Puluhan Perusahaan Digital Akan Tarik Pajak 10 Persen: Twitter, Shopee dan Zoom Mulai 1 Oktober

Zoom, Twitter, Shopee, Skype dan perusahaan lainnya masuk gelombang ketiga


zoom-inlihat foto
ilustrasi-shopee.jpg
Tribun Pontianak
Ilustrasi Shopee. Shopee akan menarik PPN 10% mulai 1 Oktober 2020


Zoom, Twitter, Shopee, Skype dan perusahaan lainnya masuk gelombang ketiga

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puluhan perusahaan digital yang sudah ditunjuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memungut, menyetor, dan melaporkan pajak pertambahan nilai (PPN).

Per Selasa, (8/9/2020), ada 28 perusahaan dan PPN yang ditarik sebesar 10% dari nilai transaksi barang/jasa digital.

Perusahaan-perusahaan tersebut akan dibagi menjadi tiga gelombang

Hal tersebut mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-12/PJ/2020 tentang Batasan Kriteria Tertentu Pemungut serta Penunjukan Pemungut, Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean.

Perusahaan yang masuk gelombang pertama adalah Amazon Web Service Inc., Google Asia Pasific Pte. Ltd., Google Ireland Ltd., Google LLC., Netflix Internasional B.V. dan, Spotify AB.

Keenam perusahaan tersebut per 1 Agustus lalu sudah menerapkan ketentuan PPN.

Baca: Pendapatan Turun Saat Pandemi, Kerjasama Kemenperin dengan Shopee Dongkrak Pendapatan IKM Fesyen

Logo Amazon.com, satu dari e-comerce mulitinasional dan terbesar dunia
Logo Amazon.com, satu dari e-comerce mulitinasional dan terbesar dunia (Tangkap Layar amazon.com)

Gelombang kedua yaitu  TikTok Pte. Ltd, Facebook Ireland Ltd., Facebook Payments International Ltd., Facebook Technologies International Ltd., Amazon.com Services LLC, Audible, Inc., Alexa Internet, Audible Ltd., Apple Distribution International Ltd., dan The Walt Disney Company (Southeast Asia) Pte. Ltd. 

Kesepuluh perusahaan ini per 1 September sudah tarik PPN.

Gelombang ketiga yaitu Zoom Video Communications, Inc., Twitter Asia Pasific Pte. Ltd., Twitter International Company, dan PT Shopee International Indonesia, LinkedIn Singapore Pte. Ltd., McAfee Ireland Ltd., Microsoft Ireland Operations Ltd., Mojang AB, Novi Digital Entertainment Pte. Ltd., PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd., Skype Communications SARL, PT Jingdong Indonesia Pertama.

Gelombang ketiga ini akan menarik PPN sebesar 10% dari konsumen per 1 Oktober 2020.

Direktur Pelayanan, Penyuluhan , dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Hestu Yoga Saksama menjelaskan secara teknis, jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10%  dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN. 

Baca: Diduga Melanggar Hak Cipta, TikTok Digugat Jutaan Dolar oleh Perusahaan Teknologi Vietnam VNG











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved