Hobi Bercocok Tanam, Pasangan asal Madiun Raup Omzet Sebulan Rp 20 Juta dari Hasil Jualan Aglonema

Tren bercocok tanam naik di tengah pandemi Covid-19, pasangan ini bisa raup keuntungan hingga puluhan juta dari hasil jualan tanaman hias Aglonema.


zoom-inlihat foto
pengusaha-aglonema-di-madiun.jpg
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Eka Setyawati, warga Jalan Jambu Kota Madiun berada ditengah-tengah koleksi tanaman hias Aglonemanya yang dijual mulai Rp 50.000 hingga jutaan rupiah.


“Empat bulan pas harga naik-naiknya banyak yang cari. Bahkan pehobi aglonema dari Ngawi, Magetan, Pacitan, Ponorogo, Blitar, sampai dari Surabaya datang ke sini,” tutur Eka.

Peminatnya pun tidak hanya dari wilayah seputaran Madiun saja, tapi juga dari luar pulau Jawa, seperti Sumatera, Bali, dan Makassar.

Rata-rata pemburu aglonema yang datang ke rumah Eka mengetahui dari unggahan di Instagramnya @eka_florismadiun dan cerita dari mulut ke mulut.

Hanya saja, dirinya belum bisa melayani penjualan antar pulau lantaran prosedur yang rumit.

“Semalam datang warga dari Makassar, tapi setelah tahu mau dibawa ke Makassar tidak jadi karena untuk membawa tanaman menumpang pesawat agak rumit prosedurnya. Setiap tanaman yang mau dibawa melalui pesawat harus melalui karantina,” jelas Eka.

Banyaknya warga yang berburu aglonema juga membuat pasangan ini kesulitan mencari stok tanaman.

Ia bersama suami mengandalkan jejaring di media sosial dan melakukan pencarian hingga Magetan dan Kediri.

ilustrasi tanaman hias aglonema
ilustrasi tanaman hias Aglonema jenis Red Kochin

Harga Aglonema capai jutaan

Untuk harga jual satu tanaman hias aglonema, Eka menawarkan mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 1 jutaan.

Tinggi rendahnya harga tergantung jenis aglonema yang dibeli.

“Untuk paling murah dijual saat ini harganya berkisar Rp 50.000, aglonema jenis lipstik. Kalau di atas itu ada harga Rp 100.000 sampai dengan Rp 1 juta,” tutur Eka.

Saat ini jumlah koleksi aglonema di rumahnya mencapai 300-an tanaman.

Hanya saja untuk pangsa pasar masih di segmen menengah ke bawah.

Selama empat bulan terakhir, aglonema yang paling banyak diburu yang daunnya didominasi warna merah, yakni suksom jaipong dan red anjamani.

Baca: Jangan Langsung Buang Air Rebusan Mi Instan, Dinginkan dan Siram ke Tanaman Hias, Bisa Sebabkan Ini

“Kalau ibu-ibu pokoknya nyari yang warna merah. Kalau daunnya merah itu rata-rata impor dari Thailand dengan harga mulai Rp 100.000,” kata Eka.

Pembeli aglonema bukan hanya dari kalangan orang biasa saja.

Beberapa pejabat pun mulai banyak menyambangi rumah Eka.

Salah satunya, istri Bupati Madiun Penta Ahmad Dawami.

Beberapa kali Eka mengantar langsung pesanan istri orang nomor satu di Pemkab Madiun itu.

Makin mahal Rupanya harga sebuah aglonema tidak hanya dilihat dari jenis saja.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved