China Hubungi Negara-negara ASEAN, Akibat Khawatirkan Manuver Amerika Serikat di Laut China Selatan

Was-was dengan taktik Amerika Serikat (AS) di regional Pasifik-Asia, China perkuat komunikasi dengan negara-negara terkait Laut China Selatan.


zoom-inlihat foto
dua-kapal-induk-as.jpg
KEENAN DANIELS / US NAVY / AFP
Angkatan Laut Amerika Serikat, pada Selasa (7/7/2020) merilis foto armada laut AS di Pasifik. Di barisan depan dua kapal induk, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konstelasi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan China memang selalu memanas sepanjang tahun 2020 ini.

Perang dagang, persoalan Hong Kong hingga lempar tuding terkait biang Covid-19 dilakukan oleh dua negara besar tersebut.

Selain itu, Washington dan Beijing juga terlihat adu konfrontasi baru di Laut China Selatan.

Potensi minerba, kekayaan laut dan jalur strategis membuat Laut China Selatan yang diapit oleh banyak negara di Asia Timur dan Asia Tenggara itu membuat negara seperti China dan Amerika Serikat tertarik untuk berbuat sesuatu disana.

Kapal-kapal militer China dan Amerika Serikat terlihat semakin intens berlatih di kawasan Laut China Selatan membuat tensi akan pecahnya konflik semakin membesar.

Terbaru, posisi tawar Amerika Serikat yang semakin menguat di regional pasifik membuat China melakukan manuver terbaru.

Pasalnya, selang tiga minggu setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan posisi negaranya di Laut China Selatan, Beijing memanggil para diplomat dari 10 negara Asia Tenggara untuk bertemu guna menyampaikan kekhawatirannya tentang semakin tingginya risiko konflik di wilayah perairan yang diperebutkan.

Melansir South China Morning Post, selama pertemuan di Beijing pada awal Agustus, seorang pejabat China yang bertanggung jawab atas urusan maritim dan perbatasan mengungkapkan keprihatinan Beijing atas "risiko tinggi" dari aktivitas militer oleh "negara-negara non-regional", ungkapan yang sering digunakan China saat membahas peran AS di Asia.

Pejabat China itu meminta anggota Association of South-East Asian Nations (ASEAN) untuk bekerjasama dengan Beijing.

Baca: Tiongkok Kirim Pesawat yang Bisa Bawa Rudal Supersonik ke Laut China Selatan, Vietnam Protes Keras

Baca: Kapal Induk AS Ronald Reagan Dikirim ke Laut China Selatan, Gelar Operasi Pertahanan Udara Maritim

Sumber South China Morning Post mengatakan, pejabat itu mengatakan mereka harus melanjutkan negosiasi kode etik untuk Laut China Selatan secepat mungkin "untuk menunjukkan beberapa kemajuan", dan bahwa China tidak ingin proses tersebut "dibajak" oleh negara-negara yang bukan bagian dari negosiasi.





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved