Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komet Howard-Koomen-Michels menabrak matahari pada 30 Agustus 1979.
Tabrakan itu melepaskan energi setara 1 juta hidrogen bom atau 1.000 kali energi yang di digunakan di Amerika Serikat dalam setahun pada masa itu.
Peristiwa itu merupakan pertama kalinya, yang teramati atau tercatat, sebuah benda angkasa menabrak matahari.
Gambar yang dihasilkan sebuah coronagraph di satelit memperlihatkan awan besar bercahaya yang merupakan debu komet.
Komet tersebut memiliki ekor gas dan debu sepanjang 3 juta mil dan secerah Planet Venus.
Fenomena luar angkasa itu terjadi saat peralatan di satelit Space Test Program P78-1 sedang mengamati corona matahari.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 28 Agustus 1996: Pangeran Charles dan Putri Diana Resmi Bercerai
Pengamatan matahari #
Space science atau ilmu antariksa dimulai ketika manusia meluncurkan roket pada tahun 1940-an dan awal 1950-an.
Saat itu, berbagai instrumen antariksa digunakan untuk meneliti matahari.
Kemudian, pada tahun 1950-an, sekelompok ilmuwan terkemuka dari Naval Research Lab (NRL) bergabung dengan National Aeoronautics and Space Administration atau NASA milik AS.
Angkatan Udara AS meluncurkan satelit P78-1 yang membawa coronagraph milik NRL yang dikenal sebagai SOLWIND.
Coronagraph adalah alat untuk mengamati korona (bagian terluar) matahari.
Ini bukanlah coronagraph yang pertama kali diluncurkan, tetapi ada banyak peningkatan di coronagraph ini.
Alat ini berhasil menunjukkan dinamika matahari dan peristiwa penyemburan massa sementara.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Perang Inggris-Zanzibar, Durasi 38 Menit, Perang Tersingkat Sepanjang Masa
Komet menabrak matahari #
Selama lima tahun beroperasi, data SOLWIND dianalisis oleh empat ilmuwan NRL bernama Don Michels, Marty Koomen, Russ Howard, dan Neil Sheeley.
Ketika melihat gambar SOLWIND yang diambil pada 30 Agustus 1979, mereka sempat ketakutan.
Mereka menemukan garis terang besar di data pada hari itu.
Awalnya mereka berpikir itu adalah masalah kamera.
Namun, ketik gambar itu dianalisis lebih banyak, mereka menyadari bahwa adalah benda bergerak dan tampak seperti komet.
Beberapa jam kemudian, data SOLWIND menunkukkan komet itu telah menghilang karena hancur setelah menabrak matahari.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Amendemen Ke-19 Konstitusi AS Disahkan, Berikan Hak Pilih kepada Perempuan
Mengenai cara kerja SOLWIND, alat itu memonitor aktivitas corona matahari menggunakan occulting disk yang memunculkan efek gerhana matahari permanen.
Ilmuwan NRL memperkirakan bahwa ketika komet menabrak Matahari, energi yang dikeluarkan mencapai sekitar 1.000 kali energi yang digunakan di AS dalam setahun.
Energi itu juga setara dengan satu juta bom hidrogen.
Komet yang ditangkap oleh SOLWIND itu kemungkinan berasal dari "sun-grazer", kelompok komet yang orbitnya sering melewati matahari.
Pada masa itu, sudah ada komet sun-grazer yang terlihat dalam 300 tahun terakhir, tetapi ada lebih banyak yang tidak terdeteksi.
Komet yang menabrak matahari tersebut jug tidak terlihat dari Bumi meskipun ekornya lebih cerah daripada Planet Venus.[4]
SOLWIND sebagai pionir #
SOLWIND menjadi tonggak sejarah pengamatan obyek-obyek luar angkasa.
Satelit pada masa sekarang, seperti SWIFT, WISE, dan SOHO, menemukan komet dan asteroid baru tiap minggu.
SOLWIND terus beroperasi hingga tahun 1985 dan mengamati total 10 komet yang belum diketahui sebelumnya.
Satelit tersebut berakhir pada tahun 1985 ketika dihancurkan oleh misil Angkatan Udara.
Temuan SOLWND juga berdampak pada penamaan benda-benda langit,
Komet-komet pertama yang ditemukan, awalnya diberi nama menurut penemunya (Sheeley, Koomen, Howard, dan Michels).
Namun, benda-benda langit yang ditemukan kemudian diberi nama menggunakan satelite atau peralatan yang menemukannya,
Ini menjadi alasan ada lebih dari 2.700 komet dinamakan "SOHO" dan lusinan lainnya yang dinamakan "LINEAR", "WISE", dan "Siding Spring".[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Koran New York Sun Menerbitkan Artikel Hoaks, Disebut The Great Moon Hoax
(Tribunnewswiki/Tyo)
| Peristiwa | Komet menabrak matahari |
|---|
| Pada | 30 Agustus 1979 |
|---|
Sumber :
1. www.upi.com
2. www.planetary.org
3. www.nytimes.com