Pajak Payudara di India, Makin Besar Ukuran Makin Tinggi Nilai Pajak: Picu Pemberontakan Besar

Pemungut pajak memeriksa dengan menyentuh dadanya dengan tangan kosong dan mengukur ukurannya dengan sarung tangan.


zoom-inlihat foto
pajak-payudara-di-india003.jpg
REPRO BUKU NATIVE LIFE IN TRAVANCORE/eva.vn
Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pernahkah terpikirkan oleh perempuan bahwa payudara mereka akan dikenakan pajak?

Dan nilai pajaknya tergantung seberapa besar ukuran payudara.

Makin besar ukuran payudara maka makin besar pula pajaknya.

Ternyata praktik yang dianggap satu di antara praktik pajak terburuk dan paling menjijikkan pernah terjadi di India.

Praktik ini dilakukan sekitar tahun 1.800-an.

Tentu saja, praktik nyeleneh yang dinilai hanya melecehkan perempuan sudah lama dihapus.

Baca: Aktor India Sameer Sharma Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen, Sempat Bahas Kesehatan Mental

pajak payudara di india 001
Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak.

Apalagi akibat pajak ini, muncul pemberontakan besar di India saat itu.

Dikutip eva.vn, Minggu (9/8/2020), pajak dada perempuan diberlakukan oleh Raja Travancore, satu dari 550 negara bagian di India selama masa kolonial Inggris.

Negara bagian ini sekarang bernama Kerala.

Oleh karena itu, perempuan dari kelas bawah tidak akan diizinkan untuk menutupi payudara mereka dan bila ngotot memakai penutup dada, mereka akan dikenakan pajak yang tinggi.

Baca: Seorang Pria di India Tega Jual Istrinya di Medsos untuk Mahar Sepeda Motor di Pernikahan

Pejabat kerajaan raja akan pergi dari rumah ke rumah, mengumpulkan pajak payudara dari perempuan kelas bawah dan masa puber.

Jumlah pajak akan tergantung pada ukuran payudara, semakin besar payudara, semakin tinggi pajaknya.

Pemungut pajak memeriksa dengan menyentuh dadanya dengan tangan kosong dan mengukur ukurannya dengan sarung tangan.

pajak payudara di india002
Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak.

Intinya, tujuan pemungutan pajak ini hanya untuk mempermalukan perempuan kelas bawah.

Perempuan dari kelas atas masih diperbolehkan untuk menutupi payudara mereka dan tidak dikenai pajak apapun.

Sementara perempuan dari kelas bawah tidak diizinkan untuk menutupi payudara mereka di depan umum jika tidak dikenakan pajak.

Status sosial seseorang ditentukan oleh kelasnya.

Dr. Sheeba KM, profesor ekologi gender dan studi Dalit (studi suku, agama minoritas, wanita dari kelompok yang dikucilkan dalam bidang ekonomi, sosial dan politik) di Shri Shankaracharya Sanskrit Vishwavidyalaya University di negara bagian Kerala, India, mengatakan: " tujuan pajak dada adalah untuk mempertahankan struktur kelas dan tidak ada yang lain. Pakaian dipandang sebagai tanda kekayaan dan kemakmuran, sedangkan orang miskin dan orang dari kasta yang lebih rendah tidak menikmatinya ".

Baca: Gara-gara Fitur Peta Online, Pasangan Suami Istri di India Cekcok, hingga Tuntut Google Maps

Dalam bukunya Native Life in Travancore, penulis Samuel Mateer berbicara tentang daftar hampir 110 pajak tambahan yang hanya berlaku untuk orang-orang kelas bawah.

Ini adalah sistem yang memastikan orang dari kelas bawah selalu berada di bawah masyarakat sementara kelas lain berkembang.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved