Taiwan Meminta Dukungan Internasional untuk Melawan Ancaman China

Taiwan mengatakan ada 30 pesawat tempur China yang masuk ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan baru-baru ini.


zoom-inlihat foto
wakil-menteri-untuk-urusan-ekonomi-as-keith-crack.jpg
PEI CHEN / POOL / AFP
Wakil Menteri untuk Urusan Ekonomi AS Keith Crack (tengah, di barisan depan dan memakai masker) turun dari pesawat bersama delegasinya di Bandara Sungshan, Taipei, pada 17 September 2020. Kedatangan Crack menandakan keinginan Washington untuk menentang kampanye China terhadap Taiwan.


Namun, di bawah Donald Trump, AS meningkatkan dukungannya kepada Taiwan karena kesuksesan negara itu menangani pandemi dan sikapnya yang melawan agresi China.

Pada Kamis, (17/9/2020), Reuters melaporkan bahwa AS berencana menjual tujuh sistem persenjataan kepaa Taiwan.

Menurut laporan Departemen Pertahanan, penjualan senjata AS kepada Taiwan dalam 10 tahun terakhir bernilai lebih dari $23 milyar.

Kementerian Pertahanan Taiwan menolak berkomentar mengenai laporan penjualan tersebut.

Pada awal bulan ini, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menuduh AS ikut campur secara langsung dalam sengketa teritorial dan maritim di wilayah itu.

Baca: Hubungan Taiwan dan China Memanas, Taiwan Pilih Produksi Sendiri Jet Tempurnya

Dia mengatakan AS memamerkan kekuatan dan memperbanyak pengerahan militernya di Laut China Selatan.

"Tindakan seperti itu menjadi faktor terbesar yang mendorong militerisasi di Laut China Selatan," kata Wang.

Krach dijadwalkan menghadiri upacara peringatan mendiang presiden Lee Teng-hui.

Dia juga akan berdiskusi mengenai "cara memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.

Baca: Hubungan China dengan Taiwan Memanas, Berikut Perbandingan Kekuatan Militer Keduanya

(Tribunnewswiki/Tyo)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved