Menurut Kepala SMAK Pancasila Borong Hermenegildus Sanusi, salah satu anak Roma telah mendapatkan beasiswa. Hal itu diharapkan meringankan beban ekonomi keluarga Roma.
"Hari ini saya datang bertemu orangtuanya di Kampung Gurung untuk melihat kondisi keluarga ini dan mendengarkan kisah perjuangan untuk menyekolahkan anak-anak di masa pandemi Covid-19 ini. Saya sudah mendengarkan kisah orangtuanya," ujar Hermenegildus.
Baca: Agar Anak Bisa Belajar Online, Ibu di Tangerang Harus Pinjam HP dan Berutang Untuk Beli Pulsa
Kisah Serupa
Seorang ibu bernama Ida (45) warga RT 03 RW 04 Kelurahan Kedaung Wetan, Neglasari, Tangerang harus pinjam uang sana sini agar anaknya bisa belajar secara online atau daring.
Anaknya yang bernama Nurhisma, merupakan murid kelas 2 SMPN 22 Kota Tangerang.
Ida mengaku jika anaknya tidak memiliki ponsel untuk proses belajar mengajar.
Ida harus mengumpulkan plastik bekas untuk dijual.
Ia bahkan terpaksa meminjam uang ke tetangga untuk membelikan kuota internet agar anaknya bisa mengikuti belajar secara online.
Diketahui, Suami Ida, Mahdi (46), sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Tangerang.
Pasangan suami istri tersebut memiliki 2 anak, Nurhisma dan adiknya yang masih berumur 4 tahun.
Ia mengaku harus memulung bersama suaminya agar anak sulungnya tersebut bisa tetap belajar.
(Tribunnewswiki) (Kompas.com/Markus Makur)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sebagai Orangtua, Saya Beli HP dengan Berutang, Kalau Tidak, Anak Tak Bisa Belajar