Jokowi Sebut Kemungkinan Mulai Januari 2021 Masyarakat Indonesia Akan Divaksinasi Covid-19

Jokowi menyebut mulai Januari 2021, masyarakat Indonesia akan divaksinasi setelah produksi vaksin selesai.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penyuntikan-vaksin-covid-19-321.jpg
Unsplash - National Cancer Institute @nci
FOTO: Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19 - Masyarakat Indonesia akan mulai divaksinasi pada Januari 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyarakat Indonesia diketahui akan segera mendapatkan vaksin Covid-19.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan pada Januari 2021, masyarakat Indonesia akan mulai divaksinasi.

Seperti diketahui, saat ini vaksin Covid-19 masih dalam tahap uji klinis.

PT Bio Farma telah berkomitmen dengan perusahaan medis asal China, Sinovac terkait pengadaan bulk vaksin Covid-19 untuk Indonesia.

Jokowi mengungkapkan, masyarakat akan segera divaksinasi pada Januari 2021.

"Kita mungkin Insya Allah kembali pada posisi normal setelah semua penduduk divaksinasi, baru kita memproduksi vaksin, kira-kira bulan Desember, Januari, sehingga mulai divaksinnya bulan itu, Januari," kata Jokowi, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (25/8/2020).

Jokowi juga optimis jika Indonesia akan memiliki vaksin berlebih.

"Tadi saya dapat laporan dari Bu Menlu, Pak Menteri BUMN, sampai akhir 2021 kita sudah kurang lebih mendapatkan komitmen 290 juta (dosis vaksin). Sebuah jumlah yang sangat besar sekali," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

Ia menilai negara lain di ASEAN belum memiliki kesiapan yang sama dalam pengadaan vaksin Covid-19 seperti di Indonesia.

Presiden Jokowi juga berencana akan menjual vaksin Covid-19 dari Indonesia ke negara lain.

Baca: Jokowi Yakinkan Pelaku UMKM, Perekonomian Indonesia akan Pulih Pasca Vaksin Covid-19 Ditemukan

Baca: Jokowi Sebut Indonesia Mendapat Komitmen 290 Juta Dosis Vaksin Covid-19

"Sehingga nanti jika vaksin merah putih ketemu, kita bisa produksi lebih banyak. Kalau memang apa yang kita miliki berlebih, dari yang ingin kita gunakan, ya enggak apa-apa dijual ke negara lain," ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020), dikutip dari Kompas.com.

"Karena negara lain di ASEAN saja liat belum ada yang siap dengan vaksin sebanyak yang tadi saya sampaikan," lanjut dia.

Jokowi optimis, Indonesia akan mendapatkan stok vaksin Covid-19 yang mencukupi.

Sebab, hingga akhir 2020 telah mendapat komitmen pengadaan 20-30 juta dosis vaksin.

"Saya kira ini berita sangat bagus. Kita harapkan dengan perbaikan komunikasi yang baik, confidence market betul bisa kita berikan pada mereka. Jadi yang mengenai pengadaan vaksin saya kira tadi disampaikan oleh Bu Menlu, Pak Erick (Thohir) nanti tolong diulang lagi," lanjut Jokowi.

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).(Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020).(Biro Pers Sekretariat Presiden) (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Diketahui, PT Bio Farma (Persero) dipastikan menerima bulk atau konsentrat Ready to Fill (RTF) vaksin Covid-19 dari Sinovac sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 sampai dengan Maret 2021 mendatang.

Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan Prelimenary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Production of Covid-19 Vaccine, yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2020 di Hainan, Tiongkok.

Baca: Optimis Hasilkan Vaksin Berlebih, Jokowi Bakal Jual Vaksin Covid-19 Merah Putih ke Negara Lain

Baca: Papua Nugini Menolak Kedatangan Pekerja China yang Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Impor 50 Juta Calon Vaksin Covid-19

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah menandatangani perjanjian untuk mengimpor 50 juta dosis calon vaksin Covid-19 dari Sinovac, China.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN), Erick Thohir.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved