Ablasi Retina

Ablasi Retina merupakan gangguan mata yang bisa menimbulkan kebutaan akibat melepasnya lapisan tipis, retina, pada mata seseorang.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-sindrom-horner.jpg
alodokter.com
Ilustrasi Mata

Ablasi Retina merupakan gangguan mata yang bisa menimbulkan kebutaan akibat melepasnya lapisan tipis, retina, pada mata seseorang.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ablasi retina merupakan kondisi serius yang terjadi ketika retina mata terlepas dari jaringan di sekitarnya.

Jika seseorang yang mengalami ablasi retina tidak diobati dengan segera, maka risiko mengalami kebutaan permanen akan semakin besar pada mata yang mengalaminya.

Retina mata merupakan bagian penting yang berfungsi memproses cahaya yang ditangkap oleh mata.

Setelah ditangkap, cahaya tersebut diubah menjadi sinyal listrik dan diteruskan ke otak.

Sinyal ini kemudian diproses di dalam otak dan diinterpretasikan sebagai gambar yang dilihat oleh mata.

Jika retina seseorang terluka, maka ia akan mengalami Ablasi Retina.

Kondisi ini ditandai dengan lepasnya lapisan tipis di dalam mata.

Jika retina terlepas dari posisinya, tentu penglihatan akan terganggu.

Gangguan penglihatan ini bisa terjadi sebagian atau seluruhnya, tergantung seberapa besar bagian retina yang terlepas.

Ablasi retina bisa terjadi pada siapa pun, khususnya orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas. (1)

Baca: Abrasi Kornea

Baca: Sindrom Horner

  • Gejala


Ablasi retina atau ablasio retinasejatinya tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun, seseorang yang terkena penyakit ini bisa mengalami hilangnya penglihatan secara tiba-tiba.

Biasanya penderita akan mengalami sejumlah gejala seperti:

  • Muncul bercak hitam yang tampak melayang di dalam penglihatan (floaters).
  • Penglihatan kabur atau tertutup oleh bayangan seperti tirai.
  • Lapang pandang menyempit.
  • Kilatan cahaya pada penglihatan (fotopsia). (2)

  • Penyebab


Ablasi retina umumnya disebabkan oleh perubahan pada substansi mirip jelly, yang merupakan cairan viterus di dalam mata Anda.

Kondisi ini dapat terjadi seiring bertambahnya usia.

Hal ini biasa disebut Posterior Vitreous Detachment (PVD).

Tidak ada penjelasan rinci mengenai PVD yang dapat menyebabkan ablasi retina pada beberapa orang.

Selain itu, tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Ablasi retina lebih mungkin terjadi pada penderita rabun jauh, orang yang pernah menjalani operasi mata sebelumnya (seperti operasi katarak), cedera mata, maupun orang yang memiliki keluarga dengan riwayat ablasi retina. (3)

Baca: Blefaritis

Baca: Bintitan

  • Pengobatan


Pengobatan ablasi retina dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan laser (thermal) atau pembekuan (cryopexy), retinopeksi pneumatic (penyuntikan gelembung kecil untuk memastikan retina kembali ke posisi normal), scleral buckle (penjahitan karet atau silikon ke sklera), dan vitrektomi (mengambil cairan viterus dan menggantinya dengan gas atau gelembung).

Namun sebenarnya Ablasi retina dapat dicegah.

Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan mata secara rutin ke dokter mata.

Semakin awal ablasi retina terdeteksi oleh dokter, maka akan semakin baik, karena dapat diobati dengan lebih cepat.

Pemeriksaan mata secara rutin juga dapat mengidentifikasi adanya perubahan pada mata yang mungkin tidak Anda sadari.

Sebaiknya, periksakan mata sekali dalam setahun, atau lebih sering, jika Anda memiliki penyakit diabetes yang berisiko terhadap penyakit mata.

Apabila Anda memiliki penyakit diabetes atau tekanan darah tinggi, sebaiknya tetaplah mengontrol kondisi tersebut.

Hal ini akan membantu menjaga pembuluh darah di retina mata Anda tetap sehat. (4)

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Penyakit Ablasi Retina
Jenis Penyakit Penyakit Mata
Gejala atau Ciri Retina lepas dari mata
   


Sumber :


1. www.alodokter.com
2. www.sehatq.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved