Presbiopi

Berbeda dengan rabun dekat, Presbiopi merupakan keadaan mata yang tak bisa melihat benda dekat karena disebabkan oleh faktor usia.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-mata-presbiopi.jpg
alodokter.com
Ilustrasi seseorang yang sudah tua mengalami Presbiopi, kesulitan melihat benda dalam jarak dekat.

Berbeda dengan rabun dekat, Presbiopi merupakan keadaan mata yang tak bisa melihat benda dekat karena disebabkan oleh faktor usia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presbiopi merupakan kondisi mata yang kehilangan kemampuan fokus secara bertahap, untuk melihat objek pada jarak dekat.

Presbiopi juga merupakan salah satu hal yang akan dirasakan manusia sebagai bagian dari proses penuaan tubuh secara alami.

Biasanya seseorang baru menyadari bahwa dirinya menderita presbiopi, saat harus menjauhkan lengan agar bisa membaca buku atau koran. (1)

Lalu apa bedanya presbiopi dan rabun dekat? 

Meski sama-sama menyebabkan seseorang kesulitan melihat benda yang dekat, kedua kondisi ini memiliki perbedaan.

Presbiopi terjadi ketika lensa mata kehilangan kelenturannya, akibat pertambahan usia.

Oleh sebab itu, kondisi ini akan dialami oleh semua orang.

Sementara rabun dekat muncul karena adanya kelainan bentuk pada bola mata, dimana cahaya yang masuk ke mata dipantulkan di belakang retina.

Kondisi ini termasuk gangguan refraksi mata. 

Baca: Mata Kedutan (Blepharospasm)

Baca: Rabun Dekat

  • Penyebab


Agar dapat melihat suatu objek, mata akan menangkap cahaya.

Cahaya ini akan diteruskan melewati kornea, lensa, iris, dan retina, kemudian akan diterima otak sebagai suatu sinyal.

Pada proses tersebut, dibutuhkan pula otot-otot mata yang elastis.

Tetapi seiring bertambahnya usia, otot-otot akan mengeras dan menjadi kaku.

Proses penuaan tersebut merupakan penyebab presbiopi.

Oleh sebab itu, semua orang lambat laun akan mengalaminya.

Presbiopi biasanya akan mulai muncul ketika seseorang menginjak usia 40 tahun.

Kondisi ini perlahan-lahan akan terus memburuk sampai ia menginjak usia 65 tahun.

Di samping usia, faktor risiko presbiopi bisa meliputi:

  • Konsumsi obat-obatan, seperti antidepresan, antihistamin, antikecemasan, chlorpromazine, serta hidroklorotiazin
  • Konsumsi alkohol
  • Profesi tertentu yang menuntut Anda untuk sering melihat objek dari dekat
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan untuk mengalami presbiopi, terutama kaum hawa yang telah menopause
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, multiple sclerosis, anemia, myastenia gravis, dan penyakit jantung

  • Gejala


Presbiopi berkembang secara bertahap, karena itu seseorang kadang baru menyadari gejalanya setelah melewati usia 40 tahun.

Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita presbiopi adalah:

  • Kebiasaan menyipitkan mata
  • Butuh lampu lebih terang saat membaca
  • Kesulitan membaca huruf yang berukuran kecil
  • Penglihatan kabur ketika membaca pada jarak normal
  • Sakit kepala atau mata menegang setelah membaca dalam jarak dekat
  • Kecenderungan untuk memegang objek lebih jauh, agar huruf lebih jelas terbaca (2)

Baca: Rabun Senja

Baca: Mata Malas

  • Pengobatan


Pengobatan presbiopi ditujukan untuk membantu mata fokus pada objek dalam jarak dekat.

Beberapa metode untuk mengatasi presbiopi yang dianjurkan oleh dokter yakni:

Kacamata

Penggunaan kacamata adalah cara sederhana dan aman untuk menangani presbiopi.

Pasien dengan kondisi mata yang baik sebelum mengalami presbiopi, dapat memakai kacamata tanpa resep dokter.

Namun pada pasien yang sudah memiliki gangguan mata sebelum presbiopi, dokter akan meresepkan kacamata dengan lensa khusus.

Lensa kontak

Pasien yang tidak ingin mengenakan kacamata bisa mengenakan lensa kontak.

Namun, lensa kontak tidak bisa digunakan pada penderita gangguan kelopak mata, gangguan saluran air mata, dan mata kering.

Bedah refraktif

Dokter mata dapat melakukan beberapa tindakan bedah yang dapat membantu menangani presbiopi, yaitu:

  • Conductive keratoplasty, prosedur ini menggunakan energi radio frekuensi untuk memanaskan titik-titik di sekitar kornea guna mengubah kelengkungan kornea dan meningkatkan kemampuan fokus mata. Meski demikian, hasilnya sangat bervariasi dan dapat bersifat hanya sementara.
  • Laser-assisted subepithelial keratectomy (LASEK), yaitu prosedur yang menggunakan laser untuk membentuk ulang lapisan luar kornea.
  • Laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK), prosedur ini bertujuan membentuk penglihatan monovision, yaitu satu mata untuk melihat jauh, dan satu mata yang lain untuk melihat jarak dekat.
  • Photorefractive keratectomy (PRK), sama seperti LASEK, PRK juga menggunakan laser untuk membentuk ulang kornea.

Implan lensa

Prosedur ini bertujuan mengganti lensa mata penderita dengan lensa sintetis (lensa intraokular).

Pada beberapa orang, lensa mata dapat memperbaiki penglihatan penderita prebiopi, baik saat melihat jauh atau dekat.

Namun demikian, terkadang implan lensa malah dapat menyebabkan penurunan kemampuan mata untuk melihat pada jarak dekat, sehingga kacamata baca masih dibutuhkan.

Inlay kornea

Inlay kornea adalah tindakan memasukkan ring kecil berbahan plastik pada setiap kornea mata untuk mengubah lengkungan kornea.

Ring ini bekerja dengan memfokuskan cahaya pada kornea, sehingga penderita mampu melihat objek pada jarak dekat.

Bila pasien merasa hasilnya kurang memuaskan, pasien bisa meminta dokter untuk mencabut ring dan memilih prosedur lain. (3)

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Penyakit Presbiopi
Jenis Penyakit Penyakit Mata
Gejala atau Ciri Kesulitan melihat benda dekat
   


Sumber :


1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved