Raja Salman Tak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel, Kecuali Ada Kejelasan Status Palestina

Tak ikuti langkah UEA, Raja Salman tak sudi normalisasi hubungan dengan Israel tanpa status kenegaraan Palestina


zoom-inlihat foto
raja-salman-bin-abdulaziz-aaa.jpg
ALEX BRANDON / POOL / AFP
Raja Salman bin Abdulaziz.


Sebelumnya, sebuah pernyataan keluar dari Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Jumat (14/8/2020) yang mengecam kesepakatan hubungan diplomatik antara UEA dan Israel.

Pihak Turki mengatakan kedua negara telah mengabaikan keinginan Palestina atas pengakuan dunia terhadap wilayahnya.

Dalam pidatonya di Universitas Ankara, Presiden Erdogan mengumumkan Turki telah menangkap istri dari pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi
Dalam pidatonya di Universitas Ankara, Presiden Erdogan mengumumkan Turki telah menangkap istri dari pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi (Bloomberg)

"UEA secara diam-diam mengejar ambisi rahasia atas rencana AS dan telah mengabaikan keinginan keras Palestina," kata pernyataan Kemenlu Turki, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (14/8/2020).

Turki juga menyatakan keprihatinan dan mendukung rakyat dan otoritas Palestina atas reaksi mereka yang menjalin kesepakatan baru-baru ini.

Menurut Turki, langkah yang diambil oleh UEA hanya bertujuan untuk menghapus Rencana Perdamaian Arab secara sepihak.

"Dengan demikian, tidak ada kredibilitas dalam menampilkan deklarasi trilateral sebagai dukungan untuk perjuangan Palestina," bunyi pernyataan itu.

Baca: 8 Momen Hangat Hubungan UEA-Israel, Pembuka Jalan Dibangunnya Kesepakatan Diplomatik

Pernyataan Kemenlu Turki juga mencatat bahwa pemerintah UEA tidak memiliki wewenang untuk bernegosiasi dengan Israel atas nama Palestina, tanpa persetujuan dari rakyat dan pemerintahan Palestina itu sendiri.

"Baik sejarah maupun hati nurani di kawasan ini tidak akan pernah terlupakan dan dimaafkan perilaku munafik UEA,” kata pernyataan itu

Pernyataan itu mengungkapkan UEA yang mencoba untuk menggambarkan kesepakatan diplomatik dengan Israel sebagai pengorbanan untuk Palestina.

“Padahal, pada kenyataannya itu adalah pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina untuk kepentingannya sendiri, "tambahnya.

KOLASE FOTO: Foto 28 Mei 2017, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Yerusalem dan foto pada 12 Juni 2019, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed di Berlin. Israel dan UEA sepakat untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan dimediasi oleh AS. Negara Yahudi tersebut setuju untuk menghentikan aneksasi di wilayah Palestina.
KOLASE FOTO: Foto 28 Mei 2017, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Yerusalem dan foto pada 12 Juni 2019, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed di Berlin. Israel dan UEA sepakat untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan dimediasi oleh AS. Negara Yahudi tersebut setuju untuk menghentikan aneksasi di wilayah Palestina. (GALI TIBBON, Odd ANDERSEN / AFP)

Israel dan UEA telah sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik, kata Presiden AS, Donald Trump pada hari Kamis (13/8/2020).

Trump mengatakan ini adalah sebuah langkah yang mencegah rencana kontroversial Israel untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kesepakatan ini menandai kali ketiganya negara Arab membuka hubungan diplomatik penuh dengan Israel, dan UEA sekarang menjadi negara Teluk Arab pertama yang melakukannya.

Negara Arab lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel adalah Mesir dan Yordania.

(Tribunnewswiki/Nur/Al) (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Sebagian artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Erdogan Tarik Dubes dan Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Uni Emirat Arab





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved