Iran Sebut Tindakan Bahrain Menormalisasi Hubungan dengan Israel 'Memalukan'

Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan Israel


zoom-inlihat foto
orang-orang-palestina-bahrain-israel.jpg
SAID KHATIB / AFP
Orang-orang Palestina membawa plakat selama aksi protes di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 12 September 2020 untuk mengutuk normalisasi hubungan antara Bahrain dan Israel. Iran menyebut tindakan normalisasi yang dilakukan Bahrain "memalukan".


Pejabat Norwegia menominasikan Presiden AS Donald Trump untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian 2021.

Christian Tybring Gjedde mengajukan nominasi hanya beberapa pekan setelah Trump membantu menengahi perdamaian antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA).

Anggota Parlemen Norwegia itu memuji Trump atas upayanya menyelesaikan konflik berkepanjangan di seluruh dunia, seperti diberitakan Tribunnews dari Fox, Kamis (10/9/2020).

 "Atas jasanya (Trump), saya pikir dia telah melakukan lebih banyak upaya untuk menciptakan perdamaian antar negara daripada kebanyakan nominator Hadian Nobel Perdamaian lainnya," kata Tybring Gjedde.

Baca: VIRAL Video Tentara Israel Injak Leher Pria Lansia Palestina, Insiden Mirip Kasus George Floyd

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020. (DREW ANGERER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Untuk diketahui, Tybring Gjedde merupakan anggota Parlemen empat periode yang juga menjabat sebagai Ketua Delegasi Norwegia untuk Majelis Parlemen NATO.

Dalam surat pencalonan kepada Komite Nobel, Tybring Gjedde mengatakan, pemerintahan Trump memainkan peran kunci dalam pembentukan hubungan antara Israel dan UEA.

"Karena diharapkan negara-negara Timur Tengah lainnya akan mengikuti jejak UEA, perjanjian ini bisa menjadi pengubah permainan yang akan mengubah Timur Tengah menjadi wilayah kerja sama dan kemakmuran," tulisnya.

"Peran kunci Presiden (Trump) dalam memfasilitasi kontak antara pihak-pihak yang bertikai dan menciptakan dinamika baru dalam konflik berkepanjangan lainnya," tambahnya.

"Seperti sengketa perbatasan Kashmir antara India dan Pakistan, dan konflik antara Korea Utara dan Selatan, serta berurusan dengan kemampuan nuklir Korea Utara," demikian pernyataan di suratnya.

Baca: 5 Negara Timur Tengah Ini Diprediksi Akan Berdamai dengan Israel, Ada Bahrain dan Arab Saudi

Tybring-Gjedde juga memuji Trump karena menarik sejumlah besar pasukan dari Timur Tengah.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved