Wikan Sakarinto

Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud.


zoom-inlihat foto
wikan-sakarinto.jpg
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D.

Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud.




  • Profil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D merupakan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang lahir pada 17 Maret 1975.

Wikan Sakarinto sempat menjabat sebagai Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.

Dia menjabat selama empat tahun sebelum akhirnya menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendidikan:

D3 (A.Md/ahli Madya) : Dept of Mechanical Engineering UGM, Indonesia (1993-1997)

S1 (S. T) Dept of Mechanical Engineering UGM, Indonesia (1997-2001)

S2 (M.Sc and Ir.) Dept of Mechanical Engineering University of Twente, Belanda and Dortmund University, Jerman (2003-2005)

S3 (Ph. D) Dept of Mechanical Engineering Kobe University, Jepang (2008-2011)

Baca: Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta


Saat menjadi Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Wikan mengimplementasikan "Teaching Industry" yang dapat mewujudkan konsep "Link & Match".

Tujuan konsep ini adalah untuk membentuk kolaborasi antara pendidikan vokasi dengan dunia industri.

Pada 2018, Sekolah Vokasi UGM yang berada di bawah asuhannya berhasil menggarap film berjudul "Tengkorak". Wikan memiliki peran penting dalam film ini sebagai produser eksekutif.

Film fiksi ilmiah ini disutradai oleh Yusron Fuadi dan tayang pada 18 Oktober 2018.

Film Tengkorak dimainkan oleh tiga pemain utama yakni Eka Nusa Pertiwi sebagai Eka, Yusron Fuadi sebagai Yos, dan Guh S Mana sebagai Lt. Jaka.

Film Tengkorak bercerita tentang misteri penemuan fosil tengkorak berumur 170 ribu tahun di Pulau Jawa.

Penemuan ini menimbulkan kebingungan dan perdebatan di antara para ilmuwan dan pemuka agama, serta perjalanan seorang gadis yang bertekad untuk mengungkap misteri di baliknya.

Film ini bahkan mengikuti berbagai macam festival film seperti Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Cinequest International Film Festival di California, USA dan Balinale International Film Festival Bali.

Selain hal tersebut, Wikan juga membuat kebijakan gebrakan selama menjadi Dekan Sekolah Vokasi UGM.

Pada 2019, Sekolah Vokasi UGM memutuskan untuk tidak lagi membuka program D3, diganti dengan program Sarjana Terapan (D4).

Pada tahun ajaran 2019/2020 ini, pendaftaran D4 dibuka untuk 13 program studi (prodi).

Sarjana Terapan merupakan program setara S1, yaitu pada level 6 KKNI, yang mengaplikasikan 60 persen praktik dan 40 persen teori.

Saat itu, Sekolah Vokasi UGM membuka 9 prodi Sarjana Terapan baru, termasuk 4 prodi yang telah lebih dulu menyelenggarakan program Sarjana Terapan, yaitu Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Prodi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Prodi Teknologi Rekayasa Internet, serta Prodi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil.

Prodi lain yang dibuka saat itu yaitu adalah Manajemen dan Penilaian Properti, Perbankan, Akuntansi Sektor Publik, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Teknologi Rekayasa Mesin, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknologi Rekayasa Elektro, Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Manajemen Informasi Kesehatan.

Empat tahun membangun Sekolah Vokasi UGM, membuat Wikan mendapatkan perhatian serius dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

Baca: 15 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Menurut Kemendikbud, IPB Nomor 1

  • Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020-....)


Kiprah Wikan sebagai Dekan Sekolah Vokasi UGM turut membawanya kepada jabatan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dirinya dilantik sebagai Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada 8 Mei 2020.

Wikan dilantik secara daring atau online akibat pandemi Covid-19.

Setelah dilantik, Wikan menegaskan bahwa pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) harus saling berkolaborasi.

"Link and Match dunia pendidikan dan dunia usaha dan dunia industri harus disempurnakan, terstruktur, dan berkelanjutan agar menjadikan vokasi kuat yang menguatkan Indonesia,” ujar Wikan.

Wikan meminta pendidikan vokasi yang meliputi SMK, pendidikan tinggi vokasi, dan lembaga pelatihan keterampilan harus bersinergi erat dengan industri dan dunia kerja (link and match).

  • Nikah Massal Vokasi dengan Dunia Industri


Dalam mengemban jabatan sebagai Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan menggagas konsep "pernikahan massal" antara pendidikan vokasi dengan dunia industri dan kerja.

Menurutnya, keduanya harus mencapai tahap "menikah" dengan membuat kolaborasi yang erat.

Dalam konsep pernikahan massal, Wikan menyebut ada lima syarat khusus yang perlu ditempuh oleh pendidikan vokasi dengan dunia industri dan kerja.

"Link and match ini tidak hanya sekadar tanda tangan MoU, foto-foto kemudian masuk koran, tidak. Itu ibarat orang berhubungan, pacaran saja belum, baru kenalan. Link and match kami tidak hanya sekadar pacaran, tapi sampai menikah levelnya. Jadi ada paket link and match itu lima minimal," ujar Wikan.

Wikan mengatakan syarat pertama terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri adalah pembuatan kurikulum bersama.

Setiap tahun kurikulum harus disinkronisasi dengan industri.

Selain itu, pihak industri wajib memberikan guru atau dosen tamu.

Minimal pengajaran dari dosen dan guru tamu ini dilakukan minimal 50 jam per semester.

Syarat ketiga adalah pemberian magang kepada siswa SMK dan mahasiswa vokasi dari industri yang dirancang bersama.

Wikan mengatakan pihaknya mewajibkan magang minimal satu semester.

Sementara syarat keempat adalah sertifikasi kompetensi.

Menurut Wikan, kompetensi merupakan hal yang sangat penting untuk lulusan vokasi.

Meski begitu, sertifikat juga dibutuhkan untuk menunjukan level kompetensi lulusan vokasi.

Syarat yang kelima adalah komitmen menyerap lulusan sekolah vokasi oleh industri.

"Ini paket link and match level menikah yang kami rancang, tambah satu lagi, mengembangkan teaching factory. Jadi teaching industry masuk ke dalam kurikulum," tutur Wikan.

Dalam konsep "pernikahan massal" tersebut, Wikan juga mendorong agar kawasan industri di Indonesia dapat membuka SMK. Saat ini ada 98 kawasan industri yang dapat bermitra untuk pembukaan SMK di kawasannya.

"Coba bayangkan 98 kawasan industri punya satu SMK. Maka akan ada 98 SMK mitra industri," kata Wikan.

Saat ini baru dua kawasan industri yang menjalin rekanan dan membuka SMK di wilayahnya.

Dua kawasan industri tersebut adalah MM 2100 dan Deltamas.

Pada saat ini dibutuhkan lebih banyak SMK yang didirikan di kawasan industri untuk mendorong kerjasama antar kedua pihak.

Industri dapat membantu dalam pembuatan kurikulum SMK hingga tenaga pengajar.

Pendirian SMK juga dapat memanfaatkan 30 persen fasilitas umum yang disediakan di kawasan industri.

  • Pengalaman Kerja


Berikut ini pengalaman kerja Wikan Sakarinto:

1. Lecturer and Researcher, Gadjah Mada University (2001-2020)

2. 'Staf khusus Rektor', responsible for strategic development of School of Vocation, Gadjah Mada University (2011)

3. Coordinator, Academic Innovation Program, funded by PIKA UGM (2015 and 2016)

4. Head of department Diploma program of Mechanical Engineering Department, Gadjah Mada University (2012)

5. Vice Director/Dean for Academics and Student Affairs, Sekolah Vokasi, Gadjah Mada University (2012-2016)

6. Dean, Sekolah Vokasi, Gadjah Mada University (2016-2020)

(TribunnewsWiki.com/Fahdi Fahlevi)



Nama Wikan Sakarinto
Lahir 17 Maret 1975
Pendidikan S3 (Ph. D) Dept of Mechanical Engineering Kobe University, Jepang
Jabatan Terkini Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020-....)
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved