Xanana Gusmao Pesimis Timor Leste Bisa Bertahan dari Kemiskinan, Sebut 10 Tahun Lagi Akan Mati

Mulai tahun 2021, Pemerintah Timor Leste akan menggunakan dana abadi sebagai kebutuhan belanja negaranya sebesar 1,4 miliyar dollar.


zoom-inlihat foto
xanana-gusmao-dan-bendera-timor-leste-56.jpg
Kolase Foto Wikimedia dan Pixabay David_Peterson / 445 foto
FOTO: Xanana Gusmao dan Bendera Timor Leste


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao menyebut pesimis Timor Leste dapat bertahan dari krisis ekonomi.

Menurutnya, meski Timor Leste memiliki dana abadi sejumlah triliunan rupiah, Gusmao yakin bahwa negara ini akan mati 10 tahun mendatang.

Pria 74 tahun tersebut mengatakan ada dana abadi yang dimiliki Timor Leste yang tersimpan di Bank New York, Amerika Serikat.

Melansir dari The Oekui Post, Rabu (16/9/2020), laporan trimestral dari Banco Central Timor Leste (BCTL), baru-baru ini mengumumkan bahwa, jumlah dana perminyakan Timor Lester yang tersimpan di Bank New York sebesar 18,4 miliyar dolar AS (Rp 273 triliun – kurs Rp 14.840).

Mulai tahun 2021, Pemerintah Timor Leste akan menggunakan uang simpanan itu sebagai kebutuhan belanja negaranya sebesar 1,4 miliyar dolar AS atau Rp 20,77 triliun.

Baca: Situasi Ekonomi Timor Leste 18 Tahun Merdeka: Negara Miskin ke-152, Ketergantungan Impor Indonesia

Sebuah pasar tradisional di perbatasan Indonesia - Timor Leste.
Sebuah pasar tradisional di perbatasan Indonesia - Timor Leste. (kompas tv)

Sehubungan dengan hal itu, banyak orang yang mulai berfikir dan prihatin terhadap keberlanjutan kondisi keuangan Timor Leste.

Sebuah seminar digelar di negara itu untuk mendiskusikan segala prioritas anggaran nasional Timor Leste.

Dalam acara itu, mantan PM dan juga pejabat kharismatik Timor Leste, Xanana Gusmao percaya bahwa, negaranya memiliki uang yang disimpan di Bank New York.

Gusmao juga sangat percaya bahwa, Rancangan Anggaran Negara akan lolos di tingkat parlemen, karena memiliki suara mayoritas.

“Anggaran bisa saja lolos, tetapi prosedurnya yang bermasalah,” katanya.

Baca: Organ Vital Ladyboy Thailand Ini Hancur Setelah Operasi Kelamin, Muncul Bau Menyengat dan Nanah

Ia menambahkan, dana perminyakan masih ada.

Tetapi menurutnya, jikalau pemerintahan Taur Matan Ruak memimpin hingga 10 tahun lagi, semua orang akan mati.

Dia mengambil contoh, untuk membayar hotel yang digunakan untuk karantina, bayar catering juga tidak tahu bagaimana cara kelola uang.

Pemeritahan itu juga tutup mata dalam menganggarkan untuk proyek yang bersifat emergensi, seperti pandemi Covid-19.

“Ini artinya, selama 10 tahun mereka tetap memimpin, lebih baik kita lari saja entah kemana. Kalau 10 tahun mereka memimpin, kotamadya jangan disebutkan,” katanya.

Baca: Perkembangan Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Temukan Dugaan Unsur Pidana

Gusmao menyebutkan, hampir dua tahun lebih pemerintahan yang dipimpin PM Taur Matan Ruak tidak memiliki anggaran negara, hingga saat ini.

Sementara itu, PM Taur Matan Ruak mengatakan bahwa, tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan.

“Karena pertama, anggaran negara tidak lolos di Parlemen Nasional, dimana negara terpaksa menggunakan dana duaddecimal,” katanya.

Selain itu, Ruak menyebut Timor Leste di landa bencana alam pada 13 Maret 2020 dan 22 Mei 2020, yang merusak rumah warga dan fasilitas publik yang mengalami kerugian mencapai 50 juta dolar AS (Rp 742 miliyar).

“Terakhir, timbul Covid-19 yang bukan hanya memberikan pengaruh terhadap layanan kesehatan, tetapi memicu dampak ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Baca: Sudah 12 Kali Menikah, Wanita Ini Selalu Bawa Kabur Harta dan Mas Kawin Setelah Malam Pertama

FOTO: Ilustrasi Bendera Timor Leste
FOTO: Ilustrasi Bendera Timor Leste (Pixabay: Chickenonline / 119 foto)




Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved