Covid-19 Membuat Orang Asing, Migran dan Orang China Jadi Sasaran Diskriminasi

Hasil survei menunjukkan ketiga kelompok itu dianggap bertanggung jawab atas penyebaran Covid-19


zoom-inlihat foto
seorang-pria-hong-kong.jpg
MAY JAMES / AFP
Seorang pria yang menggunakan masker untuk mencegah Covid-19, sedang berjalan di jalan Hong Kong pada 23 Agustus 2020. Covid-19 mendorong diskriminasi terhadap orang China di Asia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) pada Kamis, (17/9/2020), mengatakan pandemi Covid-19 mendorong diskriminasi terhadap masyarakat yang rentan di Asia, termasuk pada para migran dan orang asing.

IFRC melakukan survei terhadap 5.000 orang di Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Pakistan.

Mereka menemukan sekitar setengah dari orang yang disurvei menyalahkan kelompok tertentu atas penyebaran Covid-19.

Dilansir dari Reuters, (18/9/2020), banyak dari mereka yang menyalahkan orang China, imigran, dan orang asing.

"Ini memprihatinkan karena para migran dan pekerja asing disalahkan atas penyebaran Covid-19, padahal mereka sudah cukup rentan," kata Dr. Viviane Fluck, salah satu pemimpin penelitian itu, kepada Reuters.

Dia mengatakan seharusnya lebih berfokus pada "rumor yang terkait dengan dinamika kekuasaan yang mendasarinya dan masalah struktural dari ketimpangan".

Baca: Masyarakat Tak Dianjurkan Pakai Masker Scuba, Masker Apa yang Efektif Cegah Penularan Covid-19?

Seorang perempuan mendorong kereta bayi di Gardens by the Bay, Singapura, pada 9 September 2020. Tempat wisata itu dibuka kembali pada 7 September 2020 setelah sempat ditutup untuk menghentikan penyebaran Covid-19
Seorang perempuan mendorong kereta bayi di Gardens by the Bay, Singapura, pada 9 September 2020. Tempat wisata itu dibuka kembali pada 7 September 2020 setelah sempat ditutup untuk menghentikan penyebaran Covid-19 (ROSLAN RAHMAN / AFP)

Setengah dari masyarakat Indonesia yang disurvei menyalahkan "orang asing dan pelanggar peraturan".

Sementara itu, di Myanmmar, kelompok yang paling sering dianggap bertanggung jawab atas pandemi adalah China dan orang asing lainnya.

Di Malaysia, dua pertiga dari mereka yang disurvei juga menyalahkan "kelompok tertentu", mayoritas menyebut para migran, turis asing, dan "orang asing yang masuk secara ilegal".

Pihak berwenang Malaysia sempat menangkap ratusan migran dan pengungsi yang tidak memiliki surat pada Mei lalu.

PBB mengatakan tindakan ini mendorong kelompok yang rentan untuk bersembunyi dan mencegah mereka mencari pengobatan.

Baca: Daftar 34 Daerah Covid-19 yang Berubah dari Zona Merah ke Zona Kuning, Termasuk Jakarta dan Jatim

Baca: GPMB : Peringatan Pandemi Berikutnya Muncul Saat Kematian Akibat Covid-19 Dekati Angka 1 Juta Jiwa

Ilustrasi virus corona (CDC)
Ilustrasi virus corona (CDC) (CDC)

Polisi menyebut operasi itu bertujuan mencegah orang-orang bepergian di tengah upaya pembatasan gerak.

Di Pakistan, mayoritas dari mereka yang disurvei menyalahkan kontrol pemerintah yang kurang kuat di perbatasan dengan Iran.

Setelah itu, mereka menyalahkan para peziarah yang datang kembali dari Iran dan kemudian orang-orang dari China.

Rekor Baru Dunia, Kasus Covid-19 Harian Tembus 307 Ribu

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor baru jumlah kasus Covid-19 harian pada Minggu, (13/9/2020).

WHO mencatat ada konfirmasi kasus baru Covid-19 sebanyak 307.930 dalam 24 jam.

Baca: Berbekal Surat Non Reaktif Rapid Test, Tiga Penumpang Pesawat di Sumbar Rupanya Positif Covid-19

Dilansir dari Reuters, (14/9/2020), kenaikan terbesar berasal dari India, Amerika Serikat (AS), dan Brazil.

Ada 5.537 kematian sehingg total kematian akibat Covid-19 menjadi 917.417.

India melaporkan 94,372 kasus baru, diikuti AS dengan 45.523 kasus, dan Brazil dengan 43,718 kasus.

AS dan India sama-sama melaporkan lebih dari 1.000 kematian.

Brasil mencatat ada 874 pasien yang meninggal selama 24 jam terakhir.

Rekor kasus harian sebelumnya yang dicatat WHO adalah 306.857 pada 6 September lalu.

Baca: Begini Kondisi Edhy Prabowo setelah Positif Covid-19, Sempat Masuk ICU tapi Hasil Swab Sudah Negatif

WHO melaporkan rekor kematian harian, sebanyak 12.430, pada 17 April lalu.

India saat ini menjadi dengan tambahan kasus harian Covid-19 terbanyak.

Tenaga medis yang memakai APD mengambil sampel apus seorang wanita di Nashik, India, pada 13 September 2020. India menjadi negara dengan tambahan kasus Covid-19 harian terbanyak di dunia.
Tenaga medis yang memakai APD mengambil sampel apus seorang wanita di Nashik, India, pada 13 September 2020. India menjadi negara dengan tambahan kasus Covid-19 harian terbanyak di dunia. (INDRANIL MUKHERJEE / AFP)

Pada pekan lalu, India melaporkan 97,570 kasus dalam sehari dan menjadi rekor dunia baru.

Di beberapa wilayah di negara itu, oksigen medis menjadi langka karena total kasus mencapai 4,75 juta.

Dalam hal jumlah kasus, India hanya kalah dari AS yang mencatat total 6,5 juta kasus.

Menurut analisis Reuters, jumlah infeksi virus corona masih meningkat di 58 negara, termasuk di Argentina, Indonesia, Maroko, Spanyol, dan Ukraina.

Baca: Kesal, Sopir Mobil Jenazah Tantang Orang Remehkan Covid-19 Jadi Kenek Sehari : Ini Soal Kemanusiaan

Sementara itu, kasus baru di AS mengalami penurunan hingga 44% dari puncaknya pada 16 Juli lalu, yakni sebanyak 77.000 kasus.

Tak hanya AS, Brasil juga mengalami penurunan kasus baru.

(Tribunnewswiki/Tyo)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved