Neni mengatakan, masyarakat seharusnya menyadari dan membuka pikiran bahwa tak semua hal dikaitkan dengan konspirasi.
Pengaruh selebritas
Salah satu sosok yang memercayai Covid-19 sebagai konspirasi adalah musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx.
Drummer grup band Superman Is Dead tersebut juga kerap kali menyuarakan hal tersebut melalui media sosialnya.
Jerinx kini tersandung kasus hukum dan ditahan lantaran menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung WHO.
Selain Jerinx, nama lain yang turut menjadi sorotan adalah penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji.
Anji menjadi perbincangan setelah videonya dengan Hadi Pranoto, yang mengklaim telah menemukan obat Covid-19, viral di media sosial.
Hadi mengklaim bahwa dirinya adalah profesor atau ahli mikrobiologi.
Ia juga mengaku sebagai seorang kepala Tim Riset Formula Antibodi Covid-19.
Dalam video berjudul "Bisa Kembali Normal?Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!" itu, Hadi Pranoto mengklaim berhasil menemukan antibodi Covid-19, yang bisa mencegah dan menyembuhkan pasien terinfeksi.
Hadi Pranoto juga mengklaim antibodi Covid-19 berbahan herbal itu telah disalurkan di wilayah Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan.
Menanggapi klaim obat Covid-19 tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara.
Wiku mengingatkan figur publik agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi seputar Covid-19.
"Sekali lagi saya ingatkan, para peneliti dan figur publik untuk perlu berhati-hati dalam menyampaikan berita kepada masyarakat," ujar Wiku dalam konferensi pers di Graha BNPB yang ditayangkan secara daring, Selasa (4/8/2020).
"Jangan sampai masyarakat yang sedang panik mencari jalan keluar sehingga memahami suatu hal secara tidak utuh dan tidak benar," lanjut dia.
Perparah penanganan Covid-19
Maraknya informasi yang belum dipastikan kebenarannya terkait Covid-19 dinilai mempersulit penanganan pandemi.
"Jadi hoaks dan teori konspirasi ini sangat, sangat, memperparah upaya penanganan pandemi menurut pandangan kami," kata Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho.
Baca: Pria 82 Tahun Nekat Mencuri Kotak Sampel Tes Corona, Hanya untuk Dijadikan Pelindung Saat Hujan
Ia menilai, berbagai hoaks terkait Covid-19 berdampak pada perilaku masyarakat.
Septiaji mengatakan, hoaks dan teori konspirasi dengan narasi bahwa pandemi hanya rekayasa menurunkan tingkat kepedulian publik sehingga menurunkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.