Dikucilkan Warga, Anak Ini Angkut Jenazahnya Ayahnya Sendirian, Diikat dalam Karung Pakai Sepeda

Penduduk desa sekitar menyebutkan bahwa mereka menolak untuk menyentuh tubuh ayah anak itu karena dari kasta yang rendah.


zoom-inlihat foto
seorang-anak-terpaksa-membawa-jenazah-ayahnya-sendiri.jpg
India Today
Seorang anak terpaksa membawa jenazah ayahnya sendiri untuk melakukan pemakaman, karena penduduk desa setempat menolak dan mengucilkan pria itu.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang anak yang dikucilkan oleh warga desa harus mengangkut jenazah ayahnya sendirian.

Anak tersebut mengikat ayahnya dalam karung dan mengangkutnya dengan sepeda.

Penduduk desa sekitar menyebutkan bahwa mereka menolak untuk menyentuh tubuh jenazah ayah anak itu.

Kejadian tersebut terjadi di India.

Seperti dilansir oleh India Today, Rabu (2/8/2020), anak itu terpaksa harus membawa jenazah ayahnya sendiri ke pemakaman.

Warga desa menolak untuk membantu prosesi pemakaman untuk jenazah ayah dari anak tesrebut.

Baca: Pajak Payudara di India, Makin Besar Ukuran Makin Tinggi Nilai Pajak: Picu Pemberontakan Besar

Peristiwa yang terjadi di Desa Lankabahal, Distrik Bolangir, Odisha, India tersebut menggambarkan stigma sosial di India.

Beberapa desa di India memang masih memakai kelas sosial.

Maka pemakaman pun tidak ada yang mau membantu.

Anak dari jenazah tersebut terpaksa melakukan semua prosesi pemakaman ayahnya.

Pria itu memasukkan jenazah ayahnya ke dalam karung lalu mengikatnya di sisi belakang sepeda.

Penduduk desa membantah dan mengatakan bahwa mereka membantu pria itu membawa jenazah.

Hal tersebut lantaran dia berasal dari kasta yang lebih rendah.

Orang yang meninggal tersebut diidentifikasi bernama Akhaya Patra.

Video anak membawa ayahnya menggunakan sepeda telah menjadi viral di media sosial India.

Istri dari almarhum mengatakan kepada India Today bahwa tidak ada yang datang untuk membantu karena mereka termasuk dalam kasta rendah.

“Tidak ada yang datang untuk upacara terakhir suamiku. Anak dan saudara ipar saya membawa jenazah ayahnya dengan sepeda dan melakukan upacara terakhir,” katanya.

Pegawai layanan di Distrik Bolangir, Arindam Dakua mengatakan bahwa keluarga itu belum meminta bantuan dari kantor administrasi setempat.

Baca: Viral Penyelamatan Nenek 87 Tahun, Masih Hidup Meski Terkubur dalam Lumpur Selama 3 Hari

“Mungkin dia belum meminta bantuan siapapun dari administrasi, Bahkan BDO tidak mengetahui kejadian tersebut. Mereka jelas diinstruksikan untuk membantu di bawah Harischandra Sahayata Yojana. Namun, dia akan mendapatkan bantuan keuangan," katanya.

Khusus untuk Pemerintah Odisha, pada tahun 2013 telah meluncurkan Harischandra Sahayata Yojana yang berfungsi untuk membantu keluarga miskin secara finansial dalam melaksanakan rutual terakhir kerabat yang telah meninggal.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved