Singgung PSBB DKI Jakarta, Ridwan Kamil: Hati-hati, Hampir Rp 300 Triliun Lari Gara-gara Statement

Kepala daerah di wilayah penyangga DKI Jakarta angkat bicara soal PSBB total di DKI


zoom-inlihat foto
gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-2.jpg
Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta menuai kontroversi.

Pro dan kontra muncul mengikuti kebijakan Gubernur Anies Baswedan.

Para Kepala Daerah di wilayah penyangga Jakarta turut berbicara.

Mereka di antaranya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar, meminta Anies hati-hati dalam mengambil keputusan.

Pasalnya setelah Anies mengumumkan kebijakan penerapan kembali PSBB pada Rabu (9/9/2020) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok, seperti diberitakan Tribunnews.com.

Baca: Ridwan Kamil Singgung Kata Anjay, Disebut Ada dalam Al Quran : Kita Sering Ribut Hal Tak Penting

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Tangkap Layar YouTube Channel Kompas TV)

Bahkan, pada Kamis (10/9/2020), kapitalisasi pasar terbukti berkurang hingga Rp 277 triliun.

Terkait dengan hal itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyarankan kepada Anies untuk lebih berhati-hati dalam pengambilan setiap keputusan.

"Hampir Rp 300 triliun lari gara-gara statement, itu juga menjadi hikmah kepada kita dalam statement Covid ditunggu oleh siapapun, baik oleh masyarakat, pelaku ekonomi."

"Sehingga menjadi sebuah kehati-hatian bagi kita, agar setiap pernyataan ini dihitung secara baik."

"Kalaupun itu berita buruk, dipersiapkan sebuah proses sehingga tidak akan menjadi dinamika," kata Ridwan seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Bos Djarum-BCA dan Orang Terkaya di Indonesia Ini Surati Presiden Jokowi: Tolak PSBB Total Jakarta

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan melalui video conference bersama Anies dan sejumlah kepala daerah di Jabodetabek pada Kamis (10/9/2020), Emil juga menyarankan Anies untuk lebih dulu berkonsultasi kepada pemerintah pusat.

Sebab, kebijakan yang dilakukan di DKI sangat berdampak luas terhadap stabilitas nasional, termasuk dalam sektor perekonomian.

"Saya menyampaikan kemarin karena Jakarta Ibu kota negara, maka kebijakan Jakarta berdampak tak hanya regional tapi nasional."

"Karena itu, saya mohon ke Pak Anies untuk konsultasikan dulu ke pemerintah pusat."

"Itu kesimpulan yang saya sampaikan. Setelah itu, kita tunggu saja apakah tanggalnya masih tetap," jelasnya.

Bima Arya

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto (Instagram/bimaaryasugiarto)

Baca: 27 Petugas Kesehatan di Bogor Positif Covid-19, Pemkot Tutup 4 Puskesmas Selama 3 Hari

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, daerah penyangga Ibu Kota, Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) belum memutuskan untuk mengikuti langkah DKI Jakarta yang akan memberlakukan PSBB total.

Bima menilai, PSBB total yang rencananya akan diterapkan Pemprov DKI pada Senin (14/9/2020), belum memiliki aturan yang jelas.

Satu di antaranya tentang pemberlakuan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.

Bima menuturkan, banyak warga Kota Bogor yang bekerja dan beraktivitas di Jakarta.

Oleh sebab itu, Bima meminta Pemprov DKI Jakarta membuat regulasi yang jelas jika PSBB total jadi diberlakukan.

"Kami meminta kejelasan kira-kira bagaimana dengan aktivitas keluar masuk Jakarta bagi warga Kota Bogor yang tidak work from home (WFH) karena kebutuhan dan lain-lain."

Baca: Polri Berencana Rekrut Preman Buat Awasi Protokol Kesehatan, Pakai Masker Jika Tak Mau Berurusan!

"Apakah akan ada rencana SIKM dan sebagainya, karena ini harus sama-sama dikoordinasikan," kata Bima sebagaimana dilansir Kompas.com.

Bima menambahkan, kondisi lain yang harus diantisipasi jika PSBB total jadi diterapkan adalah kemungkinan adanya mobilitas tinggi warga Jakarta yang datang ke Bogor.

Sebab, kata dia, di setiap akhir pekan, banyak warga Jakarta yang datang ke Bogor untuk berlibur.

"Bahanya, kalau di Jakarta jadi PSBB total kemudian Bogor tidak, maka warga Jakarta dan sekitarnya akan lari ke Bogor."

"Baik untuk wisata, makan, jalan, pertemuan, dan lain-lain. Nah, ini kan yang perlu kita antisipasi," terangnya.

Sementara itu, Pemkot Bogor baru akan mengumumkan secara resmi keputusannya apakah akan mengikuti rencana PSBB total di DKI Jakarta atau tidak pada Senin mendatang.

"Hari Senin akan mengumumkan kebijakan Pemkot seperti apa," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komentar Para Kepala Daerah tentang PSBB Total di Jakarta, dari Bima Arya hingga Ridwan Kamil

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur) (Tribunnews.com/Nanda Lusiana, Kompas.com)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved