TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang tukang ojek online (ojol) di Taiwan menjadi viral di media sosial setelah aksinya berlutut di depan seorang polisi wanita (polwan).
Melihat tukang ojol berlutut di tengah jalan dan di depan seorang polwan, banyak yang bercanda bahwa mereka melamar, tetapi kenyataannya sangat berlawanan.
Sang driver ojol ini terkena tilang karena melanggar peraturan lalu lintas.
Kejadian ini terjadi pada 5 September 2020 lalu dan dipublikasikan di eva.vn, beberapa hari lalu.
Di media sosial, sebuah foto menunjukkan bahwa seorang tukang ojol sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan makanan kepada seorang pelanggan.
Ia tiba-tiba berhenti di tengah jalan, lalu berlutut di depan seorang petugas polwan.
Baca: Jadi Relawan Demi Anak-Istri, Driver Ojol Rasakan Kantuk Tak Biasa Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Tidak tah
u apa yang terjadi, banyak orang bercanda bahwa mungkin pria sedang melamar gadis itu atau mencoba memohon kepada gadis itu untuk berkencan dengannya.
Namun, kebenaran di baliknya justru sebaliknya.
Insiden itu terjadi di Jalan Jianguo, Kota Taipei, Taiwan.
Dalam foto tersebut, seorang pengirim berkemeja merah muda sedang berlutut di tengah jalan, tepat di sebelah distrik merah-hijau muda, di depan seorang petugas polisi wanita yang sedang jaga.
Baca: Rebut Celurit dan Menang Lawan Dua Begal, Driver Ojol di Bekasi Diberi Penghargaan oleh Polisi
Ternyata dua orang ini sama sekali tidak berhubungan, dan driver ojol juga tidak berlutut untuk melamar polisi wanita tersebut.
Faktanya, driver ojol ini melanggar peraturan lalu lintas dan ditangkap oleh polisi wanita tersebut.
Salah satu saksi dari kejadian tersebut mengatakan bahwa pengirim melanggar peraturan saat berjalan di trotoar.
Oleh karena itu, dia dihentikan oleh polisi wanita tersebut dan didenda 600 yuan atau Rp 1,2 juta (kurs Rp 2.000/yuan).
Sang driver berusaha menjelaskan bahwa dia terburu-buru untuk mengantarkan makanan ke pelanggannya.
Dia takut mengecewakan pelanggannya karena terlambat mengantar menjadi alasan driver ojol melewati di trotoar.
Baca: Kisah Driver Ojol Perempuan yang Lolos dari Begal: Rebut Celurit dan Jatuhkan Salah Satu Pelaku
Dan karena tidak memiliki uang cukup membayar denda, tukang ojol memilih berlutut memohon pengertian sang polwan untuk tidak menilangnya.
Namun, sang polwan bersikap tegas dan tetap menilangnya.
Setelah itu, seorang pria bermarga Chen lewat, menyaksikan kejadian tersebut.
Chen berkata bahwa polisi wanita itu tidak bermaksud untuk memaksanya, tetapi telah menulis denda, tidak dapat dipulihkan, apalagi itu adalah tugasnya dan dia sendiri bingung.
Namun, sang driver juga sangat menyedihkan karena tidak memiliki uang.
Baca: Viral Postingan Pelanggan Ojol Marah dan Tersinggung Dipanggil Kak, Apa yang Salah?
Chen bertanya kepada pengirim apakah dia telah selesai mengirimkan barangnya, dia menjawab bahwa dia sedang terburu-buru.
Melihat itu, Chen memutuskan memberinya 1.000 yuan (Rp 2 juta) pada driver ojol , sehingga dia dapat membayar denda dan tidak harus berlutut, dan mengingatkannya untuk terburu-buru.
Setelah membayar denda dan berterima kasih kepada Chen, sang tukang ojol segera pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Berbicara tentang tindakan tiba-tiba, Chen berbagi: "1.000 yuan dapat menyelesaikan masalah kedua orang, juga dianggap sebagai bagian dari jasa".
Chen berkata bahwa dia adalah seorang pekerja kantoran, pergi keluar untuk membeli makan siang dan secara tidak sengaja menyaksikan kejadian tersebut.
Baca: Seorang Penumpang Wanita Memaksa Dinikahi Abang Ojol, Aksi Nekatnya sampai Libatkan Polisi
Meskipun dia telah melakukan pekerjaannya dengan baik, Chen tidak ingin berbagi terlalu banyak.
Cerita ini saat ini menyebabkan kehebohan di antara netizen dengan hampir 10.000 suka dan ribuan pembagian.
Netizen meninggalkan banyak komentar: "Meskipun pengirimnya sangat menyedihkan, tapi dia salah, dia harus dihukum, jika tidak dia akan melakukannya lagi",
"Orang itu terlalu baik. Tidak semua orang bisa melakukannya."
"Aku bisa bersimpati padanya karena banyak driver ojol harus berpacu dengan waktu untuk mengirimkan barang mereka ke pelanggan, jika tidak maka akan diremehkan dan dikurangi. Dia baik-baik saja. Terima kasih pria yang baik karena telah membantunya "...
(tribunnewswiki.com/hr)