Kalimat 'Negara Pancasila' Puan Maharani Dianggap Menghina, Masyarakat Sumbar Desak Permintaan Maaf

Puan Maharani akan dilaporkan ke Bareskim Polri pada Jumat (4/9/2020) oleh Kelompok Masyarakat Sumbar terkait kalimat 'Negara Pancasila'.


zoom-inlihat foto
puan-maharani-resmi-menjadi-ketua-dpr-periode-2019-2024-2.jpg
Tribunnews/Jeprima
Puan Maharani resmi menjadi Ketua DPR periode 2019-2024 yang ditetapkan dalam rapat paripurna perdana DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). Pada rapat tersebut sekaligus menentukan ketua dan wakil ketua DPR RI diantaranya Puan Maharani dari PDIP sebagai Ketua DPR RI, Azis syamsuddin dari Golkar sebagai Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco dari Gerindra sebagai Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel dari NasDem sebagai Wakil Ketua DPR RI, A Muhaimin Iskandar dari PKB sebagai Wakil Ketua DPR RI. Tribunnews/Jeprima


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puan Maharani didesak untuk melakukan permintaan maaf setelah dirinya meminta masyarakat Sumatera Barat untuk mendukung Negara Pancasila.

Sebelumnya, kalimat yang akhirnya menjadi kontroversi tersebut dikemukakan Puan saat dirinya mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat.

Puan mengatakan, rekomendasi untuk pilkada di Sumatera Barat diberikan kepada Mulyani dan Ali Mukhni.

Saat itu, Puan seolah-olah mengemukakan harapannya agar masyarakat Sumbar mendukungnya.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila."

"Bismillahirahmannirrahim," ucap Puan saat pengumuman pasangan calon kepala daerah gelombang V secara virtual di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Setelah mengatakan hal tersebut, banyak pihak yang merasa Puan Maharani tak seharusnya mengatakan kalimat itu.

Baca: Jadi Ketua DPR Perempuan Pertama, Berapa Kekayaan Puan Maharani?

Baca: Mengenal Eri Cahyadi, Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Dapat Restu PDIP Teruskan Program Risma

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan juru bicara PKS Handi Risza, menyikapi pernyataan Puan yang meminta Sumbar mendukung negara Pancasila.

"Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataanya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat."





Halaman
123
Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved