Gadis Tuli Ini dan Pacarnya Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung, Nekat Bunuh Karena Cintanya Tak Direstui

Seorang gadis tuli tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri karena kisah cintanya tak direstui.


zoom-inlihat foto
bunuh-anak-bunuh.jpg
Dunyanews
Gadis tuli tega bunuh ibunya karena cintanya tak direstui.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang gadis tuli di Pakistan tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.

Polisi CIA di Lahore, ibukota Pakistan, telah melakukan penyelidikan dan menyimpulkan, sang putri lah yang menjadi pembunuh ibunya sendiri.

Kasus pembunuhan ini menimpa wanita bernama Bismillah Bibi (48).

Kasus pembunuhan Bismillah terungkap bersama dengan kasus penculikan putrinya.

Dikutip Tribunnewswiki dari Dunyanews, putri Bismillah tega melakukan pembunuhan padanya dibantu oleh sang pacar.

Hal tersebut mereka lakukan saat kabur dari rumah.

Baca: Kronologi Pembunuhan Bocah 8 Tahun di Lampung, Pelaku Punya Motif Cemburu Terhadap Ibu Korban

Baca: Seorang Transpuan di Madura Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi, Polisi: Ada Dugaan Pembunuhan

Terdakwa adalah Fajr, yang melarikan diri setelah membunuh ibu kandungnya Bismillah Bibi.

Kemudian dia telah ditangkap bersama kenalannya tersebut.

Sebagai informasi, diduga Fajr dan kenalannya Azeem sama-sama tidak dapat berbicara dan mendengarkan.

Polisi mengatakan, tertuduh Fajr dan kenalannya Azeem merupakan teman yang belajar di sekolah yang sama dan ingin menikah.

Pada hari kejadian, terdakwa Fajr melakukan panggilan video ke Azeem.

Gadis tuli tega bunuh ibunya karena cintanya tak direstui
Gadis tuli tega bunuh ibunya karena cintanya tak direstui (Dunyanews)

Fajr memintanya untuk datang ke rumahnya.

Polisi mengungkapkan, tersangka kabur dari rumah dan membunuh Bismillah Bibi dengan pisau dan palu karena melawan.

Terdakwa melarikan diri usai pembunuhan tersebut dan menggunakan sepeda motor yang diparkir di rumah. 

Dilansir dari pemberitaan Gulfnews, petugas polisi memeriksa rekaman yang diambil oleh kamera yang dipasang oleh pihak berwenang di tiang dekat rumahnya.

Menurut laporan media setempat, petugas polisi mengatakan bahwa rekaman tersebut menunjukkan putri korban bersama dengan seorang pria yang mengendarai sepeda motor di pagi hari.

Baca: Sering Dicaci Maki, Seorang Pria Tega Bunuh Sang Istri, Begini Kondisi Mayat Korban Saat Ditemukan

Dalam video tersebut, pasangan itu tampak sedang terburu-buru.

Rekaman tersebutlah yang digunakan polisi menahan pasangan tersebut.

Selama interogasi awal, pasangan itu mengakui kejahatan mereka.

Baik anak perempuan maupun laki-laki yang keduanya sama-sama tuli.

Dalam pengakuannya kepada polisi, gadis tuli tersebut, Fajr, mengatakan kepada polisi bahwa ia ingin menikah dengan temannya Azeem tetapi ibunya tidak menyetujui pernikahan tersebut.

Menurut laporan media Pakistan, Fajr mengatakan kepada polisi bahwa dengan bantuan Azeem, keduanya melakukan tindak pembunuhan pada ibunya.

TERPISAH, Anak Bunuh Ibu Pakai Cangkul dan Sudah Siapkan Lubang Kubur, Ternyata Alami Skizofrenia Paranoid

Seorang anak asal Kecamatan Tanjung Morawa, Kabuptaen Deli Serdang, Sumatera Utara tega membunuh ibunya dengan cangkul pada Selasa (16/6/2020).

Pelaku diketahui berinisial H (43) yang membunuh ibunya berinisial S (73).

Pihak kepolisian pun langsung mengamankan H dan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah mendapat laporan kasus pembunuhan tersebut.

Namun, pihak kepolisian kini harus menghentikan sementara kasus tersebut lantaran sang pelaku mengidap gangguan jiwa.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh petugas Polsek Tanjung Morawa yang mengatakan pelaku mempunyai penyakit Skizofrenia Paranoid.

Baca: Terungkap Jenis Senjata Api yang Dipakai untuk Bunuh Diri eks Kepala BPN di Kejati Bali

Baca: Eks Kepala BPN Denpasar Bunuh Diri di Toilet Setelah Diperiksa Kejati Bali terkait Kasus Gratifikasi

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Ipda Dimas Adit Sutono yang dihubungi awak media mengatakan, dari hasil pemeriksaan oleh RSJ yang bersangkutan menderita Skizofrenia Paranoid

"Hasil pemeriksaan Dr Evalina P SpKj selaku yang menangani pelaku saat berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Muhammad Ildrem. Dapat menyimpulkan bahwa yang bersangkutan menderita Skizofrenia Paranoid," ujarnya.

Skizofrenia paranoid merupakan satu tipe penyakit gangguan jiwa, dimana ketika pengidapnya mengalami delusi, ia menganggap orang lain ingin melawan dirinya atau anggota keluarganya.

"Di mana pada taraf kapasitas mental dijumpai (potensi kerja, kemampuan adaptasi, kendala psikologis, perilaku berisiko, integritas moral), menunjukkan taraf Buruk," ungkap Dimas.

"Pada profil klinis, juga dijumpai gejala klinis pikiran kecuriagaan yang berlebihan, dan gejala klinis emosi negatif yang berlebihan. Begitu juga gejala klinis psikologis yang aneh dan tidak wajar. Serta gejala klinis terkait dengan luapan perasaan yang berlebihan," lanjutnya.

Dalam kondisi tersebut, kata Dimas, kepribadian dasar sang pelaku mengalami tekanan mendalam yang tidak normal.

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan (TribunWow.com/Rusintha Mahayu)

"Hal tersebutlah yang menjadikan proses penyidikan terhadap pelaku H dihentikan. Dan akan menerbitkan surat penghentian penyidikannya," bebernya

Penghentian kasus dan penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut berdasarkan Pasal 44 KUHP, dimana penderita gangguan jiwa tidak dapat diproses hukum.

"Untuk H selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa," pungkasnya.

Kronologi

Pelaku H (43) tega membunuh ibu kandungnya sendiri S (75) menggunakan cangkul.

Bahkan sang pelaku juga sudah menyiapkan kuburan untuk sang ibu.

Belakangan diketahui, H menderita gangguan jiwa Skizofrenia Paranoid setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak berwajib.

Dulunya, H juga pernah memukul ayahnya sendiri hingga dilarikan ke rumah sakit.

Warso (79), ayah dari H yang juga suami dari korban, mengaku memiliki luka mendalam atas musibah tersebut.

Dilansir dari Wartakotalive.com, saat ditemui oleh Tribun Medan, Warso terlihat mengenakan kopiah hitam dan tertunduk lesu.

"Saat kejadian, saya tidak berada di rumah," kata Warso sembari mengatupkan kedua tangannya di sela paha, Rabu (17/6/2020) siang.

Ia mengatakan, pada Selasa (16/6) pukul 18.30 WIB, dirinya berangkat ke Masjid Al Badar yang tak jauh dari rumahnya untuk menunaikan salat Maghrib.

Saat meninggalkan rumah, kondisi istrinya masih biasa saja.

Bahkan, dirinya juga pamit kepada korban untuk pergi ke masjid.

Baca: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Ternyata Teman Akrab, Siapa Sebenarnya Dia?

Baca: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Tertangkap, Dipicu Jual Mobil Korban untuk Bayar Utang

Setelah salat maghrib, saya lanjut menunaikan salat isya. Selepas itu, saya tidak langsung pulang ke rumah," kata Warso, dengan kondisi tatapan nanar.

Ia mengatakan, dirinya sempat singgah ke rumah keponakan yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Sekitar pukul 20.35 WIB, Warso pulang ke rumah.

Saat berada di depan pintu rumah, ia merasa ada yang tidak beres.

Kondisi rumah hening bagai tak berpenghuni.

"Biasanya ketika saya pulang, istri yang buka kan pintu. Tapi saat kejadian itu, anak saya (H) yang buka kan," kata Warso.

Karena rumahnya gelap gulita, Warso sempat mencari dan memanggil S.

Namun, istri yang juga korban pembunuhan tersebut tidak menjawab.

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan ((kantipurnetwork.com))

Kemudian, Warso pun menyalakan pemnatik, dan mencari Suparti di kamar.

"Saya lihat di kamar enggak ada orang, lalu saya pergi ke dapur," kata Warso.

Setibanya di dapur, tubuh Warso langsung lemas.

Ia melihat istrinya itu tergeletak bersimbah darah.

Saat ditemukan, S masih mengenakan mukenah.

Ada dugaan, S dibunuh saat akan menunaikan salat Isya di rumah.

Karena panik, Warso kemudian memanggil para tetangga.

Tetangga Warso yang mendengar informasi tersebut langusng bergegas menuju rumah Warso.

Sebagian lainnya kemudian mengubungi petugas Polresta Deliserdang.

Kesal dimarahi

Setelah mendengarkan penuturan saksi, polisi berkesimpulan pembunuh S adalah H yang juga anak kandungnya sendiri.

"Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, pelaku yang diduga membunuh korban adalah H, anak kandungnya. Dugaan sementara korban dihabisi menggunakan cangkul," kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol M Firdaus.

Ia mengatakan, dari penuturan sejumlah saksi, motif pelaku membunuh korban karena kesal dinasehati.

Sebelum kejadian, pelaku yang berstatus lajang ini baru saja pulang dari sawah.

Saat itu pelaku membawa cangkul yang digunakannya untuk bekerja.

"Korban sempat memarahi pelaku dengan nada tinggi.

Karena kesal dimarahi, pelaku kemudian mengambil cangkul dan memukulkannya ke arah kepala korban, persisnya di bagian dahi di atas mata dan belakang telinga sebelah kanan," kata Firdaus

Sudah siapkan liang lahat untuk korban

"Dari hasil penyelidikan kami di lokasi, memang terdapat lubang (liang kubur) di belakang rumah," kata Firdaus.

Dugaan sementara, liang kubur itu sengaja dibuat oleh H untuk menguburkan jasad ibunya.

Apa yang disampaikan Firdaus turut dibenarkan Kepala Desa Bangun Rejo, Misno.

Katanya, warga tahu ada liang kubur di belakang rumah korban setelah pagi hari.

"Pas malam kejadian itu enggak ada yang tahu. Kan di sini cukup gelap.

Begitu pagi hari, baru lah tahu warga sini ada lubang di belakang rumah," kata Misno.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Restu/Kaka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved