Kisah Nenek 80 Tahun di Palembang yang Hidup di Gubuk Triplek, Makan Dapat Bantuan Tetangga

Rumah yang berdiri di atas tanah milik orang lain tersebut terbuat dari papan triplek, dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 3 meter saja.


zoom-inlihat foto
seorang-nenek-ilustrasi-3.jpg
Unsplash / alpay tonga @oramusa
ILUSTRASI: Seorang nenek


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang nenek di Palembang di Palembang diketahui menghabiskan sisa umurnya dengan hidup di sebuah tempat yang tidak layak.

Nenek bernama Jamilah, berusia sekitar 80 tahun yang menempati sepetak rumah yang kurang layak atau gubuk di daerah Tanjung Bubuk, Macan Lindungan, Palembang.

Rumah yang berdiri di atas tanah milik orang lain tersebut terbuat dari papan triplek, dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 3 meter saja.

Sudah sekitar 4 tahun Nenek Jamilah tinggal di rumah tersebut, dia hanya bisa makan sehari-hari dari pemberian oleh tetangga maupun bantuan sosial yang datang.

Selebihnya, Nenek Jamilah hanya bisa beraktivitas di sekitar rumahnya, karena sudah tidak kuat lagi berjalan jauh.

Baca: Kejam, Seekor Anjing Diberi Makanan Pedas Sampai Meneteskan Air Mata

Bahkan untuk mengambil air dari sumur yang berjalan sekitar 10 meter dari rumahnya ia tidak sanggup, hal ini karena kakinya sudah mulai sakit-sakitan.

"Sehari-hari ya sendirian, kadang makan diantar oleh tetangga, beras juga dapat dari zakat atau pemberian orang," ujarnya saat ditemui bersama Tim Yayasan Bina Qolbu, Minggu (20/9/2020).

Nenek yang sebelumnya tinggal di Sungai Putat, Tangga Buntung ini dulu memiliki tanah sepetak, namun sudah dijual sang anak pada saat itu.

"Anak saya ini ada 9, tapi sudah banyak yang meninggal, ini tinggal dua, satu rumahnya di sebelah, satunya lagi ada jauh," ujarnya.

Salah seorang anaknya, Farida yang juga memiliki kondisi rumah hampir sama dengan ibunya, Nenek Jamilah, hanya memiliki pekerjaan dengan berkebun di sekeliling rumahnya.

Baca: Viral, Seorang Penjual Bubur Kacang Hijau di Surabaya Fasih Bahasa Jepang, Berikut Fakta-faktanya

FOTO: Ilustrasi seorang nenek
FOTO: Ilustrasi seorang nenek (Unsplash - Vladimir Soares @vlad_soares)

Namun penghasilan berkebun yang dijual tersebut tidak juga mencukupi untuk makan sehari-hari.

"Hasil kebunnya sedikit, dijual juga tidak terlalu mencukupi," ujar Farida.

Oleh karena itu, bulan ini Yayasan Bina Qolbu sudah mendatangi setidaknya 50 kepala keluarga yang dianggap layak untuk mendapatkan paket bantuan.

Koordinator Divisi Sosial Yayasan Bina Qolbu, Ahmad Fahrurrozi Sampala mengatakan sejak Tahun 2018 lalu sudah fokus pada pembagian paket bantuan sosial tersebut secara rutin setiap bulannya.

Bantuan berupa beras, mie, minyak, dan kecap tersebut disalurkan berdasarkan survey yang mencari langsung keluarga atau orang-orang yang dianggap paling membutuhkan.

Baca: VIRAL Seorang PNS Terobos Ruang Isolasi Covid-19 di Lampung Utara, Jabat Tangan Tak Pakai Pelindung

Seorang nenek, bernama Jamilah, berusia sekitar 80 tahun yang menempati sepetak rumah di daerah Tanjung Bubuk, Macan Lindungan, Palembang
Seorang nenek, bernama Jamilah, berusia sekitar 80 tahun yang menempati sepetak rumah di daerah Tanjung Bubuk, Macan Lindungan, Palembang (Sripoku / Istimewa)

"Kalau kebanyakan bantuan sosial melihat orang itu dari rumahnya, kita berbeda karena langsung mensurvey kondisi penghasilan keluargs tersebut," ujarnya.

Jika penghasilan keluarga tersebut tidak mencukupi, maka keluarga tersebut dianggap orang yang paling membutuhkan paket bantuan sosial tersebut.

Setidaknya sudah ada 100 KK di kota Palembang yang sudah terdata sebagai penerima rutin paket bantuan sosial dari Yayasan Bina Qolbu tersebut.

Melalui kotak infaq yang sudah tersebar di toko, warung makan dan tempat usaha ini menjadi sumber utama Yayasan Bina Qolbu dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kita belum ada donatur tetap, sistemnya masih menggunakan kotak infaq, yang mana kami hanyalah menjembatani masyarakat untuk bersedekah kepada orang yang berhak menerima," ujarnya.

Baca: Bantu Melerai Teman saat Bertengkar, Seorang Pria di Prabumulih Justru Dikeroyok Orang

Dia berharap semoga dengan adanya bantuan ini, dapat meringankan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat sehari-hari.

-

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Kehidupan Nenek Jamilah, Warga Miskin di Palembang yang Tinggal Sendirian di Gubuk Macan Lindungan

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Sripoku)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved