Para pembantu jenderal kemudian dieksekusi dengan menggunakan senjata anti-pesawat, sementara keluarganya juga diketahui dibunuh atas perintah Kim.
Sebagai informasi, Jang sempat mengambil alih sementara Korea Utara setelah ayah Kim Kim Jong-il jatuh sakit sebelum meninggal pada 2011.
Trump: Kim Jong Un Memberi Tahu Saya Segalanya, Termasuk Bagaimana Ia Membunuh Pamannya Sendiri
Presiden Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dirinya terkesan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika dia pertama kali bertemu dengan pemimpin Korea Utara di Singapura pada tahun 2018.
Hal tersebut dituliskan oleh jurnlais Bob Woodward dalam buknya yang berjudul “Rage”.
Dalam buku tersebut juga memuat komentar Trump atas ancaman virus corona baru yang menarik perhatian luas setelah kutipan dalam buku tersebut dirilis.
Buku tersebut didasarkan pada 18 wawancara yang dilakukan Woodward dengan Trump antara Desember dan Juli.
Bob Woodward adalah jurnalis senior yang lewat laporan investigasinya berhasil memaksa Presiden AS Richard Nixon mundur karena skandal Watergate.
Kutipan tersebut juga memberikan rincian baru tentang pemikiran Trump tentang Kim Jong Un, kerusuhan rasial dan senjata baru misterius yang diklaim Trump tidak diketahui oleh kekuatan dunia lain.
Korea Utara
Dilansir oleh ABCnews.go.com, Woodward menulis bahwa Trump mengatakan dia terkesan dengan Kim ketika mereka pertama kali bertemu di Singapura pada tahun 2018 dan bahwa Kim jauh lebih pintar.
Trump juga mengatakan bahwa Kim memberi tahu saya segalanya, dan bahkan memberi Presiden AS tersebut akun grafis tentang bagaimana Kim membunuh pamannya sendiri.
Saat dia terlibat dalam pembicaraan senjata nuklir dengan Kim, Trump menolak penilaian pejabat intelijen bahwa Korea Utara tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya.
Trump mengatakan kepada Woodward bahwa CIA tidak tahu bagaimana menangani Pyongyang.
Trump juga menepis kritik tentang tiga pertemuannya dengan Kim, mengklaim KTT itu bukan masalah besar.
Kritikus mengatakan bahwa dengan bertemu Kim, Trump memberikan pemimpin Korea Utara legitimasi di panggung dunia.
“Aku butuh dua hari. Saya bertemu, saya tidak menyerah, "kata Trump.
Trump bahkan menyamakan keterikatan Korea Utara dengan persenjataan nuklirnya itu seperti seseorang yang jatuh cinta pada sebuah rumah dan mereka tidak bisa menjualnya.
Di sisi lain, pemimpin Korea Utara itu menyambut perhatian Trump dengan menyebut Trump dengan panggilan "Yang Mulia" dalam sebuah surat.
Kim menulis kepada Trump bahwa dia percaya persahabatan yang dalam dan khusus di antara mereka akan bekerja sebagai kekuatan magis.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Amy/Kaka)