Viral Semua Lampu di RS Darurat Wisma Atlet Menyala, Ambulan Antre Panjang, Kapasitas Sudah Penuh?

Viral di medsos, semua lampu di RS Darurat Wisma Atlet menyala, netizen menduga kapasitas sudah penuh


zoom-inlihat foto
antrean-ambulans-memasuki-rsd-wisma-atlet-selasa-1592020-malam.jpg
Ist via Tribunnews
Antrean ambulans memasuki RSD Wisma Atlet, Selasa (15/9/2020) malam.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran viral di media sosial.

Foto yang tersebar di media sosial menunjukkan seluruh lampu gedung menyala terang.

Asumsi liar pun timbul, seperti diberitakan Tribunnews.com.

Warganet mengira nyala lampu tersebut karena semua kamar tidur sudah terisi penuh oleh pasien Covid-19.

Tak hanya itu, foto lainnya menunjukkan ambulans mengantre masuk RSD Wisma Atlet pada Selasa (15/9/2020) malam.

Hal itu semakin menguatkan dugaan penuhnya RS Darurat Wisma Atlet.

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta tampak menyala semua lampunya, viral setelah dibagikan akun Twitter (9/9/2020).
Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta tampak menyala semua lampunya, viral setelah dibagikan akun Twitter (9/9/2020). (Twitter/@EricHermansyah)

Baca: Belasan Petugas Medis Berkontak Langsung dengan Korban Kecelakaan yang Ternyata Positif Covid-19

Kendati demikian, Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian menyatakan, seluruh lampu dinyalakan sebagai bentuk kesiapan Wisma Atlet.

Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Brigjen TNI Muhammad Saleh Mustafa juga buka suara terkait ambulan yang antre.

"Itu kejadian tadi malam," kata Saleh saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Saleh menegaskan, antrean ambulans tersebut bukan disebabkan kapasitas RSD Wisma Atlet yang sudah penuh.

Antrean ambulans memasuki RSD Wisma Atlet, Selasa (15/9/2020) malam.
Antrean ambulans memasuki RSD Wisma Atlet, Selasa (15/9/2020) malam. (Ist via Tribunnews)

Baca: GPMB : Peringatan Pandemi Berikutnya Muncul Saat Kematian Akibat Covid-19 Dekati Angka 1 Juta Jiwa

Saleh mengatakan, kapasitas tempat tidur di RSD Wisma Atlet masih dapat menampung pasien Covid-19.

Sementara itu, antrean ambulans disebabkan kurangnya akses pintu masuk untuk ambulans.

"Kapasitas tempat tidur kami masih ada. Permasalahan (penyebab antrean ambulans) di pintu masuk hanya dibuka satu pintu," ungkap Saleh.

15 Hotel Berbintang Disulap Jadi Tempat Karantina Orang Tanpa Gejala, Biaya Ditanggung Pemerintah

ILUSTRASI - Suasana Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020). Rencananya pemerintah akan membuka Tower 5 atau menara tambahan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran untuk tempat isolasi dan pengobatan pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG.
ILUSTRASI - Suasana Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020). Rencananya pemerintah akan membuka Tower 5 atau menara tambahan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran untuk tempat isolasi dan pengobatan pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG. (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca: Aktor Ade Firman Hakim Meninggal Diduga karena Covid-19, Kondisi Sempat Menurun Sejak Sabtu

Dalam beberapa pekan terakhir kasus positif corona di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, terus melonjak.

Mayoritas kasus yakni pasien tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Padahal, kondisi dan fasilitas di rumah tak mendukung untuk isolasi mandiri.

Akibatnya, tingkat penularan Covid-19 semakin meningkat.

Kondisi tersebut tak dipungkiri pemerintah. Karena itu pemerintah kemudian menggandeng 15 hotel bintang 2 dan 3 digunakan sebagai tempat isolasi pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).

"Kita sudah kerja sama dengan hotel bintang 2 dan 3 untuk menjadi fasilitas karantina. Ada 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta dengan kapasitas 3 ribu (tempat tidur). Ini sudah kerja sama dengan grup hotel," ujar Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas soal 'Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional' di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Jokowi menyatakan, fasilitas karantina di hotel disiapkan agar pasien tanpa gejala tak berkumpul dengan keluarga di rumah. Sehingga potensi penularan di tingkat keluarga yang akhir-akhir ini meningkat bisa ditekan.

Baca: DKI Jakarta Perketat PSBB, Presiden Jokowi Angkat Bicara: Jangan Buru-buru Tutup Wilayah

"Pemerintah menyiapkan pusat karantina agar tidak melakukan isolasi mandiri yang berpotensi menularkan ke keluarga," ucapnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, 15 hotel yang disiapkan itu diantaranya yakni Hotel Accord, Novotel, Hotel Ibis, Hotel Harris dan lainnya. Jumlah hotel menurut Terawan dapat ditambah apabila diperlukan.

Dari 15 hotel berbintang yang disiapkan pemerintah untuk isolasi mandiri para OTG itu, tersedia kapasitas 1.500 kamar atau 3.000 orang.

"Di samping itu hotel-hotel tersebut juga siap membantu pemerintah bila memerlukan hotel untuk isolasi di luar Jakarta,"
katanya.

Penyiapan fasilitas untuk Isolasi mandiri tersebut dilakukan setelah Pemprov DKI menyiapkan regulasi yang mewajibkan semua pasien Covid-19 diisolasi di rumah sakit ataupun tempat yang disediakan pemerintah.

Dengan begitu, nantinya tidak akan ada isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 meski hanya bergejala ringan atau tanpa gejala.

Baca: Video Viral Petugas Protokol Kesehatan Covid-19 Terlibat Baku Hantam dengan Pemuda Tak Pakai Masker

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, kamar di hotel bintang 2 dan 3 itu akan ditempati masyarakat dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) corona.

Ia menyebut hotel-hotel yang disiapkan sebagai tempat karantina berada di daerah yang memiliki kasus tinggi.

Doni juga menjamin seluruh biaya nantinya akan ditanggung pemerintah.

"Biaya untuk menerima masyarakat tersebut dijamin pemerintah. Teknis akan diatur Satgas. Nanti Satgas akan lihat dan evaluasi provinsi mana saja dengan tingkat kasus sangat tinggi yang butuh campur tangan pemerintah pusat," ucap Doni.

Dengan disiapkannya tempat karantina di sejumlah hotel berbintang, Doni meminta para kepala daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, untuk tidak menggunakan gelanggang olahraga (GOR) sebagai tempat isolasi kasus positif Covid-19. Menurut Doni, kualitas tempat tersebut kurang memadai.

"Kami sampaikan pesan kepada Gubernur DKI, untuk sementara jangan lagi gunakan tempat-tempat misalnya GOR, balai-balai yang mungkin kualitasnya tidak memadai. Intinya adalah menyiapkan lebih banyak tempat untuk isolasi mandiri agar tidak ada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di daerah atau rumah yang secara kesehatan tidak memadai. Ini semuanya kita fasilitasi," tambahnya.

Doni menyebut, fasilitas isolasi bagi warga yang terpapar Covid-19 di hotel berbintang ini tidak hanya untuk Jakarta, melainkan juga di sejumlah daerah lainnya.

"Termasuk hotel bintang dua, tiga, yang telah kami koordinasikan. Untuk DKI sudah berjalan koordinasinya. Kemudian juga Jabar khusus Depok dan Bekasi. Sumut di Medan. Semarang dan Surabaya juga. Jadi di kota-kota ini, selain tempat isolasi dan karantina mandiri yang disiapkan pemda, pemerintah pusat juga siapkan hotel bintang dua, tiga," jelas Doni.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 15 Hotel Berbintang Disulap Jadi Tempat Karantina Orang Tanpa Gejala, Biaya Ditanggung Pemerintah

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved