggunakan alas kaki dengan jarak sejauh 100 meter di jalan raya.
Namun, aksi itu kerap kali menyebabkan kerumunan hingga tidak jarang dibubarkan oleh tim patroli Covid-19.
Baca: Tren Balap Lari Liar Sedang Naik dan Viral, Polisi Sebut Pihak yang Terlihat Bisa Dikenai Sanksi
Baca: WASPADA Polisi Sebut Lomba Balap Lari Liar Bisa Kena Sanksi Pidana, Denda Capai Rp1,5 Miliar
Ganjar menyayangkan, balap lari yang sedang digandrungi anak muda ini dilakukan hanya untuk keseruan belaka, apalagi jika sampai menimbulkan kericuhan.
"Kalau memang mereka benar-benar seperti itu sudah deh, tak ajak saja yuk. Wes tak gaweke (buatkan) tempat terus kemudian mlayu o (lari) kalau mereka setuju ketemu, tak buatin lomba (saya buatkan lomba)," jelas Ganjar saat ditemui di kantornya, Selasa (15/9/2020).
Ganjar justru mendukung para pelari muda untuk mengikuti perlombaan lari yang lebih sehat dan positif dengan mengusung semangat berolahraga.
"Sing penting spirit e (yang penting spiritnya) jangan spirit sekadar keramaian, kericuhan, wah-wah-an tidak, tapi arahkan untuk olahraga," jelasnya.
Pihaknya akan memberikan fasilitas untuk arena lomba lari seperti Stadion Tri Lomba Juang milik Pemkot Semarang apabila memang perlombaan itu diadakan dengan lebih serius.
"Wis nanti tak kasih tempat di kota. Tak pinjamkan stadion Pak Hendi (Wali Kota Semarang) untuk kemudian kita lombakan tapi jangan ditonton," katanya.
Ganjar mengatakan pelari muda itu bisa menyalurkan bakat dan ekspresinya jika mengikuti lomba lari yang lebih bermanfaat.
"Wes lomba mlayu malah jelas tak kei (saya beri) lapangan mlayu o sing banter le, (larilah yang cepat nak) wis arep nganggo gaya rak nganggo sepatu yo entuk rakpopo mlayu mundur rakpopo (mau pakai gaya tidak pakai sepatu boleh, lari mundur juga boleh)," ucapnya.
Balap lari liar di Solo dihukum bersihkan sungai
Aksi balap lari liar yang dilakukan oleh beberapa pemuda di malam hari juga ramai terjadi di Solo.
Selain mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, peserta balap lari liar juga tidak mematuhi protokol Covid-19.
Wali Kota Solo kemudian memberikan larangan aksi balap lari liar tersebut.
"Kita larang (balap lari lair). Dan kita tertibkan kalau ada kegiatan itu," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9/2020).
Rudy menyatakan, tidak segan untuk memberikan sanksi sosial kepada peserta balap lari liar.
"Kalau nekat, ya nanti mungkin membersihkan (sampah) sungai," terang dia.
Baca: Viral Video Pengendara Motor Wanita Pamer Pakaian Dalam di Jalan, Polisi: Ayo Mbak Klarifikasi
Baca: Bikin Klarifikasi Setelah Viral, Guru yang Doakan Murid Meninggal Minta Maaf: Kami Sangat Menyesal
Menurutnya, kegiatan itu akan lebih baik jika dilaksanakan di tempat yang sesuai peruntukannya, misalnya dilaksanakan di lapangan.
"Kalau mau lari silakan saja membuat surat ke saya. Saya punya Stadion Sriwedari silakan. Dari pada di jalan," terang dia.
Rudy pun menilai, kegiatan balap lari liar tersebut digelar untuk mencari sensasi.
"Menurut saya itu hanya cari sensasi saja. Kalau mau olahraga, olahraga yang beneranlah," kata Rudy.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Riska Farasonalia)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marak Balap Lari Liar di Semarang, Ganjar: Kalau Serius Berlari Tak Buatin Lomba"