Rapat Paripurna Dinilai Settingan, Politisi PSI: Baru Kali ini Anggota Dewan Gak Diberi Microphone

Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo menuding rapat pembahasan P2APBD 2019 dinilai settingan karena anggota dewan tak disediakan microphone.


zoom-inlihat foto
suasana-rapat-p2apbd-2019.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Suasana rapat paripurna dengan Gubernur DKI Jakarta, tampak tak ada pengeras suara yang disediakan bagi anggota DPRD DKI, Senin (7/9/2020).


Peristiwa ini bermula dari interupsi yang disampaikan Ketua Fraksi Golkar Basri Baco yang menyampaikan keberatan dengan laporan Anies soal APBD 2019 ini.

"Melihat eksekutif belum punya niat membantu dewan, Golkar menolak P2APBD 2019. Golkar WO," kata Basri Baco.

Hal ini pun diamini oleh Sekretaris Fraksi PAN Oman Rahman Rakinda yang menyampaikan kekecewannya dengan rapat paripurna ini.

"Kami Fraksi PAN kecewa dengan forum ini, tidak boleh ada setting forum seperti ini. Untuk itu izinkan kami Fraksi PAN untuk meninggalkan ruangan ini," ujarnya.

Selanjutnya, giliran Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Anthony Winza yang juga menyampaikan kekecewannya terhadap laporan P2APBD tahun anggaran 2019 ini.

Ia menyebut, Fraksi PSI dengan tegas menolak P2APBD yang disampaikan Anies Baswedan ini.

"PSI juga menolak pertanggungjawaban APBD 2019 ini," tuturnya.

(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Dionsius Arya Bima Suci)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tak Disediakan Microphone saat Rapat Paripurna Bareng Anies, Politisi PSI: Apakah Ini Settingan?





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Check Out Sekarang,

    Check Out Sekarang, Pay Later adalah sebuah film
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved