Mulai Januari 2021 Indonesia Bakal Vaksinasi Massal Covid-19, Ini Golongan yang Diprioritaskan

total kebutuhan vaksin Covid-19 mencapai 370 juta vaksin, untuk disuntikkan kepada 170 penduduk masing-masing 2 kali vaksin


zoom-inlihat foto
ilustrasi-vaksi-covid-19.jpg
Pixabay/TheDigitalArtist
Foto: Ilustrasi vaksi Covid-19. Jokowi mengungkapkan, Indonesia bakal kedatangan 20-30 juta vaksin Covid-19


TRIBNNEWSWIKI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sejumlah perkembangan pengembangan vaksin di Indonesia.

Jokowi mengungkapkan, Indonesia bakal kedatangan 20-30 juta vaksin jadi yang merupakan produksi Sinovac China dan G42 Uni Emirat Arab.

“Akhir tahun ini, November sampai Desember 2020, akan datang 20 juta-30 juta vaksin,” ujar Jokowi, dalam acara bincang-bincang santai dengan beberapa pemimpin redaksi di Istana Bogor, Senin (31/8/2020) dilansir oleh Kontan.co.id.

Untuk itu, Indonesia bahkan sudah meneken komitmen jual beli, dan bahkan sudah siap membayar uang muka.

Kemudian, Indonesia juga bakal kedatangan 290 juta bahan baku vaksin Covid-19, yang selanjutnya akan diproduksi PT Bio Farma menjadi vaksin.

“Dengan begitu, kita harapkan Januari 2020 kita sudah mulai vaksinasi,” kata Jokowi.

Baca: Ambisi WHO dalam Program Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Dunia Mulai Redup, Ini Penjelasannya

Selain itu, menurut Jokowi, Indonesia juga sudah mendapat komitmen dari G42 untuk memproduksi vaksin di Indonesia. Kemudian, produk vaksinnya nanti bisa dijual ke negara-negara tetangga.

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).(Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).(Biro Pers Sekretariat Presiden) (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Harapan lain adalah pengembangan vaksin Merah Putih, yang diharapkan bisa mulai produksi pada pertengahan 2021.

Karena dikembangkan sendiri, diharapkan vaksin Merah Putih ini lebih murah harganya.

Untuk program vaksinasi Covid-19 itu, tentu pemerintah akan menyiapkan anggarannya. Menurut Jokowi, untuk pembelian vaksin yang akan datang akhir 2020, pemerintah menyiapkan sekitar Rp 17 triliun.

“Tapi tentu yang memastikan anggarannya Menteri Keuangan,” ujar Jokowi. 

Baca: Vaksin Covid-19 Bakal Diberikan Gratis kepada Peserta BPJS Kesehatan dengan Ketentuan Berikut Ini

Kemudian untuk tahun depan, pemerintah menyiapkan anggaran vaksin yang lebih besar lagi. Karena harga bahan baku vaksin US$ 8 per unit.

Sementara total kebutuhan vaksin mencapai 370 juta vaksin, untuk disuntikkan kepada 170 penduduk masing-masing 2 kali vaksin.

Anggaran yang besar diperlukan karena pemerintah akan menggratiskan penyuntikan vaksin melalui puskesmas-puskesmas.

Prioritas vaksinasi tersebut untuk dokter dan perawat (tenaga kesehatan), orang yang rawan Covid-19 di zona merah, lalu TNI dan Polri.

Adapun masyarakat lain boleh saja meminta segera divaksin, dengan cara membayar seharga sekitar Rp 850.000.

Baca: Vaksin Covid-19 Siap Disuntikkan Gratis Tahun Depan, BPJS Kesehatan Palembang Beri Komentar

Prediksi harga vaksin Covid-19

Pemerintah menargetkan akan melakukan imuniasis massal Covid-19 pada awal 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, tiap satu orang perlu dilakukan dua kali vaksinisasi. Rentang waktunya, berkisar dua minggu.

“Nah perhitungan awal harga vaksin ini untuk satu orang, karena satu orang perlu dua kali suntik dan jeda waktunya dua minggu kurang lebih. Itu harganya US$ 25-30 range-nya,” ujar Erick di Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020).





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved